News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tidak Wajib Perpanjang SIM Selama Masa Pandemi Covid-19

Tidak Wajib Perpanjang SIM Selama Masa Pandemi Covid-19

Borbor News, Surabaya - Satlantas Polrestabes Surabaya membuat kebijakan baru terkait perpanjangan surat izin mengemudi (SIM). Masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis di masa pandemi virus korona tidak diwajibkan melakukan pengurusan. Mereka diperbolehkan untuk menunda perpanjangan.
JAGA DIRI: Petugas melayani pemohon pembuatan SIM di Satpas Colombo dengan menggunakan masker dan sarung tangan. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra menyatakan bahwa keputusan itu diambil dalam rapat internal. Menurut dia, urgensi perpanjangan SIM bisa ditoleransi. Sebab, pandemi Covid-19 sampai saat ini belum mereda. ”Untuk perpanjangan SIM bisa ditunda dulu,” katanya Kamis (30/4).

Teddy menambahkan, seluruh pelayanan SIM saat ini juga dihentikan sementara. Dasarnya adalah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang tengah berjalan. ”Warga sebaiknya di rumah saja. Mendukung PSBB,” katanya.

Menurut dia, pelayanan SIM akan ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dia memilih menunggu sikap pemerintah terkait pencabutan PSBB. ”Nanti ada pemberitahuan kalau akan buka,” ucapnya.

Teddy menerangkan, masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis ketika pandemi virus korona tidak perlu khawatir. Dia memastikan mereka tidak akan diberi penindakan oleh anggota. ”Untuk sementara ini kegiatan tilang ditiadakan dulu,” katanya.

Lulusan Akpol 2002 tersebut mengungkapkan, situasi saat ini serbatidak memungkinkan. Jajarannya tidak menutup mata dengan beragam persoalan yang muncul. ”Imbas pandemi sudah membuat masyarakat susah. Jangan sampai juga dibebani dengan urusan SIM,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, operasional pelayanan SIM kelak akan dievaluasi berdasar kondisi terakhir. Jika memang diperlukan, pihaknya tetap akan menerapkan physical distancing seperti sebelumnya. Misalnya, mengatur jarak antrean, menyediakan tim medis, membatasi jam pelayanan, dan mewajibkan pengurus memakai masker. ”Kuota pengurusan juga diterapkan,” ujarnya.

Namun, kata dia, semua kembali kepada evaluasi terakhir. Bukan tidak mungkin pandemi virus korona mereda setelah penerapan PSBB. Jika sudah begitu, pelayanan akan dibuka normal. ”Untuk saat ini, mari berdoa agar masa krisis ini segera berlalu. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Editor : Dhimas Ginanjar
Reporter : edi/c25/eko (Red)


Sumber : jawapos.com / Redaksi 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkontribusi kepada kami

loading...