Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI
1 2 3 4 5 6

12 Februari 2019

PPSDM Laksanakan Seleksi Direktur Poltekkes Kemenkes Tahun 2018



BorborNews, Jakarta - Kepala Badan PPSDM melalui website resmi mengumumkan tentang uji kepatutan dan kelayakan pada seleksi terbuka jabatan Direktur Poltekkes Kemenkes Tahun 2018 melalui surat Nomor KP. 03.03/I/2747/2018 tanggal 9 November 2018. Berdasarkan surat itu, ada 20 orang calon direktur dari 9 (sembilan) Poltekkes yang mengikuti uji tersebut,  yaitu Aceh, Palembang, Denpasar, Jakarta II, Semarang, Jayapura, Ternate, Kalimantan Timur dan Banjarmasin.

Merespon hal tersebut, salah satu Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA menghimbau Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI agar menetapkan pejabat Direktur Poltekkes yang bersih dari korupsi.

"Saya sangat mengapresiasi tahapan pemilihan Direktur Poltekkes yang dimulai sejak tanggal 26 November 2018. Pemilihan mulai dari pendaftaran secara online, seleksi administrasi, dilanjutkan dengan assesment dan pemilihan oleh senat serta uji kepatutan dan kelayakan oleh Badan PPSDM Kesehatan di Jakarta," ujar Wilson.

Berdasarkan surat resmi yang ditandatangani oleh Usman Sumantri selaku Kepala Badan PPSDM, proses ujian itu dilaksanakan tanggal 12-13 November 2018 di Ruang Amarilis Lantai 2 Gedung dr. Soewardjono Soerjaninggrat, SPOG, DR (HC) Jalan Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru Jaksel.

"Saya mengingatkan Kepala Badan PPSDM agar dapat menetapkan orang yang baik dan jujur pada jabatan tersebut, tolong rekam jejak itu menjadi pertimbangan terakhir dalam pengambilan keputusan," kata Wilson yang merupakan tokoh pers nasional yang gigih mengkritisi perilaku korup para pejabat itu.

"Janganlah proses pemilihan yang terlihat sangat ketat ini menjadi tidak bermakna ketika direktur yang ditetapkan ternyata orang yang tidak mempunyai integritas, tidak jujur dan mempunyai rekam jejak yang tidak baik," himbau pria lulusan pascasarjana bidang Global Ethics dari Utrecht University, Belanda.

Upaya Pemerintahan Jokowi, lanjut Wilson, yang  menginginkan birokasi yang _good governance_ harus didukung oleh semua jajaran pemerintahan di bawahnya, termasuk juga Kementerian Kesehatan RI. "Semua pihak harus ikut mendorong agar keinginan pemerintah menciptakan iklim _good governance_ segera terwujud," imbuhnya lagi.

Bentuk dukungan dalam upaya pemberantasan korupsi diawali dengan penempatan pejabat yang bersih dari kesalahan dalam pengelolaan keuangan dan bahkan mengarah pada perilaku korupsi. Hal ini harus menjadi pertimbangan khusus untuk semua jabatan di Kemenkes. "Termasuk juga jabatan direktur Poltekkes," tukas Wilson.

Menurut pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini, mengatakan pengelolaan keuangan negara harus transparans dan akuntabel. "Saya selaku Ketua Umum PPWI tidak ingin melihat masih ada pejabat-pejabat di lingkungan pemerintahan yang terus menguras uang negara untuk kepentingan pribadi atau kepentingan kelompoknya. Jika ini terus berlangsung, maka pertanyaannya adalah kapan negara kita bebas dari korupsi?" ungkap Wilson dengan tegas.

Wilson juga menambahkan: "Oleh karenanya, Saya beserta segenap pengurus PPWI provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia akan terus mengontrol roda pemerintahan untuk memperkecil peluang korupsi, termasuk juga di jajaran Poltekkes Kemenkes".

"Sudah cukuplah rakyat melihat tontonan di televisi, hampir setiap hari ada saja pejabat yang di-OTT KPK, rakyat sudah bosan dan menaruh harapan pada pemerintahan sekarang untuk terus membersihkan birokrat dari orang-orang jahat dan oportunis," pungkas Wilson yang juga menyelesaikan pendidikan masternya di Birmingham University, England dan di Linkoping University, Swedia ini. (APL/Red).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




11 Februari 2019

Ki Tong Samua Basodara, Papua Damai Papua Indonesia



BorborNews - Karena tulisan bang Deny Siregar, Ingat 20 tahun yg lalu di Jayapura yang saat itu masih ibukota provinsi Irian jaya. Saat Presiden Gus dur Irian jaya berubah menjadi Papua dengan melalui proses panjang dari aktivis orang orang asli Irian saat itu.

Tahun 1995 pertama saya pijakan kaki ini, di bumi Cendrawasi yang terkenal juga khas makanan Papeda dalam hidangan kuah ikan dan tak kalah terkenal juga buah Matoa sampai yang Gaharu yang terbaik yang nilainya begitu fantastis.

Begitulah bumi cendrawasih yang berlimpah sebenarnya sumber alam dan tidak didukung dengan sumber daya manusia untuk mereka bisa bangkit berdiri mengelola hasil alam yang Tuhan berikan kepada penduduk asli.

Saat itu, 20 tahun yang lalu. Sebagian besar tingkat ekonomi masyarakat di Jayapura masih lebih baik dibanding masyarakat asli di desa Koya, Arso dan desa lainnya. Jangankan bicara tingkat ekonominya, akses ke desa disana pun saat itu sangat sulit dikarenakan terbatasnya transportasi dan jalan yang kurang mendukung akan tetapi masyarakat asli tetap melakukan aktivis sehari hari dengan bercocok tanam dan menjual hasil kebun ke pasar di kotaraja maupun kota jayapura dengan lapak seadanya.

Sejak tahun tahun berlalu hingga tahun 1998, tak sedikit gerakan separatis melakukan intimidasi baik dengan kekerasan senjata dan sebagainya dari bentuk ketidakadilan yang mereka rasakan. Memang saya akui, ketidakadilan itu sangat luas setiap orang mengartikannya.

Tahun begitu cepat berlalu hingga tahun ini, Tahun politik 2018. Genap 20 tahun, Papua kembali bergejolak. Seperti yang kita dengar penembakan kepada pekerja pembangunan oleh Anggota yang disebut KKB.

Saya tidak ingin masuk lebih jauh ke area wacana sebab dan akibat terjadinya, karna terlalu naif bagi saya yang sekarang tidak tinggal disana.

Urusan Papua dapat diselesaikan bersama penduduk asli dan pemerintah setempat untuk dicarikan solusi, kecuali ada pihak pihak yang bermain dibelakang untuk kepentingan politik agar citra pemerintahan presiden Ir Jokowi semakin terpuruk karena situasi papua mulai bergejolak.

Saya sebagai warga Indonesia berharap masalah di Papua diseleaaikan secara damai dan jangan ada pertumpahan darah, disaat pemerintahan Jokowi sedang melanjutkan pembangunan yang masif di bumi cenderawasih.

Untuk semua masyarakat Papua agar dapat menyikapi dengan bijak agar pembangunan yang telah dan akan direncakan dapat terwujud dan kita jaga persatuan.

Akhir kata, Papua ki tong basodara.
Alumni 1998, SMU 2 N Jayapura Utara.
Gomgom Dinasti
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Tertangkap Tangan, Gadis Cantik ini di Serahkan ke Polisi



Medan, Borbor News - Melihat seorang wanita cantik, jangan langsung tertarik. Karena kecantikan itu,  bisa saja membuat kita terpukau. Salah satunya, seperti seorang wanita bernama Lenny Suryani Gulo (18) warga Jalan Menteng, Kecamatan Medan Denai. 

Ditangkap,  team penangan gangguan khusus (Pegasus ) Polsek Medan Kota, karena mencuri 9 potong pakaian dari pusat perbelanjaan Medan Mall.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani melalui Kanit Reskrim  Iptu Deny Indrawan Lubis SIK saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (14/11/2018) mengatakan"  Pencurian yang dilakukan Lenny  Senin (12/11) sekira pukul 18.00 WIB di areal Matahari Departemen Store lantai tiga gedung Medan Mall, Jalan MT Haryono, Medan.

Dimana barang hasil curiannya, dimasukkan ke dalam kantong plastik berlogo Matahari yang sudah dipersiapkannya.

"Namun perbuatan pelaku, diketahui karena saat akan keluar, alarm barang berbunyi. Sehingga ia pun diamankan petugas," ungkapnya.

Lanjut  Deny, petugas Matahari bernama Nurul Sujarwati melaporkan aksi pencurian tersebut ke Polsek Medan Kota. Sehingga, Lenny pun kemudian diserahkan dan dibawa ke Polsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


"Pelaku dan barang bukti saat ini sudah ditahan dan akan dikenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian," Ucap Iptu Deny. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Memiliki Senjata Api Rakitan, Pria Stabat Di Tangkap Polsek Patumbak


BorborNews - 
Medan, BorborNews - Seorang pria berinisial Roz (36) warga Jalan Merangin Sungai Manau, Jambi / Ampera, Kecamatan Mampu, Stabat. Berlagak seperti koboy, yang telah memiliki senjata api rakitan. Akibat perbuatanya, yang telah memilikki senjata api rakitan. Roz ditangkap Team penangan gangguan khusus (Pegasus) Polsek Patumbak, Minggu (11/11/2018) pukul 02:00 Wib. 
Saat dilakukan penangkapan, Team ( Pegasus) Polsek Patumbak,  mengamankan barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan beserta 4 butir amunisi dan 1 buah Kunci T.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi yang didampingi  Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Budiman Simanjuntak kepada Wartawan Senin (12/11/2018) mengatakan" Sebelum menangkap Roz, pihaknya saat itu sedang melaksanakan patroli di wilayah hukumnya. Namun kemudian, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di Jalan Sisingamangaraja Km 8 tepatnya di depan galon minyak ada seorang pria yang gerak-geriknya mencurigakan.
"Sehingga tim pun langsung ke lokasi dan melakukan pemantauan. Namun saat akan diperiksa, tersangka justru melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran," ungkapnya.

 Ginanjar menjelaskan, tak berapa lama kemudian, petugas berhasil menangkap pelaku dan langsung dilakukan pemeriksaan badan dan barang bawaannya.

Saat diperiksa di temukan sepucuk senjata api rakitan yang di selipkannya di pinggang sebelah kanannya. Selain itu di dalam tas sandang yang di bawa pelaku juga di temukan 3 butir peluru aktif kaliber 9 (peluru FN), 1 butir peluru aktif kaliber 0,8 (peluru revolver) dan 1 buah anak kunci T," Tegasnya.

Melihat apa yang dibawa pelaku,  pihaknya langsung memoyong Roz beserta barang bukti ke Polsek Patumbak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Tersangka dijerat dengan undang undang darurat no 12 tahun 1951," tegasnya.
Disinggung mengenai bahwasanya Roz adalah pelaku perampokan,  Ginanjar menyebutkan, hal itu masih harus ditelusuri.

"Utuk indikasi sebagai pelaku 365, hal itu masih kita telusuri," Kata orang nomor 1 di Polsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi.(Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




10 Februari 2019

Tiduri Putri Kandung Sendiri, Ayah Bejat Dilapor ke Polisi


BorborNews
Medan, Borbor News - Memang sangat bejad,  sang ayah kandung meniduri putri semata wayangnya. Padahal putri kandungnya,  berinisial  Melati masih berumur 14 tahun. Tapi sudah mendapat,  perlakuan tidak senonoh dari sang ayah bejad berinisial DP. Akibat perbuatanya, DP berurusan sama Kepolisi Polsek Delitua.

Informasi yang beredar, Jum'at (16/11/2018), korban didampingi ibu kandungnya berinisial HR, memberanikan diri mendatangi Polsek Delitua guna membuat pengaduan. Hironisnya, sang ayah bejadpun  tega mengancam akan membunuh Melati, apabila perbuatan benadnya diketuai orang lain.

Kepada petugas Kepolisian Polsek Delitua, Melati yang tinggal di Jalan Sakura Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan ini menceritakan kisah sedihnya berawal saat dirinya sedang mencuci piring di dapur rumah.


“Saat itu saya sedang mencuci piring, tiba-tiba ayah datang dari belakang dan mengajak saya kedalam kamar. Didalam kamar ayah membuka bajuku satu persatu dan langsung menyetubuhiku,” ujar Melati kepada petugas Kepolisian.

Namun aksi ayah bejat ini akhirnya terkuak setelah HR ibu Melati memergokinya. “Sewaktu saya pulang ke rumah melihat pintu tidak terkunci. Karena pintu rumah tidak terkunci, saya langsung masuk ke dalam rumah. Disaat itu saya terkejut saat melihat kedalam kamar, suamiku edang diatas perut putrinya sendiri,” ujar HR.


Kejadian memilukan itu membuat HR sontak menjerit, namun DP langsung membekap mulut HR dan menyuruhnya diam. Pelaku langsung mengancam akan membunuh HR dan Melati apabila kelakuan bejatnya dilaporkan ke pihak kepolisian. Merasa nyawanya terancam, HR pun terdiam dan tidak banyak berbicara.

HR dan korban akhirnya pergi mengungsi ke rumah sanak saudaranya di daerah Kota Medan. HR pun menceritakan kejadian yang dialaminya. Mendengar perkataan korban dan ibunya. Pihak saudara jadi panik dan mencoba mencari tersangka. Namun pelaku tidak ditemukan. Hingga akhirnya pihak keluarga mengambil kesepakatan untuk melaporkan DP ke kantor Polisi.


Ternyata aksi bejat yang dilakukan ayah kandung ini sudah berulang kali. Itu dilakukan saat istrinya HR tidak berada dirumah dan berjualan di Pasar Melati. Korban berulang kali ditiduri ayah kandungnya. Aksi dilakukannya ketika Melati pulang sekolah dan saat menjelang sore hari.
Akibat perlakuan ayah kandung yang bejat, korban terlihat mengalami trauma yang saat dalam. Bahkan korban ketakutan apabila melihat laki-laki yang akan mendekatinya. “Traumalah pak anakku ini, karena terus-terusan diperkosa ayah kandungnya sendiri. Biadab kali memang dia, sudah tidak kerja malah perkosa anaknya yang masih belia,” kata ibu korban dihadapan petugas.


Kapolsek Delitua kompol BL Malau membenarkan laporan korban. ” Korban sedang diperiksa dan selesai di visum, pelaku akan langsung kita kejar,” ujar Kapolsek. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




10 Januari 2019

Seorang Mekanik Nyaris Tewas Di Amuk Warga Medan Marelan


BorborNews,  Belawan - Pangeran  Adi Guna Hasibuan ( 32)  seorang pekerja Mekanik warga Jalan Kapten Rahmad Buddin Lingkungan 15,  Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Nyaris tewas, di amuk warga dekat rumahnya sendiri, Senin ( 3/12/2018. Pasalnya pelaku nekat membobol  rumah korban bernama Ramli (53),  yang tak lain tetangganya sendiri.

Atas kenekatan pelaku membobol rumah korban, ia berhasil mengambil barang milik korban berupa Camera merek Canon. Tapi aksi pencurian yang dilakukan pelaku,  warga ada yang melihat. Warga yang sudah emosi , langsung membabi buta menghajar pelaku hingga nyaris tewas.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis,Sh,Mh mengatakan" Awal penangkapan pelaku, bermula saat ada informasi dari masyarakat bahwasanya telah diamankan seorang pelaku bongkar rumah milik korban Ramli (53) wargabJalan Kapten Rahmad Buddin Lingkungan 15,  Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

"Begitu dapat informasi tersebut,Piket reskrim Polsek Medan Labuhan beserta babinkamtibmas terjun ke Tempat Kekadian Perkara (TKP) yang dipimpin Panit Reskrim Ipda T. Tampubolon dan menemukan satu orang laki-laki dewasa dalam keadaan luka disekujur wajah serta mengeluarkan darah dari telinga,hidung,pelipis kiri dan mulut. Diduga sebagai tersangka pencurian bongkar rumah yg tertangkap dan diamuk warga. 

Tergeletak tidak sadarkan diri di halaman rumah korban.Dimana pelaku berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor Suzuki FU membongkar rumah korban tertangkap warga sehinga dilakukan pengejaran dan berhasil menangkap satu tersangka atas nama Pangeran Adi Guna Hasibuan."Ujar Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH kepada wartawan,Selasa (4/12/2018).

Ikhwan Lubis menjelaskan, modus Pelaku yang merupakan warga satu lingkungan dengan korban masuk kedalam rumah korban  pada saat rumah kosong ditinggal kerja pemilik rumah.
Pelaku masuk kedalam rumah korban , melalui pintu belakang dengan merusak sarang kunci pintu.

"Berawalnya,  korban yang sedang berada di rumah makan miliknya di Kelurahan Paya Pasir di telpon oleh tetangga atas nama Rustam bahwa rumah korban kebongkaran dan pelakunya sudah ditangkap warga, lalu korban langsung menuju rumahnya dan setibanya dirumah, korban melihat pintu rumah belakangnya sudah terbuka dengan merusak sarang kunci, pada kamar tidur pakaian sudah  berserakan di lantai dan mengecek barang-barang, yang hilang yaitu satu unit kamera digital merk Canon."Papar orang Nomor 1 di Polres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH.

Ikhwan Lubis menyebutkan. Atas peristiwa itu , pelaku dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda sumut guna mendapatkan pertolongan medis.

"Barang bukti yang telah diamankan berupa satu unit Kamera Digital merk Canon warna Hitam dan satu unit Sepeda Motor Suzuki FU warna hitam BK.5937ACL milik pelaku."Pungkasnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




25 Desember 2018

Polres Pelabuhan Belawan Dan Jajarannya Melakukan Pengamanan 156 Gereja di Malam Natal


BorborNews
Belawan - Umat kristiani yang melaksanakan ibadah dan merayakan hari Natal tahun 2018, tidak perlu risau. Pasalnya Polres Pelabuhan Belawan dan jajaranya, melaksanakan pengamanan 156 Gereja, khususnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH, Selasa ( 25/12/2018)
mengungkapkan, dalam pengamanan 156 Gereja dilibatkan 312 personel yang dipimpin oleh pemimpinya masing - masing. Pengamanan dilaksanakan, Senin tanggal (24/12/2018) pukul 19:00 Wib.

156 Gereja yang diamankan, khususnya wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, seperti wilayah hukum Polsek Belawan sebanyak 43 Gereja, wilayah hukum Polsek Medan Labuhan sebanyak 83 Gereja, wilayah hukum Polsek Hamparan Perak sebanyak 30 Gereja" Ujarnya.

Ikhwan Lubis menjelaskan. Pengamanan dilaksanakan dengan cara terbuka maupun tertutup. Pengamanan tersebut, bekerja sama dengan pihak pemuda Gereja serta panitia pelaksana ibadah malam Natal.

Selain itu, saya beserta PJU Polres Pelabuhan Belawan melakukan Patroli ke lokasi yang menjadi prioritas. Untuk mengatur arus Lalu Lintas, yang rawan kemacetan seperti lokasi depan Gereja jemaat baru pulang ke rumahnya masing - masing, diatur oleh juga personel Polres Pelabuhan Belawan. 

Selama pengamanan, Gereja  tempat umat kristiani  beribadah dimalam Natal terlaksana. Situasi Kambtimas dalam keadaan aman dan baik" Kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.