Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI

30 November 2018

Rian Laksana: Caleg Muda PSI Siap Bangun Kabupaten Banyuasin


BorborNews, Banyuasin - Siapa sangka tanpa menduga, Pergeseran perpolitikan di Indonesia mulai bergeser ke usia muda, seperti yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia besutan Grace Natalie.

Caleg PSI yang sebagian besar dari kalangan muda dipersiapkan dapat membangun bangsa dari pemikiran muda kreatif berkelanjutan, contohnya Rian Laksana caleg usia 26 tahun ini turut warnai politikus muda kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Rian Laksana anak ke3 Putra dari 4 bersaudara dari Bapak Agus salim dan ibu Atik suarsih lahir di Palembang 10 November 1993 bertempat tinggal di Komplek kenten sejahtera blok o no 1 RT/Rw 008/004 kel kenten kecamatan talang kelapa.

Rian mulai turun memperkenalkan dirinya ke warga dapil sumsel 10, dengan cara membagikan kartu nama dan menyerap aspirasi warga sekitar disukomoro dan gasing 23 september 2018 lalu.

Rian turun bersama rekan seperjuangan, oh chie yung caleg dprd kabupaten Banyuasin dapil 6 talang kelapa - Tanjung lago menampung keluhan dan yang dibutuhkan menjadi catatan untuk diperjuangan nantinya bila duduk sebagai wakil rakyat.

Rian menuturkan ada beberap program yang akan difokuskan, antara lain: Meningkatkan ekonomi kreatif, Pemberdayaan perempuan, anak putus sekolah dan peningkatan air bersih sampai pelosok desa, ucapnya.

Rian mengaku, dengan hadirnya politisi muda yang optimis akan mempercepat pembangunan untuk mewujudkan aspirasi dari masyarakat yang selama ini belum cukup menjawab masalah masalah didaerah pilihannya.

Memang, masalah Korupsi menjadi masalah nasional yang menghambat pembangunan selama ini. itu sebabnya, saya akan turut serta memerangi korupsi agar terciptanya pembangunan yang berkesinambungan, tegas Rian.

Jadi, saya mohon doa restu khususnya warga dapil saya, untuk turut serta mengawasi saya sebagai wakilnya nanti di Legislatif Prov sumsel khususnya kabupaten Banyuasin. Saya Rian Laksana No urut 6 siap maju memperjuangkan aspirasi warga dan mengawal untuk kemajuan kabupaten Banyuasin, Ucapnya menutup wawancara kepada BorborNews. (Tim).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




22 November 2018

Mohamad Guntur Romli: Perbedaan Syariah, Fiqih dan Perda Syariah


Perbedaan Syariah, Fiqih dan Perda Syariah
Tidak mendukung Perda Syariah tidak berarti menolak Syariah. Karena ada perbedaan antara Syariah dan Perda Syariah. Secara sederhana, Syariah langsung dari Ilahi, sedangkan Perda Syariah buatan politisi.
Jarak antara Syariah dan Perda Syariah juga sangat jauh, di antara keduanya juga ada fiqih.
Saya ingin mengajak anda untuk membedakan Syariah, Fiqih dan Perda Syariah, agar tidak mudah menyamakan antara ketiganya, apalagi menyamakan Syariah dan Perda Syariah.
Syariah
Syariah adalah kumpulan hukum yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhamamd Saw dalam Al-Quran dan Sunnah.
مجموعة الأحكام التي نزل بها الوحي على محمد بن عبد الله صلى الله عليه وسلم
Syariat bersifat suci, abadi, kekal dan ilahi. Syariah tidak bersifat salah, cela dan lupa. Syariah meliputi hukum yang mengatur seluruh kehidupan seorang hamba Allah, mulai dari keyakinan (aqidah), tindakan (amaliyah) dan perasaan (wujdaniyah).
Sedangkan fiqih adalah ikhtiar luar biasa (ijtihad) dari pemahaman ulama-ulama ahli terhadap Syariah tadi yang terkait dengan tindakan manusia. Fiqih merupakan usaha manusiawi untuk memahami hukum Ilahi (Syariah) dan bersifat lebih khusus karena terkait tindakan saja (amaliyah), bukan aspek keyakinan (aqidah yang merupakan bahasan Ilmu Kalam/Aqidah) dan bukan aspek rasa (wujdaniyah yang menjadi bahasan Ilmu Tasawuf/Akhlaq).
Fiqih
Definisi fiqih adalah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang terkait tindakan (amaliyah) yang digali dari dalil-dalil yang terperinci.
هو العلم بالأحكام الشرعية العملية المستنبطة أي المُستخرجة من أدلّتها التفصيلية
Fiqih mengenalkan banyak versi karena merupakan usaha manusiawi, berbeda dari Syariah yang Ilahi yang hanya satu versi.
Perbedaan dalam fiqih dikenal dengan istilah madzahib (madzhab-madzhab fiqih yang sering dikaitkan dengan Imam Utamanya/Mujtahid), ada Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i, Madzhab Hambali, dll).
Berbeda dari Syariah yang suci, fiqih yang merupakan usaha pemahaman manusiawi bisa salah, maka di antara keragaman pendapat dalam fiqih dikenal istilah toleransi. Hal ini termaktub dalam kaidah:
رأيي صَوابٌ يَحتَمِلُ الخَطأ، و رأيُ غَيري خَطأ يَحتَمِلُ الصَّوابَ
Pendapatku bisa benar, namun bisa salah. Pendapat orang lain salah tapi bisa benar.
Kaidah tadi bukan mau menisbikan pemahaman fiqih seorang ulama, tapi agar kita tidak memutlakkan pendapat fiqih semutlak Syariah.
Tidak Bisa Bersyariah tanpa Fiqih
Meskipun fiqih tidak semutlak Syariah bukan berarti fiqih tidak penting. Bahkan sebaliknya, kita tidak bisa memahami dan melaksanakan Syariah tanpa fiqih! Sekali lagi kita tidak bisa memahami dan melaksanakan Syariah tanpa fiqih!
Misalnya, shalat adalah Syariah Allah, tapi kita tidak bisa menunaikan shalat tanpa fiqih. Mengapa?
Karena pembahasan jenis, aturan dan tata cara shalat, mulai syarat wajib dan sah, rukun-rukun, hal ihwal yang membatalkan hingga sunnah-sunnah (keutamaan) dalam shalat pembahasannya hanya ada dalam fiqih. Intinya kita tidak bisa menghindar dari fiqih dalam bersyariah.
Kita tahu yang wajib shalat hanyalah orang Islam, sudah aqil-baligh, shalat hanya sah kalau yang mau shalat suci dari hadats, menutupi aurat, hadap kiblat dst, kemudian tata cara shalat mulai dari niat, takbiratul ihram hingga salam, terbukanya aurat bisa membatalkan shalat dst, ini semua kita tahu dari pembahasan fiqih.
Namun meskipun fiqih adalah hasil ijtihad ulama ahli tapi semuanya berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran, Hadits, Ijma’ (Kesepakatan Ulama) dan metode penalaran hukum Islam lainnya seperti qiyas (analogi) dll.
Fiqih juga disusun oleh ulama ahli, bukan sembarangan orang. Ulama fiqih bukan seperti yang kita kenal dari model ustadz produk TV, dai, penceramah, ustadz seleb, atau gelar ulama yang baru ada kalau ada momen politik. Ulama adalah ahli yang menguasai ilmu Al-Quran dan tafsirnya, ilmu hadits dan musthalahnya, ilmu Ushul dan Qawaid Fiqih dan metode penggalian hukum (istinbathul ahkam), menguasai ilmu bahasa dan sastra Arab,  ilmu sejarah dan ilmu-ilmu modern sebagai perbandingan serta mengikuti isu-isu kontemporer.
Perda Syariah
Perda adalah singkatan dari Peraturan Daerah. Peraturan Daerah adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan persetujuan bersama Kepala Daerah (gubernur atau bupati/wali kota). Peraturan Daerah terdiri atas: Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota.
Perda Syariah menurut definisi dari Dani Muhtada, Ph.D, Staf pengajar pada Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang yang meraih gelar S3 dari Northern Illinois University, Amerika Serikat, dengan judul disertasi “The Mechanisms of Policy Diffusion: A Comparative Study of Shari’a Regulations in Indonesia” (Mekanisme Penyebaran Kebijakan: Studi Perbandingan Perda-Perda Syariah di Indonesia), Perda Syariah adalah “setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah yang secara langsung maupun tidak langsung terkait, atau setidak-tidaknya dianggap terkait, dengan hukum atau norma-norma ke-Islaman”.
Dari data yang dikumpulkan oleh Dani Muhtada, Ph.D “hingga pertengahan 2013 menunjukkan bahwa jumlah perda syariah di Indonesia mencapai 422 buah. Dari jumlah termasuk, sebanyak 358 peraturan lahir dalam bentuk “Peraturan Daerah” (yaitu peraturan lokal dikeluarkan atas persetujuan bersama antara eksekutif dan legislative daerah) dan 64 peraturan lahir dalam bentuk non-Perda, yang meliputi: Peraturan Kepala Daerah” (Perbup/Perwali), Instruksi Kepala Daerah, atau Surat Edaran Kepala Daerah.”
Menurut Dani Muhtada, Ph.D pula “bila ditinjau dari kategorisasi perda syariah, dari 422 perda tersebut, sebanyak 170 (40%) perda berisi tentang moralitas, 62 (15%) perda mengatur soal zakat, 59 (14%) perda
terkait dengan keimanan Islam, 39 (9%) perda terkait dengan keuangan Islam, 27 (6%) perda terkait dengan pendidikan Islam, 25 (6%) perda terkait dengan busana Muslim, serta 40 (10%) perda terkait dengan aturan-aturan di luar keenam hal di atas”.
Perbedaan Syariah, Fiqih dan Perda Syariah
Kesimpulannya ada perbedaan antara Syariah, Fiqih dan Perda Syariah. Syariah adalah hukum suci dan abadi langsung dari Allah Swt. Fiqih adalah ikhtiar intelektual luar biasa dari ulama ahli dalam menggali hukum-hukum Islam dari Syariah. Sedangkan apa yang disebut Perda Syariah adalah Peraturan Daerah yang dibuat dan ditetapkan oleh kumpulan politisi dan birokrasi daerah.
Syariah sifatnya suci, mutlak, tidak ada diskusi dan abadi. Fiqih meskipun usaha pemahaman luar biasa dari ulama ahli tetap ada sisi manusiawi yang tidak semutlak Syariah, karenanya ada perbedaan pendapat dan terus menerus dipahami melihat konteks dan isu yang berkembang.
Sedangkan Perda yang dibuat oleh para politisi dan birokrasi (bukan ulama ahli) yang di sana ada motif kekuasaan dan elektoral (ingin dipilih) ada dalam ranah “politik kekuasaan”, Perda bisa tidak didukung, bisa direvisi, bisa ditolak, bisa dibatalkan.
Oleh karena itu, kita tidak boleh menyamakan apa yang disebut dengan “Perda Syariah” dengan “Syariah” itu sendiri. Karena keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. “Syariah” dalam Perda lebih banyak terkait dengan label, branding dan marketing politik daripada ikhtiar luar biasa untuk menggali hukum Islam seperti yang ditunjukkan dalam tradisi fiqih dan kemampuan/kelayakan (kompetensi) dan keutuhan moral dan etika (integritas) ulama ahli.
Maka, tidak mendukung Perda Syariah tidak berarti menolak Syariah. Perda sifatnya memang bisa didukung, diterima, direvisi, bahkan dibatalkan. Sedangkan Syariah bersifat mutlak, suci, tidak bisa direvisi dan abadi.
Mohamad Guntur Romli
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber:  www.gunromli.com / Redaksi




18 November 2018

Poldasu dan Jajaran Ungkap 15 Kasus Narkoba, 34 Tersangka Beserta 32 Kg Sabu



Medan, Borbor News - Ditres Narkoba Poldasu, Polres Sergai dan Polres Tanjung Balai dalam 12 hari berhasil mengungkap 15 kasus narkoba jaringan internasional dengan mengamankan 34 tersangka beserta barang bukti 32 Kg sabu dan ratusan butir pil ekstasi.

Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung saat ditemui wartawan di Depan Kantor Ditres Narkoba Poldasu mengatakan" Penangkapan pertama pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018 sekira pukul 14.30 Wib di Jalan Sei Silau Perumahan Wahid Hasyim Garden No. B-12 Kelurahan Padang Bulan Selayang I  Kecamatan Medan Selayang tepatnya di dalam rumah.

“Dilakukkan penangkapan terhadap 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial MM dan FBH 2 dengan barang bukti 2 (dua) bungkus plastik putih tembus pandang yang berisikan Narkotika jenis shabu seberat 182 (seratus delapan puluh dua) gram, 1 (satu) buah tas ransel warna coklat merk Polo Cavallo, 3 (tiga) unit handphone. Modus para pelaku memasukkan Narkotika jenis shabu seberat 182 (seratus delapan puluh dua) gram ke dalam  tas ransel warna coklat merk Polo Cavallo,” ujar Direktur Narkoba Poldasu didampingi Pejabat Utama, Selasa (13/11) sekira pukul 14.00 Wib.
Lanjutnya, penangkapan kedua pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018 sekira pukul 15.00 Wib  di Jalan Gatot Subroto Kecamatan Medan Baru Kota Medan tepatnya di depan Bank BRI Ayahanda dan berhasil menangkap 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial AS, HPAS dan LF.

Dari ketiga pemuda tersebut diamankan barang bukti 1 (satu) buah plastik warna putih yang didalamnya terdapat 2 (dua) bungkus plastik klip tembus pandang yang berisikan Narkotika Jenis shabu dengan berat keseluruhan seberat 198 (seratus sembilan puluh delapan) gram4, (empat) unit handphone. “Modus para tersangka memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 198 (seratus sembilan puluh delapan) gram kedalam plastik warna putih,” ujarnya.

Penangkapan ketiga pada hari Kamis tanggal 01 Nopember 2018 sekira pukul 08.30 Wib di Bandara Kualanamu Internasional di Jalan Tol Medan Kualanamu Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang tepatnya di Gate Kualanamu, dan berhasil mengamankan 2 (dua) orang tersangka perempuan dengan inisial HA dan NN.

“Dari tersangka disita barang bukti 1 Kg Sabu, 2 (dua) pasang sandal, 3 (tiga) unit handphone, 1 lembar tiket Pesawat Medan – Jakarta QG913 a.n. NISA / NAJLIN dan 1 lembar tiket Pesawat Medan – Jakarta QG913 a.n. AHMAD / HALIMAH. Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 1.000 (seribu) gram (1 Kg) ke dalam 2 (dua) pasang sandal yang dipergunakan,” ujarnya.
Penangkapan keempat Pada hari Kamis tanggal 01 Nopember 2018 sekira pukul 20.00 Wib  di Jalan Sei Mencirim Desa Suka Maju Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang tepatnya di dalam rumah, dengan mengamankan 1 (satu) orang tersangka laki-laki dengan inisial A.

“Barang bukti yang disita Narkotika jenis shabu seberat 1.813 (seribu delapan ratus tiga belas) gram dengan perincian 1 (satu) bungkus plastik teh warna emas bertuliskan tulisan cina merk Guanyinwang yang berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 856 (delapan ratus lima puluh enam) gram, 1 (satu) bungkus plastik teh warna emas bertuliskan tulisan cina merk Daguanyin yang berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 957 (sembilan ratus lima puluh tujuh) gram, 2 (dua) unit handphone, 1 (satu) buah tas warna hitam. Modusnya  memasukkan Narkotika jenis shabu seberat 1.813 (seribu delapan ratus tiga belas) gram ke dalam tas warna hitam,” ujarnya.

Penangkapan kelima pada hari Kamis tanggal 01 Nopember 2018 sekira pukul 20.30 Wib  di Jalan Iling Simpang Kantor Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan Kota Medan, telah diamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial AH dan WM. Dari tersangka diamankan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik klilp tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 97,82 (sembilan puluh tujuh koma delapan puluh dua) gram . “Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 97,82 (sembilan puluh tujuh koma delapan puluh dua) gram ke dalam plastik klip tembus pandang,” ujarnya.

Penangkapan keenam pada hari Jumat tanggal 02 Nopember 2018 sekira pukul 00.10 Wib di Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Amplas Kota Medan tepatnya di depan pintu gerbang tol, diamankan 1 (satu) orang tersangka laki-laki dengan inisial FYAP dengan barang bukti 200 (dua ratus) gram shabu, 1 (satu) unit handphone. “Modusnya emasukkan Narkotika jenis shabu seberat 200 (dua ratus) gram ke dalam plastik assoy warna hitam,” ujarnya.

Penangkapan ketujuh pada hari Jumat tanggal 02 Nopember 2018 sekira pukul 07.00 Wib  di jalan Bilal Gang Musyawarah 456 Kel. Pulo Brayan Darat I Kecamatan Medan Timur Kota Medan tepatnya di dalam rumah dan berhasil menangkap 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial M, Y dan A dengan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik warna hijau didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus plastik teh warna emas bertuliskan tulisan cina merk Guanyinwang yang berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 992 (sembilan ratus sembilan puluh dua) gram, 3 (tiga) unit handphone dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda warna hitan dengan nomor polisi BK 6721-AGK. “ Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 992 (sembilan ratus Sembilan puluh dua) gram ke dalam plastik warna hijau,” ujarnya.

Penangkapan kedelapan pada hari Minggu tanggal 04 Nopember 2018 sekira pukul 13.00 Wib di pinggir jalan Letda Sujono Simpang Jalan Padang Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung Kota Medan dan Jalan William Iskandar Kelurahan Kenanganan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tepatnya di belakang Sekolah MTSN Islamic Center, diamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial MFI dan I dengan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik teh warna emas bertuliskan tulisan cina merk Daguanyin yang berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 500 (lima ratus) gram dan 1 (satu) unit handphone. “Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 500 (lima ratus) gram ke dalam plastik teh warna emas bertuliskan tulisan cina merk Daguanyin,” ujarnya.

Penangkapan kesembilan pada hari Selasa tanggal 06 Nopember 2018 sekira pukul 15.45 Wib di Jalan Rawa I Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Area Kota Medan tepatnya di pinggir jalan, diamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial AHR dan TMA dengan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik bening tembus pandang yang berisikan Narkotika Jenis Pil Epilon sebanyak 55 (lima puluh lima) butir berwarna kuning berlogo Twetty dengan berat keseluruhan seberat 14,46 gram dan1 (satu) unit handphone. “Modusnya emasukkan Narkotika jenis Pil Epilon sebanyak 55 (lima puluh lima) butir ke dalam plastik bening tembus pandang,” ujarnya.

Penangkapan kesepuluh dilakukan hari Rabu tanggal 07 Nopember 2018 sekira pukul 22.00 Wib di Komplek Taman Hako Indah (THI) Jalan Melati No. 88 Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia Kota Medan, diamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial RN dan 1 (satu) orang tersangka perempuan YY dengan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik teh cina warna hijau merk Qing Shan berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 1.000 (seribu) gram, 1 (satu) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 100 (seratus) gram, 3 (tiga) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 11 (sebelas) gram, 2 (dua) unit handphone, 1 (satu) unit timbangan elektrik, 4 (empat) buah buku catatan penjualan, 1 (satu) unit mobil merk Datsun GO warna merah nomor polisi BK 1408-UD dan 1 (satu) unit sepeda motor merk Vario warna putih nomor polisi BK 4829-PAZ. “Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 1.111 (seribu seratus sebelas) gram ke dalam box gabus warna putih,” ujarnya.

Penangkapan kesebelas pada hari Kamis tanggal 08 Nopember 2018 sekira pukul 19.30 Wib di Jalan Dr. Mansyur Kecamatan Medan Baru Kota Medan tepatnya di dalam rumah Komplek USU, diamankan 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial CBMS, AN dan AIN dengan barang bukti 1 (satu) Kotak kardus dibalut dengan plastik warna putih bertuliskan Fradile yang berisikan 5 (lima) bungkus plastik klip bening tembus pandang yang didalamnya berisikan Narkotika Jenis shabu dengan berat keseluruhan seberat 500 (lima ratus) gram, 2 (dua) unit handphone dan1 (satu) unit becak bermotor merk Jetwin tanpa nomor Polisi berwarna hitam. 

“Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 500 (lima ratus) gram ke dalam plastik klip bening tembus pandang kemudian dimasukkan ke dalam kotak kardus dibalut dengan plastik warna putih dan dibawa menggunakan becak bermotor merk Jetwin,” ujarnya.

Penangkapan keduabelas  pada hari Kamis tanggal 08 Nopember 2018 sekira pukul 10.00 Wib di Jalan Kaswari Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan tepatnya di doosmeer Galaksi, diamankan 3 (tiga) orang tersangka laki-laki dengan inisial Z, MI dan A dengan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik teh merk Guanyinwang yang berisikan Narkotika Jenis Shabu seberat 1.000 (seribu) gram dan 3 (tiga) unit handphone. 

“Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 1.000 (seribu) gram ke bungkus plastik teh merk Guanyinwang,” ujarnya.

Penangkapan ketigabelas pada hari Rabu tanggal 07 Nopember 2018 sekira pukul 01.30 Wib di Dusun I Dasa Perupuk Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara, diamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial M dan AR. 

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 08 Nopember 2018 sekira pukul 17.00 Wib di Perumahan Taman Permata Indah Pasar 2 Ring road Kec. Medan Sunggal, telah dilakukan penangkapan terhadap 4 (empat) orang tersangka laki-laki dengan inisial F dan TT, AR dan M dengan barang bukti 24 (dua puluh empat) bungkus plastik teh cina kemasan warna kuning keemasan merk Guanyinwang berisikan Narkotika Jenis Shabu dengan berat keseluruhan seberat 24.000 (dua puluh empat ribu) gram dan 2 (dua) unit handphone. 

“Modusnya emasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 24.000 (dua puluh empat ribu) gram ke bungkus plastik teh cina kemasan warna kuning keemasan merk Guanyinwang selanjutnya dimasukkan ke dalam jala,” ujarnya.

Selain itu Polres Serdang Bedagai juga berhasil mengungkap jaringan narkoba pada hari Kamis tanggal 08 Nopember 2018 sekira pukul 02.00 Wib di Lingkungan VI Desa Tualang Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, dengan mengamankan 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial R dan A berikut barang bukti 1 (satu) bungkus plastik berwarna kuning emas bertuliskan Refined Chinese Tea  berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 850 (delapan ratus lima puluh) gram, 1 (satu) bungkus plastik tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 50,94 (lima puluh koma sembilan puluh empat) gram, 1 (satu) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 25,97 (dua puluh lima koma sembilan puluh tujuh) gram, 1 (satu) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 14,36 (empat belas koma tiga puluh enam) gram, 2 (dua) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 2,08 (dua koma nol delapan) gram , 1 (satu) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika Jenis shabu seberat 1,16 (satu koma enam belas) gram, 1 (satu) unit timbangan elektrik.

“Modusnya memasukkan Narkotika Jenis shabu seberat 850 (delapan ratus lima puluh) gram ke bungkus plastik bungkus plastik berwarna kuning emas bertuliskan Refined Chinese Tea  dan 94,51 (sembilan puluh empat koma lima puluh satu) gram ke dalam plastik klip tembus pandang,” ujarnya.

Sedangkan Polres Tanjung Balai pada hari Kamis tanggal 08 Nopember 2018 sekira pukul 20.30 Wib di Jalan Sungai Dua Gang Futsal Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai berhasil menangkap 2 (dua) orang tersangka laki-laki dengan inisial DH dan FR.

Dari kedua tersangka diamankan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik warna putih tembus pandang berisikan Narkotika Jenis Pil Ecstasy sebanyak 200 (dua ratus) butir warna merah muda merk Hello Ketty setelah dilakukan penimbangan seberat 55 (lima puluh lima) gram dan 2 (dua) unit handphone. “Modusnya memasukkan Narkotika jenis Pil Ecstasy sebanyak 200 (dua ratus) butir ke dalam plastik klip tembus pandang,” ujarnya.

Adapun total jumlah tersangka dan barang bukti dari 15 kasus ini sebanyak 34 tersangka dan 32.538,33 (tiga puluh dua ribu lima ratus tiga puluh delapan koma tiga puluh tiga) gram atau 32,53 (tiga puluh dua koma lima puluh tiga) Kg shabu, 200 (dua ratus) butir Pil Ecstasy warna merah muda merk Hello Ketty setelah dilakukan penimbangan seberat 55 (lima puluh lima) gram serta 55 (lima puluh lima) butir Pil Epilon berwarna kuning berlogo Twetty dengan berat keseluruhan seberat 14,46 gram (Narkotika golongan I jenis baru sesuai dengan Permenkes RI No. 20 Tahun 2018 tanggal 04 Juni 2018 ttg Perubahan Penggolongan Narkotika dengan no urut 127 : EPILON, nama lain N-ETILPENTILON)

“ Pasal yang dilanggar  Pasal 114  Ayat (2) dan atau  Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika),” ujarnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Pegasus Unit Ranmor Polrestabes Medan Ciduk 2 Pelaku Pencuri Sepeda Motor


B
Borbor News, Medan - Pencurian sepeda motor, lagi marak di Medan sekitarnya. Khususnya dipinggiran kota. Jadi, masyarakat jangan lupa mencabut kunci dari stop kontak. Pasalnya, team penangan gangguan khusus (Pegasus) Unit Ranmor Polrestabes Medan, baru menciduk dua pelaku pencurian sepeda motor.

Kedua pelaku bernama Ronny (39) warga Jalan S.Parman Gang Langgar Medan, M.Yusuf Siregar  alias Yuduf (34) warga Jalan Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang.

Kasubbag humas Polrestabes Medan, Kompol Subroto dalam pesan Whatsapnya, Jum'at (16/11/2018) mengatakan" tertangkapnya kedua tersangka, oleh team (Pegasus) Unit Ranmor Polrestabes Medan. Atas pengaduan korban , bernama  Frans Suryadi Nababan (30) warga Jalan Taduan Nomor 5 Medan" Ujarnya.

Subroto menjelaskan.Berawal kejadian, saat korban memarkirkan sepeda motor Honda Revo dengan Nomor Polisi BK. 2713 AFV miliknya , di Jalan Pelita VI tepatnya depan sekolah dasar (SD) Budi Murni, Senin tanggal (12/11/2018. Korban yang lupa, mencabut kunci dari stop kontaknya. Sewaktu korban kembali berniat ingin mengambil kunci yang tertinggal, di stop kontak sepeda motor miliknya. Korban sontak terkejut, melihat sepeda motornya  sudah tidak ada lagi, ditempat semula korban memarkirkanya.


" Korban Frans Suryadi Nababan,  yang tidak mau hilang begitu saja sepeda motor miliknya. Korban mendatangi Polrestabes Medan, guna membuat pengaduan. Begitu menerima pengaduan korban, team ( Pegasus) Unit Ranmor Polrestabes Medan melakukan penyeludikan, di tempat kejadian perkara ( TKP). Atas kesigapan, team ( Pegasus) Unit Ranmor Polrestabes Medan. Kedua pelaku, bernama Ronny dan M.Yusuf Siregar alias Yuduf, berhasil diciduk team ( Pegasus) Unit Ranmor Polrestabes Medan, Kamis tanggal (15/11/2018) pukul 15:00 Wib. 

Saat diintrogasi oleh petugas, kedua pelaku mengaku telah mencuri sepeda motor korban. Lalu kedua pelaku,  beserta barang bukti 1 Unit sepeda motor Honda dengan Nomor Polisi BK.3513 HZ .Yang digunakan kedua pelaku,  melakukan kejahatan di boyong petugas, ke Mapolrestabes Medan guna menjalanni pemeriksaan selanjutnya" Ucar Kasubbag Humas Polrestabes Medan, Kompol Subroto. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




13 November 2018

Forum Kalimantan Barat & Pusdal Soksi Lakukan Baksos Kepada Anak anak Sekolah



BorborNews , Jakarta - Misi kemanusian tidak akan tenggelam dengan hiruk pikuk kampanye tahun pemilu yang sedang berjalan dan akan terus berjalan menabur kebaikannya ditengah2 rakyat yang membutuhkan sentuhan tangan2 dermawan yang peduli kepada anak anak sekolah, seperti yang dilakukan Pusdal Soksi bersama Forum Kalimantan di daerah pasar senen dalam VI no 11 Jakarta Pusat, Selasa 13 Nov 2019.

Acara yang ditujukan kepada anak anak sekolah ini bertujuan untuk menghargai jasa Pahlawan, seperti seruan Bung Karno dengan tulisan serta suaranya "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya".

Dibawah pimpinan Bapak Petrus Marwan dan ketua wil tengah Pusdal Soksi Bapak Valentino barus bersama 60 peserta anak anak sekolah dan didampingan orangtua, memberi hiburan dan pertanyaan seputar nama Presiden RI yang pertama hingga sekarang.

Tidak sedikit yang mengetahui dari pertanyaan tersebut, ucap Petrus. Terpenting kita perlu memberitahu dan menanamkan budi pekerti dari nilai pancasila yang telah dibuat oleh pahlawan yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan.

Senada komentar dari Hotma Roland Pasaribu yang peduli melakukan kegiatan sosial didaerah kota Depok, mengapresiasikan kegiatan baksos dengan tema acara tersebut.

Hotma yang merupakan Caleg dari PSI untuk dapil Kota Bekasi dan Depok no urut 3 dapil 6 Jawa Barat berharap dapat bersama sama untuk melakukan hal serupa didaerah pilihannya, saya salut kepada Pudal Soksi dan Forum Kalimantan Barat, ucap Hotma. (Red/netty)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Soal Pembalut Wanita Untuk Mabuk, Poldasu Belum Temukan Kasus


BorborNews - 
Medan, BorborNews - Kasus rebusan , bekas pembalut wanita jadi perbincangan. Soalnya, di Pulau Jawa sudah ada kedepatan pecandu bekas pembalut wanita yang direbus. Usai direbus, air bekas pembalut wanita diminum.

Informasi yang beredar, air bekas pembalut wanita yang direbus . Diminum dapat memiliki sensi, seperti mengkonsumsi narkotika jenis sabu.

Mendengar fenomena tersebut, Direktur Reserse (Dirres) Narkoba Polda Sumatera Utara ( Sumut), Kombes Pol.Hendri Marpaung, mengaku belum ada menemukan kasus tersebut , di Sumut.

“Pemantauan kelapangan sudah kita lakukan dengan menugaskan personel, namun tidak mendapatinya. Sejauh ini kasusnya belum ada,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (9/11).

Karenanya, menurut Hendri, perlu dilakukan penelitian mendalam untuk mengetahui apakah benar ada zat adiktif yang terkandung dalam pembalut wanita itu. Hal ini lah ujar dia, yang kini sedang diteliti oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Kalau kata Deputi Pemberanrasan BNN pak Irjen Pol Arman Depari, perlu dilakukan dulu penelitian terhadap pembalut wanita, apakah ada terkandung zat adiktif yang bisa membuat orang yang mengonsumsi air rebusannya menjadi teler,” sebutnya.

Ia menjelaskan, di dalam pembalut wanita terdapat gel yang berfungsi untuk menyerap cairan. Tapi ia menegaskan, pihaknya belum mengetahui pasti apakah gel itu yang memiliki zat adiktif bila direbus air atau tidak

Itu yang kita belum tahu, apakah di gel nya atau di mananya. Artinya masih dalam penelitian,” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, andaikata kejadian seperti di Pulau Jawa itu juga ditemukan di Sumut atau Kota Medan, pihaknya sendiri masih sulit untuk mempidanakan orang yang mengkonsumsinya.

“Soal apakah orang yang mengonsumsinya bakal terjerat pasal penyalahgunaan narkotika, kita juga belum bisa menyangkakan hal itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, yang dikonfirmasi mengenai fenomena aneh remaja di Pulau Jawa itu mengaku terkejut. “Wah baru dengar saya, soal itu,” ungkapnya.

Sebagai juru bicara Polda Sumut, ia mengaku belum ada menerima laporan dari polres-polres sejajaran, terkait ada tidaknya warga yang diamankan perihal meminum air rebusan pembalut wanita itu.

“Sejauh ini belum ada laporan ke kita. Nanti coba di monitor, bila ada akan diinformasikan,” katanya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Polres Pelabuhan Belawan Basmi Penyakit Masyarakat Dengan OPS K2YD


BorborNews - 
Medan, BorborNews - Demi kenyamanan,  masyarakat dilingkunganya masing - masig. Polres Pelabuhan Belawan, melaksanakan OPS K2YD, Minggu ( 11/11/2018) pukul 10.00 Wib dalam konfrensi Persnya.
OPS K2YD,  terlaksana dari, Sabtu (10/11/2018) pukul 22:00 Wib s/d pukul 03:00 Wib. Sasaran utama OPS K2YD, ialah basmi penyakit Masyarakat.

Hadir dalam kegiatan OPS K2YD, Kapolres Pelabuhan Belawana AKBP Ikhwan Lubis SH MH, Wakapolres Pelabuhan Belawan, Ketua MUI Medan Deli H.Syamsul Bahri, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Sabhara dan sejumlah jurnalis.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH dalam konfresi Persnya mengatakan" Selama kegiatan OPS K2YD berjalan, 50 orang pengunjung yang berhasil diamankan dari sebuah Kafe / Kedai Tuak. Mereka ini semua, tidak ada identitas makanya kita amankan. Masing - masing, yang berhasil diamankan 33 orang pria dan 17 orang wanita.

Untuk barang bukti yang diamankan,  162 botol miras berbagai merek, 3 ember dan 1 jerigen yang berisikan minuman tuak. Lalu  petugas juga mengamankan,  3 orang yang bermain judi kartu remi , dengan barang bukti 1 set kartu joker dan uang sebesar Rp.144.000. Selain itu, petugas juga turut mengamankan 1 orang penjaga judi jackpot, dengan barang bukti 18 unit mesin judi jackpot yang berhasil diamankan" Ucap orang nomor 1 di Polres Pelabuhan Belawan dalam fres Relesnya.

Usai Kapolres Pelabuhan Belawan memberi keterangan, ketua MUI Medan Deli H.Syamsul Bahri sangat mengapresiasi Kinerja Polri khususnya Polres Pelabuhan Belawan.

" Saya sangat mengapresiasi, dengan Kinerja Polres Pelabuhan Belawan. Yang telah, rutin melakukan razia penyakit masyarakat. Mudah - mudahan, dikepemimpinan bapak Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH. Wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, bersih dari berbagai penyakit masyarakat apapun" Kata Ketua MUI Medan Deli H.Syamsul Bahri.

Kegiatan dilanjutkan, Ketua MUI Medan Deli H.Syamsul Bahri, memberi tausia kepada seluru pelaku. Agar seluruh,  pelaku yang diamankan Polres Pelabuhan Belawan. Tidak mengulangi kembali perbuatanya.

Sampai saat ini, seluruh pelaku. Masih dilakukan,  pemeriksaan oleh petugas. Apabila, seluruh pelaku ada terbukti melakukan tindak pidana, selama menjalanni pemeriksaan penyidik. Akan dilakukan penahanan. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.