http://go.oclaserver.com/afu.php?id=1316778 Borbor News: Politik Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)

Pengikut

Anda menemukan atau mengalami "PUNGUTAN LIAR" Segera Laporkan melalui: www.saberpungli.id www.lapor.go.id Atau menghubungi: Telepon Hotline 193 SMS 1193
Ingin pasang iklan di http://www.borbornews.com Pembaca setiap hari 10.000 Minat hubungi kami via email: iklanbn@gmail.com
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Masyarakat Bekasi Dambakan Pemimpin Yang Punya Keberpihakkan


Bekasi, BorborNews - Kota Bekasi ke depan perlu diubah menjadi kota yang beradab dimana tumbuh nilai-nilai keadaban yang tercermin dari program pembangunan yang berpihak pada masyarakat bawah. Calon Walikota Bekasi dari Partai Gerindra, Anggawira menyatakan pemerintah Kota Bekasi sekarang tidak berpihak pada masyarakat akar rumput.

"Selama ini pembangunan di Kota Bekasi menitiberatkan pada pembangunan bagi lapisan atas. Sedangkan sebagian besar warga, yakni masyarakat bawah nyaris dibiarkan bahkan tersingkir dari proses pembangunan. Ke depan hal itu jangan terjadinya lagi. Masyarakat bawah membutuhkan kota bekasi yang beradab. Pembangunan yang berpihak pada masyarakat bawah menuju Kota Bekasi Terdepan," ujar Anggawira di Bekasi (29/10).

Anggawira menyayangkan nilai-nilai keadaban yang nyaris sirna. Masyarakat bawah dipandangnya bagaikan budak. Petani dan buruh industri adalah budak zaman modern dengan perlakuan sebagai kasta terendah.

"Ini kan zaman modern, mestinya nilai keadaban berkembang baik. Malah sebaliknya. Ini harus diubah. Perbudakan zaman modern harus dihilangkan", tegas Anggawira.

Petani sudah tersingkir oleh kebijakan pembangunan pro pengembang. Lahan di Kota Bekasi, 90% dikuasai oleh pengembang. Sementara petani yang sekaligus penduduk asli hanya menguasai 10% lahan di Kota Bekasi.

Hal ini seperti yang dikeluhkan Asep Saefullah, seorang petani, penduduk asli Kota Bekasi.

"Sekarang ini zaman apa ya? Kami yang tinggal di sini dari dulu, dari zaman karuhun (leluhur), kok kehidupan kami di bawah terus. Hidup susah terus. Pencaharian peninggalan karuhun (leluhur) makin sempit. Lahan nggak ada," ujar Asep.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indo Consulting Network yang dilakukan selama bulan September lalu, Anggawira merupakan Calon Walikota Bekasi yang paling banyak diminati masyarakat Kota Bekasi untuk berhadapan dengan petahana. Anggawira memperoleh suara sebanyak 21,9%, disusul oleh Hery Koswara sebanyak 18,9%, kemudian Mochtar Muhammad sebanyak 12%.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Pelantikan Karang Taruna Pati, Dede Sudiro Dukung Wakil Bupati Pati Perangi Kemiskinan dan Pengangguran


Jateng, BorborNews - Ketua Karang Taruna Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro menghadiri acara pelantikan Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati yang digelar pada tanggal 28 Oktober 2017 di Gedung Olahraga Joyokusumo Pati.

Acara pelantikan berlangsung cukup meriah karena melibatkan seluruh Kecamatan se-Kabupaten Pati dan mantan anggota Karang Taruna Pati. Dalam acara tersebut, Dede yang juga Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah itu mengungkapkan bahwa dirinya mendukung Ketua Karang Taruna Pati terpilih  Saiful Arifin yang berkomitmen untuk perangi kemiskinan dan pengangguran.

“Saya dukung Pak Arifin untuk menggerakkan pemuda Karang Taruna memerangi kemiskinan dan pengangguran,” kata Dede saat diwawancarai seusai acara di Kabupaten Pati.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi di Pati mencapai 5,98 persen di atas rata-rata Jawa Tengah yang hanya 5,4 persen dan nasional 5,1 persen. Pada saat yang sama, angka kemiskinan turun dari 14 persen menjadi 11,65 persen dan angka pengangguran turun dari 13,65 persen menjadi 5,64 persen.

“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memberantas kemiskinan, Pak Arifin punya strategi yang bagus seperti mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk kemandirian ekonomi Kabupaten Pati,” imbuh Dede.

Dede juga mengatakan dirinya optimis dengan terpilihnya Ketua Karang Taruna baru Saiful Arifin dapat mengajak para pemuda untuk berkontribusi, karena ia adalah sosok pemimpin yang aktif berorganisasi.

“Kepemimpinan Pak Arifin sudah tidak diragukan lagi, karena beliau juga aktif di banyak organisasi seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), selain itu dia juga terbukti berkomitmen pada masyarakat selama jadi Wakil Bupati Pati," pungkas Dede.

Menurut Dede yang juga merupakan Mantan Ketua Umum HIPMI Jawa Tengah ini, bahwa terpilihnya Saiful Arifin sebagai Ketua Karang Taruna Pati dipastikan Karang Taruna Pati akan mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah karena Saiful Arifin juga merupakan Wakil Bupati Pati.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Anggawira: Tolak Reklamasi Bukti Keberpihakan Terhadap Pribumi


Jakarta, BorborNews - Untuk mengejawantahkan pidato pertama Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang disampaikan di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/10), mengenai keberpihakan memperjuangkan martabat pribumi, pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tetap menolak reklamasi. Teluk Jakarta akan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga Jakarta.

“Merujuk pidato pertama Gubernur baru kita, Mas Anies, Jakarta adalah tempat dituliskannya janji kemerdekaan dan di tanah ini janji itu tak boleh tak terlunaskan. Janji kemerdekaan itu adalah kesejahteraan. Dan kesejahteraan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia, yang telah berjuang keras merebut kemerdekaan. Karena itu, sebagai bukti keberpihakan terhadap ketimpangan ekonomi, Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Mas Anies tetap tolak reklamasi”, jelas Mantan Tim Pemenangan Anies-Sandi, Anggawira, saat ditemui wartawan, Rabu (18/10).

Anggawira yang juga calon walikota Kota Bekasi ini, menyatakan pembangunan Reklamasi Teluk Jakarta hanya menguntungkan segelintir orang ataupun kelompok. Di lain pihak, pembangunan ini menyingkirkan sebagian besar warga jakarta.

“Pembangunan Reklamasi Teluk Jakarta, jika diteruskan, berarti mencaplok hak masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir berhak atas ruang laut dan sumberdaya kelautan. Teluk Jakarta akan tetap dipertahankan bagi mereka. Bahkan diupayakan melalui berbagai program, agar Teluk Jakarta ini dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat pesisir”, ujar Anggawira.

Anggawira yang juga sekaligus Ketua BPP HIPMI, mencontohkan salah satu program bagi masyarakat pesisir Teluk Jakarta adalah peningkatan kapasitas nelayan. Selain ditingkatkan alat produksinya, nelayan juga dilatih kewirausahaan agar dapat bersaing dan mengelola usahanya secara modern.

“Isi pantun dalam pidato pertama Mas Anies mesti segera ditunaikan. Mari berkeringat bekerja keras untuk masyarakat pesisir. Tulus ikhlas tunaikan amanah kemerdekaan”, tutup Anggawira.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Eks Tim Anies-Sandi, Anthony Leong Angkat Bicara Soal Pribumi


Jakarta, BorborNews - Pidato pertama Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang disampaikan di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/10), mengundang polemik terkait istilah pribumi.

Mantan tim pemenangan Anies-Sandi, Anthony Leong menyatakan seharusnya masyarakat tidak perlu terlalu reaktif dengan istilah tersebut. Ia minta masyarakat Jakarta fokus dan turut mengkawal pembangunan di ibukota.

"Lebih baik fokus mengawal Mas Anies dan Bang Sandi dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Giliran Mas Anies yg sebut itu langsung bereaksi, Bu Susi, Bu Mega dan Pak Jokowi juga pernah menyebut pribumi, Apa salahnya?", ujar Anthony saat dikonfirmasi oleh media (18/10).

Koordinator Anies-Sandi Digital Volunteer (INSIDER) itu menjelaskan pilihan diksi pribumi yang digunakan pada pidato Anies itu dalam konteks zaman penjajahan dulu.

"Kita harus lihat konteks pidato tersebut. Itu kan dalam lingkup sejarah. Kalau sekarang ya kita semua pribumi, kita semua Indonesia, tapi jangan lupa masih ada ketimpangan ekonomi, ketimpangan sosial. Itu PR pemerintah. Program yang dijalankan pemerintah itu jangan hanya menguntungkan sebagian kelompok tapi untuk untuk seluruh masyarakat," tegas Pakar Komunikasi Digital itu.

Pengusaha muda itu meminta agar media juga tidak terlalu mengangkat isu ini lagi karena tidak substansial dalam menyambut kepemimpinan yang baru.

"Media tersebut ada yang sudah meralat, merevisi. Itu baik. Jangan sengaja dibenturkan. Kita fokus wujudkan Jakarta yang Maju dan Bahagia Warganya, itu harapan masyarakat Jakarta," ujar Anthony yang beretnis Tionghoa itu.

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Jika Pilkada Jateng Hari Ini, Ganjar-Dede Pimpin Jawa Tengah


Jateng, BorborNews - Indo Consulting Network menggelar survei untuk mengukur kandidat yang berpeluang memenangi pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah. Survei yang dilaksakan pada tanggal 3 sampai 9 Oktober 2017 ini bertujuan untuk melihat persepsi pemilih terkait Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Adapun hasilnya, memperlihatkan bahwa Ganjar Pranowo dan Dede Indra Permana Sudiro merupakan pasangan yang tepat menurut masyarakat Jawa Tengah (Jateng) di Pemilihan Gubernur mendatang.

“Dari kombinasi 6 pasangan calon Cagub dan Cawagub, pasangan Ganjar dan Dede menempati urutan pertama yang paling banyak dipilih di angka 24,4 persen. Selanjutnya disusul pasangan Ferry Juliantono dan Marwan Jafar dengan nilai 21,8  persen, pasangan Ganjar dan Heru di angka 19,2 persen, Sudirman Said dan Kukrit Suryo Wicaksono 18 persen,  Nurdin Wahid dan Taj Yasin 9,21, kemudian terakhir adalah pasangan Kukrit dan Rustiningsih 7,39 persen,” kata Whisnu saat merilis hasil survei di Jakarta (19/10).

Menurut Whisnu, Ganjar Pranowo merupakan kandidat Gubernur Jawa Tengah yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Jawa Tengah nilainya yaitu 31,08 persen dari 10 calon, 34,3 persen dari 5 calon dan 38,2 persen dari 3 calon.

“Masyarakat memang banyak yang memilih Ganjar untuk memimpin Jawa Tengah kembali, sedangkan untuk pasangannya di posisi Wakil Gubernur yang paling banyak dipilih adalah Dede Indra Permana Sudiro. Nilainya yaitu 26, 4 persen di posisi 5 calon dan 35,5 persen di posisi 3 calon disusul oleh Heru Sudjatmoko di angka 26,1 persen dari 5 calon dan 34,1 di 3 calon,” tutur Whisnu.

Whisnu menambahkan, dari sisi popularitas keduanya juga memiliki nilai yang cukup tinggi hal tersebut dipengaruhi oleh kandidat Ganjar yang saat ini telah dikenal masyarakat sebagai Gubernur Jawa Tengah. Sedangkan Dede Indra Permana Sudiro diunggulkan karena backgroundnya seorang pengusaha yang paham tentang ekonomi dan lapangan kerja sehingga masyarakat tertarik untuk memilihnya.

“Baik Ganjar maupun Dede, masing-masing mempunyai keunggulan masing-masing. Ganjar sebagai incumbent yang memang masih mendominan, sedangkan Dede yang punya latar belakang ekonomi dan dunia usaha bisa mengisi Ganjar yang lebih pengalaman dalam dunia birokrasi,” pungkas Whisnu.

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Gerindra Minta Luhut Tidak Paksa Presiden Jokowi Soal Reklamasi


Jakarta, BorborNews - Fungsionaris Partai Gerindra, Anggawira, meminta Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan untuk tidak memaksa Presiden Jokowi melanjutkan proyek reklamasi. Pasalnya, setelah melihat peraturan yang ada, dirinya menemukan banyak ketidaksinkronan.

“Ya, jadi kita minta jangan sampai ada intervensi dari pak Luhut ke pak Jokowi karena dalam proyek ini banyak terjadi ketidaksinkronan seperti adanya peraturan perundang- undangan ditingkat pusat sehingga berdampak pada peraturan- peraturan turunan dibawahnya. Belum lagi masalah IMB (Izin Mendirikan Bangunan) yang belum ada,” ujar Anggawira di Jakarta, Jumat, (20/10).

Terlebih, saat ini reklamasi masih dalam kajian Gubernur dan Wakil Gubernur Anies- Sandi. Jika melihat aturan yang ada, sambung Anggawira, terdapat ketidak sinkronan pada Keppres no 52 Tahun 1995 Tentang Reklamasi, yang dijadikan landasan hukum dengan Perpres No 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi Pantai di Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil.

“Merujuk pada peraturan- peraturan tersebut perizinan reklamasi yang selama ini dipikirkan Luhut masih belum cukup atau belum memadai untuk mencabut moratorium reklamasi,” imbuh Koordinator “Sahabat Anies- Sandi” tersebut.

Adapun hasil kajian yang sebelumnya dilakukan oleh Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Menkomaritim dinilai Anggawira tidak transparan karena tidak dipublikasikan ke masyarakat. Oleh sebab itu, Anggawira berharap agar Luhut tidak memaksakan kehendak untuk melanjutkan proyek reklamasi.

“Selain karena banyak peraturan yang tumpang tindih, perizinan yang belum ada, hasil kajian juga kita ragukan karena tidak dipublikasikan. Masyarakat tentu berhak tahu, apalagi ini akan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkas Anggawira.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Anies Sandi Tunjukkan Diferensiasi Kepemimpinan Dengan Ahok


Bekasi, BorborNews - Calon Walikota Bekasi periode 2018-2023 mendatang Anggawira, mengapresiasi Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang mengedepankan dialog sebagai upaya menyelesaikan masalah pembebasan lahan Mass Rapid Transit (MRT).

“Memang tidak ada kebijakan yang win-win solution, ada yang pro dan kontra, tapi yang terpenting bagaimana memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang pemerintah lakukan adalah untuk kepentingan bersama, Anies-Sandi tunjukkan diferensiasi kepemimpinan”, kata Anggawira saat ditemui di Jakarta (22/10).

Menurut Anggawira, setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tidak selalu dapat diterima oleh masyarakat sebab ada beberapa masyarakat yang bisa saja merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut. Seperti pembangunan proyek MRT Jakarta yang mengalami kendala karena masih ada masyarakat yang enggan untuk memberikan lahannya.

“Dengan dialog, kita akan menemui titik temu antara apa yang diinginkan pemerintah maupun masyarakat. Kita sebagai pemerintah juga harus memposisikan diri sebagai masyarakat, dengan mendengar dan memahami apa yang dibutuhkan,” tutur Anggawira.

Anggawira yang juga merupakan mantan juru bicara kampanye Anies-Sandi mengatakan, pemerintah tidak hanya bernegosiasi tetapi juga memberikan solusi alternatif kepada masyarakat yang terkena dampak kebijakan. 

“Jika masyarakat paham, maka akhirnya mereka akan mendukung sebab pada dasarnya semua untuk kepentingan masyarakat,” imbuh Anggawira.

Diketahui hingga sekarang masih ada 4 rumah/ruko yang belum mau melepaskan lahannya untuk pembangunan MRT di Jalan Fatmawati. Salah satu pemiliknya yaitu Mahesh, pada Jumat kemarin berhasil diyakinkan oleh Anies-Sandi  dan akhirnya mau melepaskan tokonya untuk proyek pemerintah tersebut.

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Survei Jateng: Ferry Juliantono Berpeluang Kalahkan Ganjar Pranowo


Jawa tengah, BorborNews - Hasil survei Lembaga Indo Consulting Network yang dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 9 Oktober 2017 menunujukkan Ferry Juliantono mempunyai peluang besar untuk terpilih menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah. Peneliti Indo Consulting Network, Whisnu Sentosa menyatakan penantang punya peluang besar mengalahkan petahana di Jawa Tengah.

“Ferry Juliantono ini cukup banyak dipilih oleh masyarakat, dari tiga posisi calon Ferry urutan kedua dengan nilai 30,12 persen. Di urutan pertama bertengger Ganjar Pranowo dengan nilai 38,2 persen dan posisi ketiga setelah Ferry ada Sudirman Said dengan nilai 29,9 persen,” tutur Whisnu Sentosa.

Menurut Whisnu, banyaknya masyarakat yang mendukung Ferry untuk memimpin Jawa Tengah terlihat juga dari aspek popularitas Ferry yang nilainya cukup tinggi. Ferry yang menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mendapatkan nilai 79 persen setelah Ganjar Pranowo yang nilainya 80 persen.

“Dari akseptabilitas dan elektabilitas Ferry yang terus konsisten memperjuangkan buruh dan nelayan ini juga punya peluang yang besar, meskipun petahana masih unggul tapi jumlah suaranya tidak berbeda jauh,” kata Whisnu.

Pada poin akseptabilitas nilai Ferry di angka 70,7 selisih sedikit dengan Ganjar yang berjumlah 71 persen, selanjutnya disusul oleh Marwan Jafar 70,1 persen, Sudirman Said 68,9 persen dan Dede Sudiro 68,4 persen.

Sedangkan untuk elektabilitas, Ferry memiliki nilai 17,5 persen selisih sedikit dengan Ganjar yang menempati urutan pertama di angka 22,3 persen.

Berdasarkan hasil survei, nama yang paling banyak dipilih untuk menjadi pasangan Ferry yaitu Marwan Jafar. Terkait hal tersebut Whisnu mengatakan, Marwan bisa mengambil suara dari basis Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Ini diyakini saling mengisi, Gerindra dengan kader yang militansinya tinggi, sedangkan Marwan bisa membawa suara basis dari PKB dan NU," tuturnya

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Naiknya Jumlah Janda di Bekasi, Calon Walikota Ini Gagas Konseling Digital


Bekasi, Borbor News - Naiknya jumlah perempuan yang menjanda karena perceraian yang dipicu media sosial di Kota Bekasi menjadi perhatian Anggawira Calon Walikota Bekasi 2018-2023. Menanggapi hal tersebut, Anggawira berencana akan menggagas konseling digital gratis untuk pasutri di Kota Bekasi.

“Konseling digital ini akan membantu pasutri baik pihak laki-laki maupun perempuan yang punya problem rumah tangga. Kita kan ingin masyarakat Kota Bekasi bisa lebih bahagia, karena kalau stress bisa berdampak pula pada produktivitas mereka,” tutur Anggawira saat ditemui di Bekasi (3/10).
Lebih lanjut Anggawira menyampaikan program konseling digital tersebut bentuknya aplikasi, jadi bisa diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat Kota Bekasi yang membutuhkan layanan konseling ini lewat android maupun komputer. Apalagi saat ini sebagian besar masyarakat Kota Bekasi adalah pengguna android dan komputer.

“Kita bekerjasama dengan para psikolog, para pasutri yang punya problem bisa langsung curhat di aplikasi ini dan dibantu carikan solusinya. Aplikasi ini juga menyediakan fitur edukasi tentang kehidupan rumah tangga,” kata Anggawira.

Anggawira menjelaskan, konseling digital ini tidak dipungut biaya sama sekali. Selain itu, sangat praktis karena sistemnya online sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

“Program ini kita upayakan untuk menekan angka perceraian, terutama yang disebabkan oleh perselingkuhan. Apalagi di era digital seperti sekarang, komunikasi makin canggih didukung juga adanya media sosial yang ternyata bisa jadi pemicu perselingkuhan,” imbuh Anggawira yang juga akademisi di Universitas Islam As-Syafi’iyah.
Seperti diwartakan sebelumnya, media sosial menjadi faktor penyumbang tertinggi angka perceraian di Kota Bekasi. Data Pengadilan Agama (PA) Kota Bekasi menyebutkan, sebanyak 2.231 pasangan bercerai dari Januari-September 2017. Faktor pemicu perceraian terbanyak adalah perselingkuhan, sebanyak 1.862 kasus, disusul faktor ekonomi 111 kasus dan faktor poligami 121 kasus. Faktor perselingkuhan tersebut dipengaruhi oleh kecurigaan antar pasangan yang menggunakan media sosial.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Jaga Mental Anak Sekolah, Dede Sudiro Dorong Pendidikan Budi Pekerti Dimunculkan Kembali di Sekolah



Jateng, BorborNews - Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018 – 2023 mendatang, Dede Indra Permana Sudiro mendorong dimunculkannya kembali pendidikan budi pekerti di sekolah. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran Dede terhadap dampak negatif lingkungan yang bisa mempengaruhi mental anak sekolah di Jawa Tengah saat ini.

“Di tengah perkembangan zaman seperti sekarang, anak-anak sangat rentan dengan pengaruh negatif dari lingkungan. Oleh karena itu, kita harus jaga lewat pendidikan budi pekerti di sekolah,” tutur Dede di SD Negeri 1 Ngaliyan, Semarang.
Lebih lanjut Dede menjelaskan, pendidikan budi pekerti pertama kali diterapkan pada kurikulum 1947 terpisah dengan mata pelajaran lain. Sejak munculnya kurikulum 1968, pendidikan budi pekerti tersebut hanya sebagai sisipan di mata pelajaran seperti pendidikan Agama dan pelajaran Kewarganegaraan.

“Karena sebagai sisipan, pelajaran tentang budi pekerti ini kurang mendapat perhatian. Pelajaran budi pekerti harus dimunculkan kembali dalam kurikulum pendidikan dan jadi mata pelajaran yang berdiri sendiri,” kata Dede.

Dede yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah menuturkan, pendidikan budi pekerti yang disampaikan secara eksplisit melalui pelajaran menandakan adanya itikad baik dari dunia pendidikan untuk turut membentuk anak didik memiliki budi pekerti yang baik. Oleh karena itu, harus didukung penuh oleh para calon pemimpin negeri.

“Sementara ini, kita bisa coba buat kelas budi pekerti diluar jam pelajaran umum. Tapi sifatnya wajib diikuti oleh seluruh anak,” imbuh Dede.
Diketahui saat ini tengah marak kasus kriminal yang menimpa anak sekolah di beberapa daerah di Indonesia, seperti penggunaan obat terlarang PCC yang terjadi di Kendari, selain itu ada pula kasus kekerasan di sekolah yang menyebabkan korban tewas di Sukabumi. Hal ini yang mendorong Dede untuk berkomitmen menjaga masa depan anak-anak sekolah di Jawa Tengah.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: Dede Sudiro / Redaksi




 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com