Postingan Populer Bulan Ini

Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI
Tampilkan postingan dengan label PSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSI. Tampilkan semua postingan

8 Desember 2018

Adimin Pasaribu, PSI Siap Membangun Kabupaten Dairi Jauh Lebih Baik Lagi


Adimin Pasaribu Caleg PSI DPRD Kab Dairi no urut 2
BorborNews - Partai Solidaritas Indonesia besutan Grace Natalie hadir di kabupaten Dairi melalui Caleg DPRD dapil 2, Adimin Pasaribu no urut 2 dengan membawa trilogi PSI yaitu Menebar kebajikan,  Merawat keragaman dan Mengukuhkan solidaritas bersama misi PSI dengan membawa  Indonesia yang berkarakter kerakyatan, berkemanusiaan, berkeragaman, berkeadilan, berkemajuan dan bermartabat.

Adimin Pasaribu mengaku siap hadir ke pelosok yang begitu tertinggal di Kab. Dairi Desa Lae Hitam tepatnya Dusun Pahlawan dan beberapa dusun lagi, Ucapnya kepada tim Borbor News.

Caleg PSI Dapil II meliputi Kec. Berampu, Kec. Lae Parira,  Kec. Siempat Nempu,  Kec. Silima Punggapungga,  Kec. Siempat nempu Hilir Kab. Dairi mengatakan kelak dia terpilih duduk di DPRD dairi dari Partai PSI, akan mendorong Pemerintah supaya pemerataan pembangunan itu yang lebih utama, ujarnya. 

Adimin Pasaribu memaparkan bahwa sumber daya alam di Kab. Dairi seperti sayuran, Kol, kentang, jeruk, Sawit,  Durian Kakao merupakan urat nadi masyarakat setempat yang perlu perhatian khusus.

Jadi jelas, saya akan bekerja membangun daerah pilihan saya agar petani memiliki kehidupan yang lebih baik lagi, maka tercitaplah keadilan sosial itu, khususnya di kabupaten Dairi. (Tim)

Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




30 November 2018

Mengenal Harapan Panjaitan Caleg PSI DPRD Provinsi Sumut


BorborNews - Harapan Panjaitan, lahir di Balige Kabupaten Tobasa pada tanggal 22 Maret 1975, anak kedua dari tujuh bersaudara yang dilahirkan dari ibu T boru Siahaan seorang bidan desa dan Bapak JB. Panjaitan yang berprofesi sebagai guru Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

Pada tahun 1981 mulai sekolah di SD RK San Franciskus Balige dan tamat tahun 1987. Pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan di SMP RK Budhi Dharma Balige. Tiga tahun kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Bintang Timur Balige (BTB). Pada tahun 1992 Yayasan Soposurung (YASOP) berdiri dan merekrut siswa-siswi terbaik, kemudian terpilih sebagai siswa angkatan pertama. 

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas pada tahun 1993  melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan jalur Penerimaan Mahasiswa Bebas Test pada Jurusan Budidaya Pertanian Prodi Agronomi dan diwisuda pada bulan Februari 1999 dengan gelar Sarjana Pertanian (S.P). 

Pada bulan Desember 2004 menikah dengan ERNY E.F MANURUNG putri dari ibu M boru Sitorus dan Bapak N Manurung yang melahirkan empat orang anak. 

Beberapa tahun kemudian 2012-2014 melanjutkan pendidikan Pascasarjana di Universitas Medan Area (UMA) dan meraih gelar Master Sains (M.Si).

Pertama aktif di politik pada tahun 2018 dengan menjadi CALEG DPRD PROV. SUMUT Dapil Sumut 3 : Wil. Kab. Deli Serdang melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 

Harapan Panjaitan memiliki agenda besar, antara lain: Anti Korupsi dan Anti Intoleransi. PSI juga Anti Politik Uang. Partai yang melarang caleg memberikan sumbangan barang atau uang untuk membeli suara masyarakat demi mendapatkan kekuasaan.

Motivasi Pencalonan saya: "Menjadi legislatif yang bersih, profesional, anti korupsi, anti intoleransi dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat."

Adapun target atau sasaran setelah terpilih nanti : "Mendorong pelayanan publik yang mudah dan cepat, mendorong penerapan transparansi anggaran, meningkatkan ekonomi masyarakat, memajukan pendidikan dan pertanian." (ali silitonga).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Rian Laksana: Caleg Muda PSI Siap Bangun Kabupaten Banyuasin


BorborNews, Banyuasin - Siapa sangka tanpa menduga, Pergeseran perpolitikan di Indonesia mulai bergeser ke usia muda, seperti yang dilakukan oleh Partai Solidaritas Indonesia besutan Grace Natalie.

Caleg PSI yang sebagian besar dari kalangan muda dipersiapkan dapat membangun bangsa dari pemikiran muda kreatif berkelanjutan, contohnya Rian Laksana caleg usia 26 tahun ini turut warnai politikus muda kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Rian Laksana anak ke3 Putra dari 4 bersaudara dari Bapak Agus salim dan ibu Atik suarsih lahir di Palembang 10 November 1993 bertempat tinggal di Komplek kenten sejahtera blok o no 1 RT/Rw 008/004 kel kenten kecamatan talang kelapa.

Rian mulai turun memperkenalkan dirinya ke warga dapil sumsel 10, dengan cara membagikan kartu nama dan menyerap aspirasi warga sekitar disukomoro dan gasing 23 september 2018 lalu.

Rian turun bersama rekan seperjuangan, oh chie yung caleg dprd kabupaten Banyuasin dapil 6 talang kelapa - Tanjung lago menampung keluhan dan yang dibutuhkan menjadi catatan untuk diperjuangan nantinya bila duduk sebagai wakil rakyat.

Rian menuturkan ada beberap program yang akan difokuskan, antara lain: Meningkatkan ekonomi kreatif, Pemberdayaan perempuan, anak putus sekolah dan peningkatan air bersih sampai pelosok desa, ucapnya.

Rian mengaku, dengan hadirnya politisi muda yang optimis akan mempercepat pembangunan untuk mewujudkan aspirasi dari masyarakat yang selama ini belum cukup menjawab masalah masalah didaerah pilihannya.

Memang, masalah Korupsi menjadi masalah nasional yang menghambat pembangunan selama ini. itu sebabnya, saya akan turut serta memerangi korupsi agar terciptanya pembangunan yang berkesinambungan, tegas Rian.

Jadi, saya mohon doa restu khususnya warga dapil saya, untuk turut serta mengawasi saya sebagai wakilnya nanti di Legislatif Prov sumsel khususnya kabupaten Banyuasin. Saya Rian Laksana No urut 6 siap maju memperjuangkan aspirasi warga dan mengawal untuk kemajuan kabupaten Banyuasin, Ucapnya menutup wawancara kepada BorborNews. (Tim).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




13 November 2018

Forum Kalimantan Barat & Pusdal Soksi Lakukan Baksos Kepada Anak anak Sekolah



BorborNews , Jakarta - Misi kemanusian tidak akan tenggelam dengan hiruk pikuk kampanye tahun pemilu yang sedang berjalan dan akan terus berjalan menabur kebaikannya ditengah2 rakyat yang membutuhkan sentuhan tangan2 dermawan yang peduli kepada anak anak sekolah, seperti yang dilakukan Pusdal Soksi bersama Forum Kalimantan di daerah pasar senen dalam VI no 11 Jakarta Pusat, Selasa 13 Nov 2019.

Acara yang ditujukan kepada anak anak sekolah ini bertujuan untuk menghargai jasa Pahlawan, seperti seruan Bung Karno dengan tulisan serta suaranya "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah bangsanya".

Dibawah pimpinan Bapak Petrus Marwan dan ketua wil tengah Pusdal Soksi Bapak Valentino barus bersama 60 peserta anak anak sekolah dan didampingan orangtua, memberi hiburan dan pertanyaan seputar nama Presiden RI yang pertama hingga sekarang.

Tidak sedikit yang mengetahui dari pertanyaan tersebut, ucap Petrus. Terpenting kita perlu memberitahu dan menanamkan budi pekerti dari nilai pancasila yang telah dibuat oleh pahlawan yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan.

Senada komentar dari Hotma Roland Pasaribu yang peduli melakukan kegiatan sosial didaerah kota Depok, mengapresiasikan kegiatan baksos dengan tema acara tersebut.

Hotma yang merupakan Caleg dari PSI untuk dapil Kota Bekasi dan Depok no urut 3 dapil 6 Jawa Barat berharap dapat bersama sama untuk melakukan hal serupa didaerah pilihannya, saya salut kepada Pudal Soksi dan Forum Kalimantan Barat, ucap Hotma. (Red/netty)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




19 Oktober 2018

Latar Belakang Hotma Roland Pasaribu Caleg PSI Dapil Jawa Barat 6 Depok - Bekasi No Urut 3


Hotma Roland Pasaribu adalah seorang praktisi Teknologi Informasi yang tergerak untuk memasuki dunia politik karena melihat kondisi bangsa ini yang terkoyak dengan sangat maraknya kasus-kasus korupsi dan banyaknya aksi-aksi inteloransi, radikalisme bahkan terorisme di setiap tempat di Indonesia. 

Lahir di Jambi, 47 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 23 Mei 1971. Hotma Roland Pasaribu adalah anak kedua dari empat bersaudara. Abangnya laki-laki bernama Saudur Febrianto Pasaribu, dan dua adiknya perempuan yaitu Rosmei dan Yunaisi. Kedua orangtuanya yaitu Antonius Pasaribu dan Risma Simanungkalit berprofesi sebagai Guru dan mengabdikan hidup mereka dalam dunia Pendidikan. Orang tuanya merantau dari Tarutung Sumatra Utara ke Jambi sebelum Hotma dan saudara-saudaranya lahir.

Semasa kecil, Hotma bersekolah di Xaverius Jambi, dia bersekolah disana dari SD hingga tamat SMA. Walaupun kedua orang tuanya adalah PNS, namun mereka menyekolahkan Hotma di sekolah swasta tersebut karena disiplinnya yang kuat. Sejak SMP dia selalu aktif di OSIS, Hotma juga sangat suka dengan kegiatan Pramuka dan hobby bermain musik dan berolah raga. Setamat SMA, dia kuliah di Bandung yaitu di PATI Institut Teknologi Bandung. 

Hotma Roland Pasaribu adalah seorang yang pemberani, jujur dan berintegritas, dia juga seorang pekerja keras. Dia memiliki Leadership yang kuat, dan daya analisa yang tajam, serta mampu bekerja sama dan memiliki skill komunikasi yang baik. Hotma Roland Pasaribu juga memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi, hal ini berdasarkan pengakuan teman-temannya sejak SD hingga teman kantor, yang di uploadnya di YouTube. 

Hotma Roland Pasaribu sudah bekerja lebih dari 24 tahun di dunia IT (Information Technology) di beberapa perusahaan swasta Nasional dan Multi-Nasional seperti Pertamina, Indosat, Danamon, Micros-Fidelio, dll. Dia memiliki sertifikasi dari perusahanan IT dunia seperti Microsoft, Oracle, Citrix, CompTIA, dlsb, dengan berbagai sertifikasi Internasional yaitu: MCT, OCP, MCSE, CCA, CompTIA Security+, dlsb.

Hotma juga adalah seorang praktisi di dunia Project Management dengan menyandang gelar PMP (Project Management Professional), profesi ini sudah di geluti lebih dari 11 tahun terakhir. Saat ini Hotma Roland Pasaribu tergabung dalam komunitas professional yaitu Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter (https://www.pmi.org dan https://www.pmi-indonesia.org ) sebagai VP Board Program. 

Ini adalah organisasi atau komunitas professional nirlaba, dimana Hotma Roland Pasaribu dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada banyak orang melalui roadshow ke perusahaan, dan Goes to Campuss, serta Study Group guna mengembangkan dunia Project Management di Indonesia.

Saat ini Hotma dan istrinya Rinta Kusumaningdyah, memiliki lima orang anak, dimana dua anak mereka yang paling besar yaitu Christian dan Sintong sedang kuliah masing-masing di jurusan Informatika dan Teknik Industri. Sedangkan yang kembar yaitu Bulan (satu-satunya anak perempuan) dan Bintang masih SMP kelas 3. Dan yang bungsu bernama Jupiter masih kelas dua SMP di Depok.

Lahir dan besar dalam keluarga Kristen Tapanuli, Hotma tidak lupa dengan adat-istiadat dan falsafah yang diajarkan oleh kedua orangtuanya. Namun semuanya falsafah Batak itu belum lengkap bila belum berguna bagi orang banyak, untuk itulah Hotma Roland Pasaribu aktif di dunia sosial dan keagamaan (kerohanian) agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, selain keluarga, saudara, teman-teman, tetangga, dll. 

Hotma saat ini melayani di Gereja GKI Cinere, sebagai pemusik (gitar dan piano) dan aktif di Komisi KesPel (Kesaksian dan Pelayanan) dengan banyak kegiatan seperti Donor Darah, Sembako Murah pada saat bulan puasa menjelang Lebaran, juga kegiatan Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama di Depok dan sekitarnya. 

Jadi menurut Hotma Roland Pasaribu, seseorang itu sudah mencapai prestasi atau pencapaian dan penghargaan tertinggi adalah ketika sudah berguna bagi orang lain, jadi bukan karena Plakat atau Sertifikat apalagi Pangkat.

Kini Hotma Roland Pasaribu bertekad untuk dapat melayani masyarakat Indonesia melalui dunia politik dengan menjadi Calon Anggota Legislatif dari PSI dari Dapil JAWA BARAT 6 (yaitu Kota Depok dan Kota Bekasi) dengan Nomor Urut 3.

Mari dukung Hotma Roland Pasaribu bersama-sama membangun bangsa untuk Indonesia yang lebih baik. 

Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




18 Oktober 2018

Hotma Roland Pasaribu: Segera Revisi PP 60/90 Agar Sejalan Isi PMK 113/2012


Jakarta, BorborNews - Hotma Roland Pasaribu salah satu caleg dari PSI Dapil 6 wilayah kota bekasi dan depok mengomentari siaran pers Dewan Pimpinan Partai Solidaritas Indonesia yang bertema " DPR Stop Hamburkan Uang Rakyat" di Jakarta, 5 Agustus 2018.

Hotma mengungkapkan kekecewaannya agar segera merevisi PP 61/90 karena di duga kuat terjadinya pemborosan dan penghamburan uang rakyat karena tidak sejalan dengan isi PMK 113/2012 yaitu pertanggungjawaban biaya perjalanan harus berdasarkan biaya riil (at cost). 

Hal tersebut seperti yang tertuang pada pers rilis yang dikeluarkan DPP PSI pada saat acara diskusi publik bertajuk ‘DPR, Stop Hamburkan Uang Rakyat!’. Pada acara itu, dihadiri Ade Indira Sugondo (Mantan Anggota DPR RI 1999/2004), dan Emerson Yuntho (Peneliti Indonesian Corruption Watch) serta Tsamara Amany.

Hotma mengungkapkan bahwa selama ini telah terjadi pemborosan dan praktik-praktik yang merugikan rakyat tersebut. Pemerintah dalam hal ini, Presiden Jokowi harus segera mengambil sikap untuk memyelematkan penggunaan uang rakyat selama ini.

"Berdasarkan penelurusan para caleg PSI, praktik-praktik penggerogotan uang rakyat itu terjadi dalam beragam cara yang mencengangkan. 

Praktik-praktik itu sebenarnya bisa dicegah namun selama ini dibiarkan terus karena ketiadaan komitmen politik mereka yang berada di DPR,” ujar Tsamara Amany, salah seorang Ketua PSI, di Jakarta, 5 Agustus 2018. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




17 Oktober 2018

Hotma Roland Pasaribu Mengaku Bangga Atas Kinerja DPP PSI


BorborNews, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berupaya mendapatkan suara 20 persen perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pesta pemilu legislatif tahun depan. "Minimal dua digit-lah", kata Grace Natalie ketum PSI, disaat mendaftarkan calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Jln Imam Bonjol no 32 Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

PSI berani menyatakan bahwa 100% Caleg PSI adalah bukan Eks Napi Korupsi . Hal ini ditegaskan oleh ketum Grace Natalie

PSI mendaftarkan Calegnya berjumlah 575 yang tersebar di 80 Daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Pendaftaran hari ini pukul 08.10 wib. Dihadiri ketum PSI dan Ketua Bapilu sekaligus ketua DPP, Bro Sumardy Ma, Tegas Hotma Roland Pasaribu.

Hotma Roland Pasaribu, mengaku sangat bangga dengan kerja keras dari pengurus PSI terutama DPP yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan semua kelengkapan pendaftaran tersebut hari ini.

Perlu diingat keterwakilan minimal perempuan adalah 30%, namun PSI melebihi hingga 45% Luar biasa, kata Hotma. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Hotma Roland Pasaribu Bersama Gus Yahya Dalam Acara Solidarity Lecture & Halal Bihalal


BorborNews, Jakarta - Acara yang bertajuk: Solidarity Lecture & Halal Bihalal dengan tema "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" yang berlangsung di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada pukul 18:30wib, kamis 12 Juli 2018 dihadiri ratusan undangan dari berbagai pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama serta media cetak, online.

Dalam acara tersebut, Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Hotma Roland Pasaribu, warga Depok yang juga salah satu bagian dari Partai Solidaritas Indonesia, Kagum dengan pandangan Gus Yahya yang berpegang pada Pacasila dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pemersatu dan dasar negara.

Hotma, menambahkan "Indonesia merdeka merupakan perjuangan seluruh masyarakat, terutama pahlawan yang telah berjuang dan mendahului kita. Kita wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman kelompok kelompok Radikal maupu Terorisme. Mereka itu musuh kita, wajib kita lawan, "tutur hotma".

Hotma yang selalu kritis terhadap, ketidakadilan oleh oknum oknum yang mengkebiri hak hak warga dan Koruptor yang menyengsarakan warga dan menghambat kemajuan negara, itupun harus kita lawan bersama, "Ucap Hotma", saat diwawancarai tim Borbor News. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi


6 Agustus 2018

"Siaran Pers" PSI: DPR Stop Hamburkan Uang Rakyat


BorborNews - SIARAN PERS
DEWAN PIMPINAN PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA

PSI: DPR STOP HAMBURKAN UANG RAKYAT!

Jakarta, 5 Agustus 2018

Partai Solidaritas Indonesia menemukan bahwa selama ini telah terjadi pemborosan dan penghamburan  uang rakyat dalam skala yang mencengangkan di Dewan Perwakilan Rakyat. Karena itu PSI  akan mengambil langkah-langkah bersama berbagai elemen masyarakat untuk menghentikan praktik-praktik yang merugikan rakyat tersebut.

"Berdasarkan penelurusan para caleg PSI, praktik-praktik penggerogotan uang rakyat itu terjadi dalam beragam cara yang mencengangkan. Praktik-praktik itu sebenarnya bisa dicegah namun selama ini dibiarkan terus karena ketiadaan komitmen politik mereka yang berada di DPR,” ujar Tsamara Amany, salah seorang Ketua PSI, di Jakarta, 5 Agustus 2018.

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk ‘DPR, Stop Hamburkan Uang Rakyat!’. Pada acara itu, Tim Caleg PSI tampil memaparkan hasil temuan penelusuran di DPR. Hadir pula di acara itu: Ade Indira Sugondo (Mantan Anggota DPR RI 1999/2004), dan Emerson Yuntho (Peneliti Indonesian Corruption Watch).

Diskusi ini merujuk pada hasil penelusuran para caleg PSI tentang praktik-praktik pemborosan dan penghamburan uang rakyat di DPR untuk memperkaya banyak anggota DPR dan Partai Politik yang ada. Dan ini bisa berlangsung lama karena DPR memanfaatkan celah dalam peraturan perundangan  yang mereka pertahankan.

Tim caleg PSI menemukan bahwa banyak anggota DPR memanipulasi uang rakyat dalam berbagai bentuk.  Mereka memanipulasi biaya perjalanan, biaya kunjungan kerja, biaya studi banding, biaya kunker dapil dan biaya reses.

Berbagai manipulasi bisa terjadi karena karena para anggota DPR memperoleh dana perjalanan dalam bentuk lumpsum dan bukan berdasarkan biaya riil (‘at cost’). Berdasarkan PP 61/90, anggota DPR hanya wajib  menyerahkan tanda bukti penggunaan biaya, melainkan hanya bukti pembayaran.

"Selama PP 61/90 terus ada dan tidak disesuaikan untuk mengakomodisi sistem reimbursement dan biaya 'at cost', para anggota DPR akan terdorong untuk memperbanyak kunjungan kerja untuk keuntungan pribadi.”, ujar Dini Purwono, Caleg PSI Dapil Jawa Tengah I.

Selain itu, pemborosan juga terjadi karena para anggota DPR mendapatkan pola pemasukan multi pay, bukan single pay.

Lebih jauh lagi penggerogotan juga terjadi akibat peran anggota DPR dalam Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Terakhir, banyak anggota DPR juga diduga menerima uang siluman dalam penyusunan Undang – Undang ataupun saat menjalankan fungsi pengawasan.

Menurut Dini, pemborosan dan korupsi ini bisa dihentikan. Untuk itu,  PSI menawarkan sejumlah solusi, sebagai berikut:

1. Mendesak pemerintah merevisi PP No 61/90 sehingga isinya sejalan dengan isi PMK 113/2012 yaitu pertanggungjawaban biaya perjalanan harus berdasarkan biaya riil (at cost).

2. Mengupayakan terbangunnya mekanisme yang mewajibkan anggota DPR melaporkan secara langsung dan kemudian membuat laporan pertanggungjawaban reses dan kunker yang harus disampaikan kepada publik secara online

3. Mengupayakan sistem penggajian anggota DPR diubah menjadi 'SINGLE PAY', bukan' MULTI PAY'.

4. Mengupayakan agar anggota DPR melepaskan fungsi teknis seperti BURT kepada Sekretariat Jenderal

5. Mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran oleh DPR, secara online.

Dedek Paryudi, Caleg PSI dapil Jabar IX  menyatakan bahwa langkah-langkah ini merupakan langkah yang harus diambil untuk kepentingan rakyat banyak. “PSI sadar sepenuhnya bahwa langkah ini tidak populer karena akan membangkitkan kemarahan para anggota DPR yang sudah dan ingin bertahan di Senayan. Kalau perjuangan kami ini berhasil dan para caleg PSI masuk DPR, penghasilan yang kami akan terima akan jauh lebih rendah daripada yang sekarang diperoleh anggota DPR. Tapi langkah ini harus diambil demi kepentingan rakyat banyak,” ujar Dedek Prayudi.

Diskusi ini merupakan babak pertama dari langkah PSI dalam menyelamatkan uang rakyat di DPR. Selain diskusi, PSI akan melakukan penandatanganan Pakta Integritas dan Kontrak Kerja untuk mengikat komitmen para anggota PSI. Tim caleg PSI juga akan berusaha melakukan lobby pada pemerintah agar merevisi PP No 61/90.

Narahubung:
Steffi (+6285891583501)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




14 Juli 2018

Solidarity Lecture & Halal Bihalal: Gus Yahya "Konsep Rahmah utk Perdamaian Dunia"


BorborNews, Jakarta - Isu Intoleransi sara, Radikalisme dan Terorisme menjadi menu hangat ditahun Pilkada, Pileg dan Pilpres. Hal tersebut semakin kuat, digaungkan kelompok kelompok tertentu yang menginginkan ketidakstabilan ekonomi dan perpecahaan di tengah masyarakat.

Berbagai cara dilakukan pemerintah, aktivis bahkan tokoh tokoh agama untuk menjaga keutuhan NKRI. Seperti yang dilakukan oleh salah satu tokoh Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf melalui acara "Solidarity Lecture & Halal Bihalal" yang berlangsung Kamis, 12 Juli 2018 bertempat di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara yang bertajuk: "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" dihadiri pejabat negara dan Ketum PSI Grace Natali. 

Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Pada kesempatan tsb, Ketua PSI Grace Natali menambahkan bahwa bila di Islam ada Rahmah, di Kristen juga ada Kasih dimana mencakup Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dia yakin di agama lain juga memiliki konsep yg mirip seperti itu, Ucap Grace.

Jadi intinya adalah, dengan menghadirkan Rahmah maka niscaya Perdamaian Dunia dapat diwujudkan, "Kata Grace". (Godi).

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




9 Juli 2018

Jeni, Aktivis Forum Nitizen Indonesia Kota Bandung: Dukung Kegiatan Rembuk Nasional Aktivis 98



BorborNews, Jakarta - Kekhawatiran perpecahan antar anak bangsa semakin merongrong di benak beberapa aktivis dari berbagai daerah yang hadir dan mendukung acara rembuk nasional aktivis 98, Sabtu 7 Juli 2018 di Jakarta Internasional expo.

Acara yang berlangsung tertib dan di hadiri dari berbagai pejabat negara serta Presiden RI Bpk Ir Joko Widodo serta sedikitnya 50ribu peserta dari berbagai penjuru daerah menambah semangat melawan perpecahaan yang makin terasa di masyarakat.

Hadir perwakilan dari kota Bandung yang juga seorang aktivis Forum Nitizen Indonesia (FNI) kota bandung, Jeni dengan beserta rekan daerahnya mengatakan "Kami ingin serius melawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme", Ucapnya kepada tim Borbor News.

Jeni menambahkan, Semenjak tahun 2014 di Indonesia sudah mulai terlihat adanya gerakan intoleransi dan radikalisme di Sosial Media. Dengan menggunakan kedok agama mereka menggaungkan negara khilafah di Indonesia.

Sudah sejogjanya kita sebagai warga negara yg Baik ikut mendukung gerakan rembuk Nasional 98 ini sebagai pernyataan bahwa kita harus selalu setia kepada negara kita NKRI, menjaga keragaman dan dengan tegas menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme, "tegas Jeni". (Godi)


Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Aktivis Rembuk Nasional 98: Hotma Roland Pasaribu, 7 Juli 2018 Hari Bhineka Tunggal Ika


Kiri: Gomgom Dinasti Kanan: Hotma Roland Pasaribu

Presiden RI turut hadir acara rembuk nasional aktivis 98 Minggu 7 Juli 2018
BorborNews, Jakarta - Seiring meningkatnya isu sara intoleransi, Radikalisme dan Terorisme yang terjadi di tanah air dalam tingkatan mengkhawatirkan menimbulkan perpecahaan dan konflik ditengah masyarakat.

Semangat perjuangan reformasi tahun 98 yang merupakan titik balik demokrasi dari rezim yang sarat KKN, pelanggaran HAM, otoriter dan monopoli. Maka dengan rembuk nasional dari aktivis 98 kembali hadir pada tanggal 7 Juli 2018 untuk mendeklarasikan untuk di jadikan Hari Bhineka Tunggal Ika yang juga dihadiri oleh Presiden RI Bpk Ir. Joko Widodo.

Acara yang berlangsung di Jakarta Internasional Expo Minggu 7 Juli 2018 sedikitnya 50 ribu simpatisan yang peduli tolak intoleransi, radikal dan terorisme, hadir dari berbagai pelosok tanah air.

Salah satu peserta aksi aktivis, Hotma Roland Pasaribu mengemukakan beberapa tahun belakangan ini, Indonesia diterpa isu Intoleransi sara berkepanjangan sampai lini tingkat bawah seperti lingkungan RT/RW seperti kita ketahui kasus Ahok ketika mendekati pilkada DKI Jakarta. Belum lagi kasus bom thamrin di ikuti bom di berbagai gereja di beberapa daerah serta penutupan paksa oleh ormas ormas tertentu kepada pedagang warung makan.

Oleh karena itu, saya hadir menyuarakan dan mendukung acara ini serta mendukung Bpk Presiden Ir Jiko Widodo untuk menjaga keutuhan dan perdamaian dari kelompok kelompok radikal yang merorong Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. kita tidak boleh diam, Mari kita lawan kelompok kelompok itu, Tegas Hotma Roland Pasaribu. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.