Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Serambi Makkah Memasuki Zona Merah Penyelundupan Narkoba


BorborNews, Aceh - Serambi Makkah memasuki zona merah narkoba. Hampir setiap rute yang ada di provinsi paling barat, itu menjadi jalur empuk bagi para penyelundup obat-obatan terlarang tersebut.
Peredaran barang haram itu terkoordinasi dengan rapi di bawah kontrol para bandar. Penyelundupan narkoba dilakukan lewat jalur darat, udara, hingga laut.

Kelakuan para bandar pun kian berani dan terang-terangan. Belum lama ini, salah seorang petugas BNNP Aceh ditikam seorang bandar yang kini buron.

Baca juga: Buset, Remaja ABG 18 Tahun Perkosa Nenek-nenek Sampai Pendarahan

Dalam skala nasional, kartel narkoba di Indonesia cukup banyak, yakni, 73 kartel. Hal ini dipandang miris, mengingat di negara sekaliber Kolumbia saja hanya terdapat tiga kartel.

Maraknya peredaran narkoba di Aceh berimbas meningkatnya jumlah pencucian uang di provinsi itu. Sistem transaksi yang sering digunakan para bandar narkoba tersebut berbentuk tunai.

Baca juga: Viral Sosok Laki laki Bopong Jenazah Anaknya Pulang dari Puskesmas Tanpa Ambulans

"Setiap tahunnya, Aceh kehilangan Rp30 triliun yang hilang beredar karena ulah bandar," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, dalam keterangannya kepada Liputan6.com, Jumat malam (13/9/2019).

Hal ini tentu saja bukanlah prestasi. Jenderal bintang satu itu berharap semua pihak turut andil dalam memotong mata rantai peredaran narkoba di Aceh.

"Di sini peran kita untuk menyembuhkan dan memperbaiki. Jangan sampai sejengkal tanah Aceh menjadi lahan peredaran narkoba," tegasnya.

Baca juga: Viral Video Wanita Setengah Telanjang di Summarecon Mall Bekasi, Polisi Periksa Sekuriti dan CCTV

Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), menurutnya, muskil dilakukan jika para pihak tidak mendukung.

Saat ini, pelaksanaan inpres tersebut tengah digalakkan melalui sinergisitas antarinstansi guna mewujudkan Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Salah satu wilayah yang menyatakan ikut serta dalam proyek P4GN, yaitu, Kota Langsa.

Setidaknya, dua instansi vertikal, 29 organisasi perangkat daerah, serta lima kecamatan dari kota tersebut menyatakan ikut. Bahkan, terdapat desa yang berencana meluncurkan qanun pemberantasan narkoba dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Vios Vs Sepeda Motor, Satu Tewas Dua Orang Dirawat

Faisal menyebutkan, jumlah narapidana narkotika yang tersebar di lapas dan rutan yang ada di Aceh sepanjang 2018 mencapai 4.115. Terdiri dari 2.491 bandar, dan 1.624 pengguna.

"Kita jangan mau diatur oleh bandar, tapi kita harus cegah dan berantas bandar narkoba yang ada di Aceh sebagai musuh bersama," ucapnya.

Oleh Rino Abonita pada 14 Sep 2019, 01:01 WIB
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: Liputan6.com / Redaksi




Subscribe to receive free email updates: