News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hati-hati Oknum Wartawan Jual Paksa dan Mahal Pigura Presiden

Hati-hati Oknum Wartawan Jual Paksa dan Mahal Pigura Presiden

Borbor News, Kab Cianjur - Sebulan ini beredar di Kabupaten Cianjur oknum wartawan yang menjual pigura presiden dan wakil presiden RI Jokowi-Maaruf Amin ke sekolah-sekolah dan kantor desa dengan penekanan media massa dan mengaku sudah ada izin dari PWI Kabupaten Cianjur. 
[Ilustrasi] Oknum wartawan menjual pigura presiden dan wakil presiden RI Jokowi-Maaruf Amin ke sekolah-sekolah dan kantor desa di Cianjur. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Mereka menjual sepasang pigura itu dengan harga Rp500.000 hingga Rp700.000, tentu saja jauh lebih mahal dengan pigura yang dijual di toko. Ada yang terpaksa membeli karena takut, lantaran wartawan yang menjualnya, ada juga yang berani menolak alasannya sebelumnya sudah beli. 

Salah seorang kepala sekolah SD Negeri di wilayah Kecamatan Cianjur yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kedatangan jurnalis dari media online. Oknum tersebut meminta pihak sekolah membeli sepasang pigura dengan harga lebih mahal di pasaran.

"Saya kaget aja kedatangan wartawan itu, katanya mau menjual pigura. Saya juga jadi takut menolak, karena yang menjualnya wartawan, terpaksa dibeli walaupun harganya lebih mahal dari yang dijual di toko," ungkapnya. 

Begitu pula yang dialami kepala desa di Kecamatan Cibeber. Dia terpaksa beli pigura seharga Rp700.000 karena tidak mau ribut saja. "Wartawan itu mengaku dari salah satu media online, menjual pigura untuk kepentingan kantor katanya. Lantaran tidak mau ribut, terpaksa saya beli," kata kades. 

Berbeda dengan salah satu sekolah SD di daerah Kecamatan Warungkondang, mereka berani menolak. Padahal, oknum wartawan itu tidak hanya membawa media online-nya, bahkan berani mengatakan sudah ada izin dari PWI Cianjur.

"Saya tidak takut menolak, selain sudah membeli pigura sebelumnya, juga kebetulan punya keponakan berprofesi wartawan dan juga anggota PWI Cianjur, setelah saya tanyakan, ternyata PWI tidak tahu-menahu dan tidak menjual pigura," tuturnya. 

Ketua Bidang Organisasi PWI Kabupaten Cianjur Deni Rusyandi menyayangkan masih ada wartawan yang menjual barang-barang tertentu, termasuk sepasang pigura presiden dan wakil presiden. "Tugas wartawan itu menulis berita sesuai dengan kode etik jurnalistik, bukannya menjual barang seperti itu. Sudah saja jadi ganti profesi jadi pedagang, bukan wartawan," katanya. 

Deni juga menegaskan, PWI Cianjur tidak pernah mengeluarkan izin wartawan boleh menjual pigura. "Tidak ada izin dan tidak akan diizinkan kalau memang benar wartawan tersebut meminta izin menjual pigura," ujarnya. 

Deni meminta oknum wartawan untuk tidak melakukan tindakan menjual barang-barang tersebut di balik profesi wartawan, apalagi sampai menjual nama PWI.  "Saya mengimbau berhenti menjual profesi wartawan demi menjual barang-barang tersebut. Kepada kepala sekolah, kepala desa, camat, atau instansi lainnya jangan takut menolak atau membeli karena takut, kalau memaksa, laporkan saja pada polisi," katanya.

---------
Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Hati-hati Oknum Wartawan Jual Paksa dan Mahal Pigura Presiden, pada URL https://m.ayobandung.com/read/2019/11/30/71715/hati-hati-oknum-wartawan-jual-paksa-dan-mahal-pigura-presiden

Penulis: Muhammad Ikhsan
Editor : M. Naufal Hafizh
(Red)







Sumber : / Redaksi

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkontribusi kepada kami

loading...