News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Rumah Sakit Asy Syifa Tubaba Belum Kantongi Izin IMB Rumah Sakit dan IPAL

Rumah Sakit Asy Syifa Tubaba Belum Kantongi Izin IMB Rumah Sakit dan IPAL

Borbor News, Lampung - Rumah Sakit Asy Asyifa Medika Tulangbawang Barat belum mengantongi izin instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan izin mendirikan bangunan (IMB). Hal tersebut dikatakan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu setempat, Lukman, Senin (24/6/2019).
Foto: Dok/Lampost.co
Lukman mengatakan terkait dengan kedua izin tersebut pihaknya belum pernah menerbitkan.  

Bahkan, dirinya sudah berulangkali meminta pihak rumah sakit dapat memproses secepatnya kedua izin tersebut agar pengoperasian rumah sakit tidak bermasalah.

"Kalau IMB, pihak rumah sakit masih mengantongi izin lama, mungkin masih berstatus klinik, sementara sekarang sudah berstatus rumah sakit dan banyak bangunan sudah bertambah dan berubah. Kalau izin IPAL belum pernah kami terbitkan," ujarnya.

Dari sejumlah informasi yang diterima lanjutnya, pihak rumah sakit sedang memproses kedua izin tersebut melalui dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup. "Ada pihak rumah sakit pernah datang ngakunya izinnya sudah diproses dinas terkait. Ya. Kita tunggu saja, kalau memang memenuhi syarat akan kita proses dan terbitkan izinnya sesuai ketentuan," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Majril selaku Humas RS Asy Syifa Medika membenarkan terkait proses kedua izin tersebut. "Kalau IMB sudah ada. Tapi memang izin lama, karena saat ini ada perubahan dan penambahan bangunan dikomplek rumah sakit," kata dia.
Terkait izin IPAL, kata dia, pihak rumah sakit sedang memproses izin tempat penyimpanan limbah sementara, untuk limbah medis dan non-medis. Izin ini sedang dalam tahap proses di Dinas Lingkungan Hidup. "Izin IPAL inikan melibatkan pihak konsultan, setelah semuanya memenuhi syarat nanti dinas mengeluarkan rekomendasi dan pihak satupintu mengeluarkan izin," kata dia.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Lampung Dery Handrian menegaskan tim investigasi, maupun Majelis Kode etik Kedokteran dan Badan Pengawas Rumah Sakit, harus transparan dengan hasil pemeriksaan dugaan mal praktek dengan korban Septina (25), warga Panaragan, Tulangbawang Barat.

Menurut Dery hasil pemeriksaan tersebut bukan informasi yang dikecualikan, berdasarkan undang-undang nomor 14 tahun 2018 tentang keterbukaan informasi. "Ini bukan penindakan hukum, jadi buka informasi yang dikecualikan, harusnya pemeriksaan tersebut terbuka, baik untuk keluarga, maupun media, apalagi suami korban juga wartawan," ujarnya, Senin (24/6/2019).
SumberDok/Lampost.co / Redaksi

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

loading...