Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Diduga Tak Miliki Izin, Mandor Optik Lakukan Perbuatan Tidak Terpuji Kepada Wartawan Konkrit

Borbor NewsKabupaten Bekasi – Penarikan kabel fiber optik yang dikerjakan pada malam hari di wilayah Kp. Sasak Tiga, Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan diduga tak memiliki izin ketika di konfirmasi.

Pekerjaan (penarikan kabel-red) yang dilakukan pada malam hari mendorong pewarta untuk mencari informasi, tentunya dengan menanyakan surat perintah kerja (SPK) kepada mandor di lokasi pekerjaan.
Namun pertunjukan pertama yang ditampilkan mandor tersebut ketika ditanyakan SPK-nya oleh pewarta, menampilkan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan dengan ribut mulut selanjutanya akan mengambil kamera poket dan mendorong serta mandor (pelaku-red) sempat berkata kotor berbahasa Tai.
“Mengapa tanya-tanya SPK? tanya mandor. “saya sebagai sosial kontrol (Pers) berhak bertanya, jawab pewarta. Sepertinya memang pekerjaan malam itu yang diperuntukan demi kepentingan umum memang jelas tidak berizin”. 

Salah satunya, mandor memang tidak dapat memperlihatkan surat perintah kerja SPK-nya. Sehingga malam menjelang dinihari, Rabu 10 Juli 2019 sekira jam 04.30 Wib, pewarta melaporkan mandor pekerja tarikan kabel ke Polsek Tambun.

Pagi harinya, pada hari yang sama. Pewarta juga mengkonfirmasi terkait pekerjaaan tarikan kabel kepada Ketua Rw 06 Desa Tridayasakti, dan Ketua Rw 06 pun menceritakan bahwa belum pernah datang meminta ijin ke dirinya untuk pekerjaan tarikan kabel.

Hal yang sama juga diutarakan Kadus 2, di desa yang sama. Senada dengan Ketua Rw 06, sebagai Kadus 2, ia pun menyatakan yang sama. “Belum pernah ada orang yang meminta izin datang ke rumah saya untuk pekerjaan tarikan kabel,” ujarnya.

Konfirmasi pewarta berlanjut ke Kepala Desa Tridayasakti, Suwardi Wada serta Kasie Trantib Kecamatan Tambun Selatan, Ateng Halisudin. Mereka ternyata sangat menyesalkan pekerjaan tarikan kabel yang seharusnya mengurus izin terlebih dahulu, tapi ini malah dikerjakan seenaknya.

Sampai-sampai ada korban untuk soal menanyakan SPK-nya, “Bagaimana nantinya kalau semua kerjaan tarikan kabel saluran udara maupun galian kabel pada gak pake izin yang melintas di wilayah desa saya… mana yang jadi korban wartawan lagi,” tandas Suwardi.
Sumber: Redaksi

Subscribe to receive free email updates: