http://go.oclaserver.com/afu.php?id=1316778 Borbor News: Politik Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Ingin pasang iklan di http://www.borbornews.com Pembaca setiap hari 10.000 Minat hubungi kami via email: iklanbn@gmail.com
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Dekat Dengan Generasi Milenial, Dede Sudiro Berpeluang di Pilgub Jateng


BorborNews - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2018 dan 2019 mendatang, generasi milenial diprediksi akan mendominasi suara di pemilu. Berdasarkan data BPS, hingga pemilu tahun 2019, akan ada sekitar 47 – 50 persen pemilih muda.

Tingginya angka pemilih muda yang didominasi kaum milenial bisa mempengaruhi keterpilihan kandidat pemilu, tidak terkecuali pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018–2019. Juara Tinju Dunia Kelas Bulu, Chris John juga memberikan komentar terhadap fenomena tersebut.

“Generasi milenial pada Pilkada Jateng 2018 nanti jadi penentu, jumlahnya besar dan mereka punya pandangan tersendiri. Para kandidat harus bisa mengambil simpati mereka,” kata Chris John saat diwawancarai oleh wartawan (07/12).

Chris John mengatakan, generasi milenial yang tumbuh di era perkembangan teknologi pada umumnya bersifat terbuka, kreatif dan komunikatif. Kebanyakan dari mereka menginginkan pemimpin yang dekat dengan masyarakat, apa adanya dan punya pandangan visioner.

“Sejauh ini Jateng memiliki kandidat-kandidat unggulan, paham betul tentang ekonomi maupun politik. Beberapa diantaranya mantan birokrat dan pengusaha, tapi tidak semuanya dekat dengan generasi milenial,” tutur Chris John.

Salah satu tokoh potensial yang dianggap dekat dengan generasi milenial yaitu Dede Indra Permana Sudiro. Tokoh yang akrab dengan panggilan Dede Sudiro adalah tokoh yang aktif dan memimpin organisasi pemuda Jawa Tengah yaitu Karang Taruna.

“Rekan saya, Mas Dede memang dekat dengan para pemuda generasi milenial.  Beliau juga memimpin organisasi Karang Taruna Jawa Tengah” imbuh Chris John.

Menurut Chris John, kedekatan Dede dengan pemuda generasi milenial juga nampak dari keseharian Dede yang sederhana namun aktif merangkul pemuda lewat kegiatan-kegiatan yang diwadahi oleh Karang Taruna. Kedepannya Chris John berharap, Dede terus memprioritaskan para pemuda sebagai generasi milenial yang berpotensi terutama ketika Dede terpilih nanti.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Dede Dorong Pelaku UKM di Jateng untuk Melek Teknologi


BorborNews - Berkembangnya teknologi digital dilihat Dede sebagai peluang untuk mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk berkembang. Menurutnya, masih banyak para pelaku UKM yang belum tersentuh teknologi.

“Banyak pelaku UKM yang belum melek teknologi, mereka belum dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka,” kata Dede saat ditemui di Semarang (4/12).

Dede menjelaskan, pemanfaatan teknologi oleh para pelaku UKM salah satunya bisa dengan cara marketing secara online untuk mendapatkan konsumen yang lebih banyak. Meskipun marketing online memang sedang gencar dilakukan oleh para pengusaha, namun masih banyak pelaku UKM yang memasarkan produknya secara manual saja karena masih belum memahami tentang marketing online.

“Ke depannya saya akan dorong para pelaku UKM memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Programnya adalah memberikan seminar dan pelatihan bagi para pelaku UKM tentang strategi marketing online ataupun tentang teknologi yang dapat mendukung usaha mereka,” tutur Dede.

Dede yang juga pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Jateng mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi maka para pelaku UKM dapat mengurangi biaya operasional contohnya biaya marketing. Sebab marketing online biayanya bisa sangat murah.

“Penggunaan teknologi bagi para pelaku UKM juga bisa meminimalisir anggaran operasional, seperti anggaran pemasaran atau marketing,” imbuh Dede.

Diketahui Usaha Kecil Menengah di Jawa Tengah kini berkembang pesat, data BPS menyebutkan selama sepuluh tahun terkahir hingga 2016 jumlahnya meningkat hingga 13,06 persen.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Lantik Karang Taruna Blora, Dede Sudiro Serukan Pembangunan Ekonomi Kreatif


BorborNews - Ketua Karang Taruna Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro menyampaikan pentingnya peranan pemuda dalam membangun ekonomi kreatif di tengah acara pelantikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora.

“Para pemuda adalah pilar pembangunan daerah sehingga untuk membangun ekonomi kreatif di daerah harus dimulai dari pemuda-pemuda daerah dan didukung oleh seluruh elemen baik masyarakat maupun pemerintah,” tutur Dede saat diwawancarai seusai acara di Kabupaten Blora (30/11).

Dede mengatakan, dilantiknya Achlif Nugroho Widi Utomo sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora diharapkan dapat menggerakkan para pemuda untuk turut berkontribusi membangun ekonomi kreatif.

“Karakteristik para pemuda zaman sekarang yaitu diantaranya terbuka dengan hal-hal baru dan kreatif. Ide-ide segar seringkali muncul dalam pikiran para pemuda dan tentunya harus diarahkan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat salah satunya pada aspek ekonomi kreatif,” kata Dede.

Selain acara pelantikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Blora, dilangsungkan pula kegiatan Nota Kesepahaman antara Asosiasi Kepala Desa (APDESI) Jateng yang diwakili oleh Ketua DPD APDESI Jateng, Agung Heri Susanto. Adapun Nota Kesepahaman tersebut membahas tentang Pemberdayaan Kepemudaan di Tingkat Desa.

“Karang Taruna adalah salah satu wadah bagi para pemuda Desa untuk diberdayakan dalam rangka membangun ekonomi kreatif di daerah. Disini para pemuda akan mendapatkan pembinaan wirausaha dan dibekali keterampilan. Selain itu, Karang taruna juga bisa menjadi tempat para pemuda membagi dan menyalurkan ide-ide kreatifnya,” imbuh Dede.

Dede yang juga tengah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023 menyebutkan akan memfasilitasi Karang Taruna Jawa Tengah dalam rangka pemberdayaan pemuda.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Ini Cara ISSI Jateng Ajak Warga Jateng Partisipasi Dukung Asian Games 2018


BorborNews - Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Tengah (Jateng), Dede Indra Permana Sudiro mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk berpartisipasi mendukung perhelatan olahraga terbesar se-Asia Tenggara Asian Games di Indonesia tahun depan.

“Kita sangat menantikan acara Asian Games ini, karena terakhir sudah cukup lama Indonesia menjadi tuan rumahnya di tahun 1962. Jadi kami harap seluruh masyarakat bisa mendukung penuh keberhasilan penyelenggaraan Asian Games nanti,” kata Dede saat ditemui di Magelang (29/11).

Menurut Dede, dirinya berencana mendorong ISSI dan Karang Taruna untuk jadi penggerak masyarakat dalam rangka memberikan dukungan pergelaran Asian Games. Menjelang acara tersebut, kegiatan ISSI dan Karang Taruna akan lebih banyak bertemakan olahraga dan sosialisasi Asian Games.

“Dari rekan-rekan ISSI sendiri, sangat siap untuk mensosialisasikan Asian Games kepada masyarakat. Jadi bukan hanya bersepeda tapi juga mengajak masyarakat dukung Asian Games. Begitu juga dengan kegiatan Karang Taruna yang akan lebih banyak lagi menggelar acara olahraga,” ungkap Dede.

Dede yang merupakan Ketua Karang Taruna Jawa Tengah juga berencana melibatkan para pemuda Jateng mengkampanyekan gerakan dukung Asian Games lewat sosial media untuk menjaring antusiasme yang lebih besar di dunia maya.

“Untuk dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, saya mendorong pemuda Jateng untuk kampanye dukung Asian Games di media sosial,” imbuh Dede.

Dede juga mengatakan,  digelarnya Asian Games tahun depan memberikan dampak positif yang besar bagi Indonesia. Selain untuk menumbuhkan semangat olahraga dan berprestasi, Asian Games juga dapat sekaligus mempromosikan budaya dan pariwisata sebab Indonesia akan jadi pusat perhatian Negara-negara Asia Tenggara.

“Sudah jelas, Asian Games akan jadi momentum yang mendorong minat olahraga serta promosi budaya dan pariwisata,” pungkas Dede.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Ruang Publik di Jawa Tengah Dibutuhkan


BorborNews - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023 Dede Indra Permana Sudiro tengah menginisiasi gerakan kontribusi pemuda untuk membangun tata ruang Jawa Tengah.

Gerakan tersebut dilatar belakangi oleh cita-cita Dede yang ingin membuat ruang-ruang publik di Jawa Tengah yang dapat mewadahi para pemuda untuk berkumpul, saling bertukar ilmu dan berkarya.

“Para pemuda butuh tempat untuk saling berkumpul dan berbagi ilmu yang pada akhirnya mendorong mereka untuk berkarya,” tutur Dede saat di Kabupaten Banyumas.

Menurut Dede, ruang-ruang publik yang nantinya tersedia bagi para pemuda Jawa Tengah nanti akan mengalihkan kegiatan mereka menjadi lebih positif. Sebab, para pemuda saat ini sangat rentan dengan pengaruh buruk lingkungan.

“Untuk menciptakan ruang publik yang bermanfaat bagi para pemuda, kita butuh suara pemuda dalam perancangannya. Masukan para pemuda nanti jadi bahan kajian kita,” kata Dede.

Dede yang juga merupakan Ketua Karang Taruna Jawa Tengah menjelaskan, sebagai permulaan pemerintah harus melakukan sosialisasi lebih dulu kepada para pemuda. Melalui metode yang kreatif dan inovatif, pemerintah harus mampu menyadarkan pentingnya penataan ruang sejak dini. Upaya tersebut bisa bekerja sama dengan karang taruna daerah.

“Kita sosialisasi dulu, beri pemahaman tentang tata kota apa manfaatnya, bagaimana aturannya serta pentingnya kontribusi dalam membangun tata kota. Disini kita bisa gandeng anggota karang taruna,” imbuh Dede.

Setelah diberikan pemahaman, para pemuda bisa kita libatkan dalam proses pembentukan rancangan tata kota. Pemuda tersebut nantinya diharapkan dapat aktif menyuarakan suara mereka terkait tata kota seperti apa yang mereka butuhkan.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Ini Sosok yang Tepat Dampingi Ganjar di Pilgub Jateng


BorborNews - Ganjar Pranowo dipastikan menjadi salah satu calon kuat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) di bursa Pemilihan Umum Gubernur (Pilgub) Jawa tengah 2018 mendatang. Pengamat politik, Whisnu Sentosa menyatakan Ganjar sebagai kandidat yang diunggulkan, Ia perlu menemukan sosok yang tepat dalam mengisi kursi wakilnya.

“Sejauh ini Ganjar Pranowo memang yang diunggulkan oleh masyarakat Jawa Tengah. Meskipun unggul, sosok wakilnya juga perlu sangat diperhatikan apakah bisa pas dan ideal bagi Ganjar sendiri? Jika tidak Ganjar bisa dikalahkan," kata Whisnu di Jakarta.

Beberapa kader potensial muncul dari internal partai pengusung Ganjar, yaitu PDIP. Nama-nama tersebut diantaranya yaitu, Bupati Kudus Mustopha, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Wakil Ganjar saat ini yaitu Heru Sudjatmoko dan Dede Indra Permana Sudiro.

“Dari beberapa nama yang ada, kecenderungan Dede Sudiro sebagai pendamping Ganjar di Pilgub sangat besar karena saling mengisi satu sama lain,” tutur Whisnu.

Menurut Whisnu, nama-nama kader PDIP potensial yang disebutkan sebelumnya sebagian besar memiliki background yang sama yaitu Kepala Daerah. Hanya Dede Sudiro yang memiliki latar belakang pengusaha dan mengerti tentang ekonomi.

“Ganjar punya pengalaman dalam memimpin daerah, baiknya pasangannya kali ini memiliki latar belakang yang berbeda agar bisa saling melengkapi. Dede diketahui mengerti soal perekonomian dan infrastruktur bisa memajukan Jateng. Dalam konteks percepatan pembangunan dua figur ini saling melengkapi,” imbuh Whisnu.

Whisnu mengatakan, dengan kapabilitas Ganjar yang memahami tentang dinamika pemerintahan daerah dan sosok Dede yang kuat dalam aspek ekonomi, pembangunan masyarakat dan lapangan pekerjaan keduanya akan menjadi pasangan yang ideal bagi Jawa Tengah.

Diketahui, Dede Sudiro saat ini aktif menjabat sebagai pimpinan di Karang Taruna Jateng, ISSI Jateng dan pernah menjabat sebagai Ketua HIPMI Jateng. Disamping itu, Dede juga seringkali menggagas kegiatan-kegiatan yang membangun perekonomian masyarakat lewat organisasi pemuda Karang Taruna.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Masyarakat Bekasi Dambakan Pemimpin Yang Punya Keberpihakkan


Bekasi, BorborNews - Kota Bekasi ke depan perlu diubah menjadi kota yang beradab dimana tumbuh nilai-nilai keadaban yang tercermin dari program pembangunan yang berpihak pada masyarakat bawah. Calon Walikota Bekasi dari Partai Gerindra, Anggawira menyatakan pemerintah Kota Bekasi sekarang tidak berpihak pada masyarakat akar rumput.

"Selama ini pembangunan di Kota Bekasi menitiberatkan pada pembangunan bagi lapisan atas. Sedangkan sebagian besar warga, yakni masyarakat bawah nyaris dibiarkan bahkan tersingkir dari proses pembangunan. Ke depan hal itu jangan terjadinya lagi. Masyarakat bawah membutuhkan kota bekasi yang beradab. Pembangunan yang berpihak pada masyarakat bawah menuju Kota Bekasi Terdepan," ujar Anggawira di Bekasi (29/10).

Anggawira menyayangkan nilai-nilai keadaban yang nyaris sirna. Masyarakat bawah dipandangnya bagaikan budak. Petani dan buruh industri adalah budak zaman modern dengan perlakuan sebagai kasta terendah.

"Ini kan zaman modern, mestinya nilai keadaban berkembang baik. Malah sebaliknya. Ini harus diubah. Perbudakan zaman modern harus dihilangkan", tegas Anggawira.

Petani sudah tersingkir oleh kebijakan pembangunan pro pengembang. Lahan di Kota Bekasi, 90% dikuasai oleh pengembang. Sementara petani yang sekaligus penduduk asli hanya menguasai 10% lahan di Kota Bekasi.

Hal ini seperti yang dikeluhkan Asep Saefullah, seorang petani, penduduk asli Kota Bekasi.

"Sekarang ini zaman apa ya? Kami yang tinggal di sini dari dulu, dari zaman karuhun (leluhur), kok kehidupan kami di bawah terus. Hidup susah terus. Pencaharian peninggalan karuhun (leluhur) makin sempit. Lahan nggak ada," ujar Asep.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indo Consulting Network yang dilakukan selama bulan September lalu, Anggawira merupakan Calon Walikota Bekasi yang paling banyak diminati masyarakat Kota Bekasi untuk berhadapan dengan petahana. Anggawira memperoleh suara sebanyak 21,9%, disusul oleh Hery Koswara sebanyak 18,9%, kemudian Mochtar Muhammad sebanyak 12%.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Pelantikan Karang Taruna Pati, Dede Sudiro Dukung Wakil Bupati Pati Perangi Kemiskinan dan Pengangguran


Jateng, BorborNews - Ketua Karang Taruna Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro menghadiri acara pelantikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati yang digelar pada tanggal 28 Oktober 2017 di Gedung Olahraga Joyokusumo Pati.

Acara pelantikan berlangsung cukup meriah karena melibatkan seluruh Kecamatan se-Kabupaten Pati dan mantan anggota Karang Taruna Pati. Dalam acara tersebut, Dede yang juga Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah itu mengungkapkan bahwa dirinya mendukung Ketua Karang Taruna Pati terpilih  Saiful Arifin yang berkomitmen untuk perangi kemiskinan dan pengangguran.

“Saya dukung Pak Arifin untuk menggerakkan pemuda Karang Taruna memerangi kemiskinan dan pengangguran,” kata Dede saat diwawancarai seusai acara di Kabupaten Pati.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi di Pati mencapai 5,98 persen di atas rata-rata Jawa Tengah yang hanya 5,4 persen dan nasional 5,1 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun dari 14 persen menjadi 11,65 persen dan angka pengangguran turun dari 13,65 persen menjadi 5,64 persen.

“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberantas kemiskinan, Pak Arifin punya strategi yang bagus seperti mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk kemandirian ekonomi Kabupaten Pati,” imbuh Dede.

Dede juga mengatakan dirinya optimis dengan terpilihnya Ketua Karang Taruna baru Saiful Arifin dapat mengajak para pemuda untuk berkontribusi, karena ia adalah sosok pemimpin yang aktif berorganisasi.

“Kepemimpinan Pak Arifin sudah tidak diragukan lagi, karena beliau juga aktif di banyak organisasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), selain itu dia juga terbukti berkomitmen pada masyarakat selama jadi Wakil Bupati Pati," pungkas Dede.

Menurut Dede yang juga merupakan Mantan Ketua Umum HIPMI Jawa Tengah ini, bahwa terpilihnya Saiful Arifin sebagai Ketua Karang Taruna Pati dipastikan Karang Taruna Pati akan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah karena Saiful Arifin juga merupakan Wakil Bupati Pati.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Anggawira: Tolak Reklamasi Bukti Keberpihakan Terhadap Pribumi


Jakarta, BorborNews - Untuk mengejawantahkan pidato pertama Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang disampaikan di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/10), mengenai keberpihakan memperjuangkan martabat pribumi, pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tetap menolak reklamasi. Teluk Jakarta akan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga Jakarta.

“Merujuk pidato pertama Gubernur baru kita, Mas Anies, Jakarta adalah tempat dituliskannya janji kemerdekaan dan di tanah ini janji itu tak boleh tak terlunaskan. Janji kemerdekaan itu adalah kesejahteraan. Dan kesejahteraan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia, yang telah berjuang keras merebut kemerdekaan. Karena itu, sebagai bukti keberpihakan terhadap ketimpangan ekonomi, Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Mas Anies tetap tolak reklamasi”, jelas Mantan Tim Pemenangan Anies-Sandi, Anggawira, saat ditemui wartawan, Rabu (18/10).

Anggawira yang juga calon walikota Kota Bekasi ini, menyatakan pembangunan Reklamasi Teluk Jakarta hanya menguntungkan segelintir orang ataupun kelompok. Di lain pihak, pembangunan ini menyingkirkan sebagian besar warga jakarta.

“Pembangunan Reklamasi Teluk Jakarta, jika diteruskan, berarti mencaplok hak masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir berhak atas ruang laut dan sumberdaya kelautan. Teluk Jakarta akan tetap dipertahankan bagi mereka. Bahkan diupayakan melalui berbagai program, agar Teluk Jakarta ini dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat pesisir”, ujar Anggawira.

Anggawira yang juga sekaligus Ketua BPP HIPMI, mencontohkan salah satu program bagi masyarakat pesisir Teluk Jakarta adalah peningkatan kapasitas nelayan. Selain ditingkatkan alat produksinya, nelayan juga dilatih kewirausahaan agar dapat bersaing dan mengelola usahanya secara modern.

“Isi pantun dalam pidato pertama Mas Anies mesti segera ditunaikan. Mari berkeringat bekerja keras untuk masyarakat pesisir. Tulus ikhlas tunaikan amanah kemerdekaan”, tutup Anggawira.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Eks Tim Anies-Sandi, Anthony Leong Angkat Bicara Soal Pribumi


Jakarta, BorborNews - Pidato pertama Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang disampaikan di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/10), mengundang polemik terkait istilah pribumi.

Mantan tim pemenangan Anies-Sandi, Anthony Leong menyatakan seharusnya masyarakat tidak perlu terlalu reaktif dengan istilah tersebut. Ia minta masyarakat Jakarta fokus dan turut mengkawal pembangunan di ibukota.

"Lebih baik fokus mengawal Mas Anies dan Bang Sandi dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Giliran Mas Anies yg sebut itu langsung bereaksi, Bu Susi, Bu Mega dan Pak Jokowi juga pernah menyebut pribumi, Apa salahnya?", ujar Anthony saat dikonfirmasi oleh media (18/10).

Koordinator Anies-Sandi Digital Volunteer (INSIDER) itu menjelaskan pilihan diksi pribumi yang digunakan pada pidato Anies itu dalam konteks zaman penjajahan dulu.

"Kita harus lihat konteks pidato tersebut. Itu kan dalam lingkup sejarah. Kalau sekarang ya kita semua pribumi, kita semua Indonesia, tapi jangan lupa masih ada ketimpangan ekonomi, ketimpangan sosial. Itu PR pemerintah. Program yang dijalankan pemerintah itu jangan hanya menguntungkan sebagian kelompok tapi untuk untuk seluruh masyarakat," tegas Pakar Komunikasi Digital itu.

Pengusaha muda itu meminta agar media juga tidak terlalu mengangkat isu ini lagi karena tidak substansial dalam menyambut kepemimpinan yang baru.

"Media tersebut ada yang sudah meralat, merevisi. Itu baik. Jangan sengaja dibenturkan. Kita fokus wujudkan Jakarta yang Maju dan Bahagia Warganya, itu harapan masyarakat Jakarta," ujar Anthony yang beretnis Tionghoa itu.

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com