Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Agen BRILink Diduga Pungut Biaya Rp 25 Ribu dari Pencairan PKH Desa Sukacari


Borbor News, Kab Lampung Timur - Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program Kementerian Sosial yang sudah di laksanakan pada tahun 2007 hingga saat ini merata di nusantara. Program Keluarga Harapan (PKH) bertujuan mengurangi angka kemiskinan dan memutus kemiskinan antar generasi, meningkatkan kualitas serta mengubah prilaku yang kurang mendudukung peningkatan kesejahteraan.
Foto: Rainah dan Siswadi
Lain halnya yang yang terjadi pada anggota Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sukacari Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur. Menurut informasi yang di sampaikan Sahwi Arif warga Dusun III Desa Sukacari Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur, Sabtu pagi (12/10/2019) pada WARTALIKA.id mengatakan jika dirinya tidak terima atas perlakuan Rianah yang tidak sopan, dan berkata kasar pada istrinya Ernawati dan hal itu didukung kuat dengan bukti-bukti secara tertulis.

“Rianah adalah pengusaha dan memiliki warung juga agen BRILink di dusun II RT 07 RW 04 Desa Marga Mulia Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur,” kata Sahwi Arif.

Lebih lanjut Sahwi Arif membeberkan, Istri saya Ernawati adalah Ketua Kelompok PKH Dusun III Desa Sukacari yang anggotanya lebih dari 20 orang PKH, saat itu mencairkan Kartu Penerima Manfaat (KPM) PKH ini di warung Rianah selaku agen BRILink. Tapi tidak seperti biasanya, kok potongan jasa dari penarikan di warung Rianah mencapai Rp. 25 ribu per setiap edisi dalam transaksi penerima PKH.

“Giliran istri saya minta struk bukti dari transaksi malah marah dan sudah di bakar alasannya dengan dalihnya yang enggan memberikan. Maksud istri saya mau minta bukti transaksi itu kan untuk di tunjukkan pada anggota penerima PKH dan istri saya juga menjaga, gak enak nanti di kiranya istri saya yang sudah ambil jumlah dari potongan itu,” tambah Sahwi Arif.

Dan yang buat saya gak terima lagi, sambungnya kata-kata yang di keluarkan Rianah ini seolah-olah dia ini sudah kebal hukum dan membodoh-bodohi istri saya di warungnya. Rianah juga mengatakan gak takut sama siapa pun, kalau mau lapor ke polisi lapor sama siapa ajalah dia tidak takut. “Saya berharap tindakan Rianah terhadap istri saya itu dapat di tindaklanjuti oleh pihak terkait,” harap Sahwi Arif.

Sementara di tempat berbeda, Rustam selaku Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukacari Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur mengatakan jika Ia mengamati atas informasi yang di sampaikan Sahwi Arif kepada dirinya.

“Disini yang artinya benar hal ini ada unsur kesengajaan dan ini juga salah satu bentuk tindakan pelanggaran yang di sengaja dan juga ada unsur ujaran kebencian. Ini juga ada sanksinya menurut hukum, saya akan mendampingi Sahwi Arif untuk menindaklanjuti dan melaporkan ini pada instansi terkait yang ada di Kabupaten Lampung Timur karena memakan uang negara sama saja dengan korupsi,” tegas Rustam.

Untuk di ketahui sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) No. 1 pasal 44 ayat 2 Tahun 2018 Tentang Mekanisme Pelaksanaan PKH menyebutkan “Proses penyaluran bantuan sosial PKH sebagaimana di maksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh pihak bank penyalur dan di berikan tanpa pengenaan biaya”.

Diduga jelas proses transaksi yang dilakukan Rianah selaku agen BRILink sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk proses kelancaran pencairan penerima manfaat anggota PKH dengan nominal pemotongan jasa tidak sesuai dan berlebihan (Pungli) serta bertentangan dengan ketentuan Pasal 423 KUHP dengan Ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun. Dan  sangat bertentangan juga dengan Permensos No. 1 pasal 44 ayat 2 tahun 2018.

Pewarta : Asril 





Sumber: Wartalika.id / Redaksi

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Agen BRILink Diduga Pungut Biaya Rp 25 Ribu dari Pencairan PKH Desa Sukacari"

Posting Komentar

Terima kasih telah berkontribusi kepada kami