News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar Dipanggil KPK

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar Dipanggil KPK

Borbor News, Jakarta - Penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Selasa (19/11/2019) hari ini.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/8/2019).
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin akan membahas kasus terkait suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

"Yang menarik akan diundang sebagai saksi untuk HA (Hong Arta John Alfred, Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (SR) JECO Group)," kata Febri dalam keterangannya.

Dalam pemeriksaan hari ini, Cak Imin akan meraih statusnya sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa periode 2014-2019.

Sebelumnya, KPK juga terpilih membahas politikus PKB untuk membahas sebagai saksi dalam kasus ini. Mereka antara lain Jazilul Fawaid, Fathan, Mohammad Toha, dan Helmy Faishal Zaini.

"KPK mendalami keterangan pendapat tentang pengetahuannya tentang dugaan aliran dana dari Musa Zainudin pada anggota DPR lain," kata Febri usai memeriksa Jazilul dan Helmy, Senin (30/9/2019) lalu.

Selain Cak Imin, hari ini juga akan dibahas dua anggota DPRD Lampung yaitu Hidir Ibrahim dan Khaidir Bujung untuk kasus dan tersangka yang sama.

Dalam kasus ini, Hong Kong akan menyiarkan laporan keuangan lain antara Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku Utara dan Maluku Utara Amran Hai Mustary dan Anggota DPR Damayanti terkait pekerjaan proyek infrastruktur Kementerian PUPR.

Hong tersangka ke-12 dalam kasus ini. Sebelumnya, KPK Telah menyetujui 11 tersangka lainnya.

Sebelas tersangka itu adalah Direktur Utama PT Windu Tunggal Utama Abdul Khoir (AKH), ​​Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Amran Hi Mustary Maluku Utara (AHM).

Kemudian, Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng (SKS), Julia Prasetyarini (JUL) dari uns swasta, Dessy A Edwin (DES) sebagai ibu rumah tangga.

Ada juga lima anggota Komisi V DPR RI seperti Damayanti Wisnu Putranti, Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainudin, Yudi Widiana Adia, serta Bupati Halmahera Timur 2016-2021 Rudi Erawan.

Komisi V DPR RI periode 2014 2019 Damayanti Wisnu Putranti bersama tiga orang lain di Jakarta pada 13 Januari 2016 dengan barang bukti berjumlah 99 ribu dolar AS.

Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen total suap untuk mendukung proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.(Red)







Sumber: KOMPAS.com/Haryantipuspasari / Redaksi

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkontribusi kepada kami

loading...