Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Roy Suryo dan Titiek Soeharto dikabarkan Gagal Melaju ke Senayan

BorborNews, KPU DIY telah menyelesaikan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu untuk DPR-RI. Hasilnya, 8 caleg DPR-RI Dapil DIY yang berasal dari 7 parpol berhasil melenggang ke Senayan.
Mereka ialah Idham Samawi (PDIP), My Esti Wijayati (PDIP), Gandung Pardiman (Partai Golkar), Subardi (Partai NasDem), Hanafi Rais (PAN), Andika Pandu Puragabaya (Partai Gerindra), Sukamta (PKS), dan Sukamto (PKB).
Siti Hediati Soeharto dari Partai Berkarya gagal ke Senayan karena hanya memperoleh 26.159 suara. Sama dengan Partai Berkarya, Partai Demokrat juga gagal meraih 1 kursi di Senayan.
Hal itu terjadi karena perolehan parpol untuk DPR-RI berjumlah 19.951 suara dan calegnya, yakni Roy Suryo hanya mampu meraup 24.415 suara. Tak hanya Demokrat, PPP juga gagal memperoleh 1 kursi di Senayan. Padahal, PPP meraup 28.317 suara untuk parpol, disusul perolehan calegnya Iip Wijayanto yang hanya 16.135 suara.
Untuk pilpres, pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01, Jokowi- Ma’ruf Amin  unggul di empat kabupaten dan satu kota di wilayah Provinsi DIY.
Jokowi-Ma’ruf meraih total 1.655.174 suara atau sekitar 69,03% dari total pemilih, sedangkan Prabowo-Sandiaga hanya mampu mendapatkan 742.481 suara atau 30,97%.
Jumlah suara sah seluruh wilayah DIY sebanyak 2.397.655 buah. Perolehan suara Jokowi-Ma’ruf terpaut sebanyak 912.693 suara dari suara Prabowo-Sandiaga.
“Semua sudah lengkap. Kita sahkan hasil perolehan suara calon presiden dan wakil presiden sesuai data yang ada,” kata Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan.
Unggul jauh
Data penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik KPU masih terus bergerak. Data itu ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id. Hingga saat ini pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin masih unggul jika dibandingkan dengan Prabowo-Sandiaga.
Hingga Sabtu (11/5) pukul 11.00 WIB, data yang masuk telah mencapai 624.615 TPS dari total 813.350 TPS. Jika dipersentasekan, jumlah tersebut baru mencapai sekitar 76,79%.
Hasil Situng sementara menunjukkan pasangan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dengan raihan suara 56,29%, sedangkan paslon nomor urut 02 mendapatkan suara 43,71%.
Jokowi-Ma’ruf Amin diketahui unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Sementara itu, Prabowo-Sandi unggul di beberapa wilayah, seperti Sumatra Barat, Suma­tra Selatan, dan Jawa Barat.
Sementara itu, untuk pemilu legislatif DPR RI, penghitungan telah dilakukan pada 310.984 TPS. Jumlah itu setara 38,2% dari total TPS yang ada.
PDIP memimpin dengan perolehan sementara sebesar 20,1% suara. Diikuti oleh Golkar 13,2%, Gerindra 11,73%, dan NasDem 9,55%.
KPU membuka help desk bagi masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data yang dipublikasi dalam Situng dengan data yang terdapat dalam hasil penghitungan suara dalam formulir C1 kuarto. KPU juga membuka akses hasil pindai formulir C1 kuarto di laman tersebut sehingga publik bisa mencocokkan dengan data yang dientri KPU dalam Situng.
Setiap orang dapat mengak­ses Situng dan mengoreksi kesalahan entri dibuat KPU. Hal itu merupakan bagian transparansi KPU sebagai penyelenggara pemilu. (AT/AU/P-1)
Sumber: Media Indonesia / Redaksi 

Subscribe to receive free email updates: