News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Polwan yang Terpapar Paham Radikal JAD di Pecat dari POLRI

Polwan yang Terpapar Paham Radikal JAD di Pecat dari POLRI


Borbor News, Jakarta - Dipinang JAD untuk Bom Bunuh Diri, Nesti Dipecat Polri, seperti dilansir detik.com Minggu 15/10/2019
Bripda Nesti saat ditangkap Mei lalu (Foto: Istimewa)
Polisi menyebut Nesti Ode Samili (23) punya keterkaitan dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi. Nesti yang sudah terpapar paham radikal disebut disiapkan menjadi pengantin alias eksekutor bom bunuh diri (suicide bomber).

"Dia (Nesti) dipersiapkan sebagai suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, seperti dilansir Antara, Sabtu (12/10/2019).

Polri telah mengambil tindakan tegas terhadap Nesti. Polwan yang sebelumnya berdinas di Polda Maluku Utara (Malut) dipecat. Polri juga melanjutkan pada proses hukum.

"Kami tegas, siapa pun, baik masyarakat atau polisi yang masuk jaringan teroris, kalau terbukti, akan dihukum," kata Dedi.

Nesti diduga terpapar paham radikal cukup dalam meski awalnya mempelajari paham radikal secara otodidak lewat melalui media sosial. Dia juga disebut pernah berinteraksi dengan pimpinan JAD Bekasi, Fazri Pahlawan alias Abu Zee Ghuroba.

"Pertama, terpaparnya sudah juga begitu dalam, dilihat dari media sosial, ditandai dengan yang bersangkutan aktif terafiliasi dengan JAD. Ini jelas ada kaitan dengan Saudara Abu Zee, jaringan teroris yang kita amankan dua minggu lalu di Bekasi," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

"Yang paling jadi kunci penting, jelas dia tersambung link-nya dengan JAD," sambung Asep.

Bripda Nesti dua kali ditangkap Densus 88 Antiteror. Pertama kali, Nesti ditangkap Polda Jawa Timur saat dia mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, dan hendak ke Surabaya. Kedua, Bripda Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta pada akhir September 2019.

Usai penangkapan pertama, Densus 88 Antiteror terus melakukan pengawasan terhadap Nesti. Sebab, Nesti diduga aktif dalam kegiatan-kegiatan bersama kelompok radikal. (tsa/jbr).





Sumber : detik.com / Redaksi

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar

Terima kasih telah berkontribusi kepada kami