Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Kepala ULP Siak Terkesan Bungkam, KIP Riau: Penggunaan APBD Wajib Transparan!

Borbor News, Siak - Sikap yang dilakukan oleh Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) kabupaten Siak, Tekad Perbatas, dinilai kurang transparan terhadap media. Bahkan Ia terkesan bungkam dan menghindar dari pertanyaan para awak media.


Betapa tidak, dalam kurun waktu sepekan terakhir yang bersangkutan tidak bisa ditemui awak media, meskipun disaat jam kerja. Hal itu menyusul ketika hendak dikonfirmasi terkait proses lelang tender proyek renovasi gedung DPRD setempat.
“Beliau (Tekad Perbatas, red) tidak ada,”  ujar salah satu staf di kantor ULP Siak kepada awak media.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Siak, Ali Masruri menjelaskan, bahwa sesuai tugas dan fungsi wartawan, apa pun instansinya yang berhubungan dengan informasi publik wajib diinformasikan.


“Mereka (Instansi, red) berkewajiban memberikan informasi yang sebenarnya. Jangan ditutup tutupi, apalagi ini anggaran negara yang digunakan,” tegas Ali kepada Wartaporos.com, Senin (27/05).
Dikatan Ali, apalagi dengan adanya Undang-Undang (UU) Keterbukaan Informasi Publik (KIP), tentunya masyarakat diberi hak untuk mengetahui informasi secara luas.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Riau, Zufra Irwan, bahwa dari perfektif  keterbukaan imformasi, seluruh yang berkaitan dengan progress laporan penggunaan anggaran APBD yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan wajib transparan.
“Wajib hukumya badan publik menyampaikan imformasi apalagi terhadap wartawan. Apa pun yang berkaitan dengan penggunaan APBD wajib transparan, dan tidak ditutup tutupi,” tegas Zulfra, melalui sambungan selulernya, Senin (27/05).
Diberitakan sebelumnya, Tokoh Muda Lembaga Adat Melayu (LAM) Siak, Rolis Mukhtar, megindikasi ada penyimpangan pada proses lelang tender proyek renovasi gedung DPRD Siak. Ia menilai ada main mata antara panitia lelang dan perusahaan pemenang, terkait pemenangan. (Roni).


Sumber: Redaksi

Subscribe to receive free email updates: