Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

18 Juli 2018

Hotma Roland Pasaribu Mengaku Bangga Atas Kinerja DPP PSI


BorborNews, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berupaya mendapatkan suara 20 persen perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pesta pemilu legislatif tahun depan. "Minimal dua digit-lah", kata Grace Natalie ketum PSI, disaat mendaftarkan calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Jln Imam Bonjol no 32 Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

PSI berani menyatakan bahwa 100% Caleg PSI adalah bukan Eks Napi Korupsi . Hal ini ditegaskan oleh ketum Grace Natalie

PSI mendaftarkan Calegnya berjumlah 575 yang tersebar di 80 Daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Pendaftaran hari ini pukul 08.10 wib. Dihadiri ketum PSI dan Ketua Bapilu sekaligus ketua DPP, Bro Sumardy Ma, Tegas Hotma Roland Pasaribu.

Hotma Roland Pasaribu, mengaku sangat bangga dengan kerja keras dari pengurus PSI terutama DPP yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan semua kelengkapan pendaftaran tersebut hari ini.

Perlu diingat keterwakilan minimal perempuan adalah 30%, namun PSI melebihi hingga 45% Luar biasa, kata Hotma. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




14 Juli 2018

Hotma Roland Pasaribu Bersama Gus Yahya Dalam Acara Solidarity Lecture & Halal Bihalal


BorborNews, Jakarta - Acara yang bertajuk: Solidarity Lecture & Halal Bihalal dengan tema "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" yang berlangsung di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada pukul 18:30wib, kamis 12 Juli 2018 dihadiri ratusan undangan dari berbagai pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama serta media cetak, online.

Dalam acara tersebut, Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Hotma Roland Pasaribu, warga Depok yang juga salah satu bagian dari Partai Solidaritas Indonesia, Kagum dengan pandangan Gus Yahya yang berpegang pada Pacasila dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pemersatu dan dasar negara.

Hotma, menambahkan "Indonesia merdeka merupakan perjuangan seluruh masyarakat, terutama pahlawan yang telah berjuang dan mendahului kita. Kita wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman kelompok kelompok Radikal maupu Terorisme. Mereka itu musuh kita, wajib kita lawan, "tutur hotma".

Hotma yang selalu kritis terhadap, ketidakadilan oleh oknum oknum yang mengkebiri hak hak warga dan Koruptor yang menyengsarakan warga dan menghambat kemajuan negara, itupun harus kita lawan bersama, "Ucap Hotma", saat diwawancarai tim Borbor News. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi


Solidarity Lecture & Halal Bihalal: Gus Yahya "Konsep Rahmah utk Perdamaian Dunia"


BorborNews, Jakarta - Isu Intoleransi sara, Radikalisme dan Terorisme menjadi menu hangat ditahun Pilkada, Pileg dan Pilpres. Hal tersebut semakin kuat, digaungkan kelompok kelompok tertentu yang menginginkan ketidakstabilan ekonomi dan perpecahaan di tengah masyarakat.

Berbagai cara dilakukan pemerintah, aktivis bahkan tokoh tokoh agama untuk menjaga keutuhan NKRI. Seperti yang dilakukan oleh salah satu tokoh Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf melalui acara "Solidarity Lecture & Halal Bihalal" yang berlangsung Kamis, 12 Juli 2018 bertempat di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara yang bertajuk: "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" dihadiri pejabat negara dan Ketum PSI Grace Natali. 

Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Pada kesempatan tsb, Ketua PSI Grace Natali menambahkan bahwa bila di Islam ada Rahmah, di Kristen juga ada Kasih dimana mencakup Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dia yakin di agama lain juga memiliki konsep yg mirip seperti itu, Ucap Grace.

Jadi intinya adalah, dengan menghadirkan Rahmah maka niscaya Perdamaian Dunia dapat diwujudkan, "Kata Grace". (Godi).

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




13 Juli 2018

Lepas Kangen Relawan Ahokers Di Mako Brimob


BorborNews, Depok - Kecintaan warga Jakarta kepada mantan Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama, sepertinya tidak padam seiring waktu.

Kunjungan relawan Ahoker 10 Juli 2018, menambah deretan warga yang memgapreasikan kepada Ahok yang menerima putusan 2tahun tanpa naik banding.

Seperti informasi yang kami dapat, beberapa relawan Ahokers yang mengunjungi Ahok, seperti:
1. Jo Lina
2. Hanifah
3. Saiful Amri
4. Sarita Rahma Yulita
5. Siti Mulyana
6. Frans J Senewe
7. R. Arasyurrahman Adipratama
8. Suhartinah
9. J Karaben TOS
10. Reynske Patricia Metekhoy
11. Netty Manurung
12. Siti Umroh
13. Sri ratih
14. Diana Soegiharto
15. Brigita eka sugiarti
16. Wibowo

Dari salah satu relawan yang kami konfirmasikan, mengatakan "kami rindu BTP atas kinerjanya yang nyata, tegas dan tidak takut kepada koruptor", Kata Netty Manurung.

Netty menambahkan, BTP sering dibawakan makanan dari warga Jakarta yang mengunjungi beliau. Hingga beliau pun, tidak sanggup memakan makanan tersebut. BTP pun menegaskan bahwa, "Banyak berita HOAK yang menyatakan dirinya bisa keluar masuk penjara. BTP membantah hal tersebut", Kata Nety.

Selama berada di tahanan, BTP banyak belajar bersabar dan menahan emosi dan meyakinkan atas statusnya sebagai penista agama itu, tidak benar "ungkap beliau", seperti yang di ucapkan netty kepada wartawan Borbor News.

Pertemuan bersama BTP yang tidak kurang 30 menit, membuat suasana haru dan meneteskan air mata. Kamipun yang hadir membawa buku dan foto foto selama ini untuk ditandatanganni Ahok. Kami salut, atas kinerja Bpk Ahok dalam perubahaan kota Jakarta dan merindukan sosok pemimpin yang amanah, tegas dan tidak bermental korupsi, Ucap Netty. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




9 Juli 2018

Jeni, Aktivis Forum Nitizen Indonesia Kota Bandung: Dukung Kegiatan Rembuk Nasional Aktivis 98



BorborNews, Jakarta - Kekhawatiran perpecahan antar anak bangsa semakin merongrong di benak beberapa aktivis dari berbagai daerah yang hadir dan mendukung acara rembuk nasional aktivis 98, Sabtu 7 Juli 2018 di Jakarta Internasional expo.

Acara yang berlangsung tertib dan di hadiri dari berbagai pejabat negara serta Presiden RI Bpk Ir Joko Widodo serta sedikitnya 50ribu peserta dari berbagai penjuru daerah menambah semangat melawan perpecahaan yang makin terasa di masyarakat.

Hadir perwakilan dari kota Bandung yang juga seorang aktivis Forum Nitizen Indonesia (FNI) kota bandung, Jeni dengan beserta rekan daerahnya mengatakan "Kami ingin serius melawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme", Ucapnya kepada tim Borbor News.

Jeni menambahkan, Semenjak tahun 2014 di Indonesia sudah mulai terlihat adanya gerakan intoleransi dan radikalisme di Sosial Media. Dengan menggunakan kedok agama mereka menggaungkan negara khilafah di Indonesia.

Sudah sejogjanya kita sebagai warga negara yg Baik ikut mendukung gerakan rembuk Nasional 98 ini sebagai pernyataan bahwa kita harus selalu setia kepada negara kita NKRI, menjaga keragaman dan dengan tegas menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme, "tegas Jeni". (Godi)


Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Posko Perjuangan Rakyat Banten, Nelson: Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme



BorborNews, Jakarta - Aksi Sabtu 7 Juli 2018, Bukti bahwa rakyat semakin marah atas terjadinya Intoleransi sara, Radikalisme dan Terorisme di tanah air beberapa tahun terakhir.

Salah satu aktivis Pospera perwakilan dari Banten, "Nelson" saat diwawancara BorborNews, mengungkapkan kegeramannya atas terjadi perpecahan dikarenakan SARA bahkan sampai terjadinya Bom Gereja di beberapa daerah.

Contoh yg terang benderang sewaktu Pilgub DKI Jakarta baru" ini, ada pihak" yang dengan sengaja berkampanye secara tidak sehat, seperti sholat jenazah. Bila mendukung salah satu Paslon, tidak disholatkan di rumah ibadah tersebut, spanduk" kampanye hitam juga menyebar sewaktu Pilgub DKI Jakarta.

Tindakan seperti itu apabila dibiarkan akan menjadi bibit" perpecahan sesama anak bangsa.

Jadi wajar apabila eksponen aktivis 98 menginisiasi gerakan melawan intoleransi radikalisme dan terorisme, agar NKRI tidak terpecah belah oleh ulah sekelompok orang, kata Nelson.

Hal tersebut mencoreng kewibaan bangsa di mata Internasional, apalagi ketika Indonesia, untuk ke-4 kali terpilih menjadi anggota dewan keamanan PBB, ini merusak citra negeri, tegas "Nelson" saat hadir di acara rembuk nasional di Jakarta Internasional Expo.

Acara yang dihadiri 50ribu peserta dari berbagai daerah serta dihadiri orang no 1 di Indonesia menambah semangat dari peserta bahwa kita sedang darurat perpecahaan.

Tema "Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme" menjadi titik hari nasional Bhineka Tunggal Ika yang disepakati ribuan aktivis 98 yang hadir.

Nelson mengajak warga Indonesia, khususnya warga wilayah Banten untuk melawan Isu Intoleransi SARA, Radikalisme dan Terorisme yang akan mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Aktivis Rembuk Nasional 98: Hotma Roland Pasaribu, 7 Juli 2018 Hari Bhineka Tunggal Ika


Kiri: Gomgom Dinasti Kanan: Hotma Roland Pasaribu

Presiden RI turut hadir acara rembuk nasional aktivis 98 Minggu 7 Juli 2018
BorborNews, Jakarta - Seiring meningkatnya isu sara intoleransi, Radikalisme dan Terorisme yang terjadi di tanah air dalam tingkatan mengkhawatirkan menimbulkan perpecahaan dan konflik ditengah masyarakat.

Semangat perjuangan reformasi tahun 98 yang merupakan titik balik demokrasi dari rezim yang sarat KKN, pelanggaran HAM, otoriter dan monopoli. Maka dengan rembuk nasional dari aktivis 98 kembali hadir pada tanggal 7 Juli 2018 untuk mendeklarasikan untuk di jadikan Hari Bhineka Tunggal Ika yang juga dihadiri oleh Presiden RI Bpk Ir. Joko Widodo.

Acara yang berlangsung di Jakarta Internasional Expo Minggu 7 Juli 2018 sedikitnya 50 ribu simpatisan yang peduli tolak intoleransi, radikal dan terorisme, hadir dari berbagai pelosok tanah air.

Salah satu peserta aksi aktivis, Hotma Roland Pasaribu mengemukakan beberapa tahun belakangan ini, Indonesia diterpa isu Intoleransi sara berkepanjangan sampai lini tingkat bawah seperti lingkungan RT/RW seperti kita ketahui kasus Ahok ketika mendekati pilkada DKI Jakarta. Belum lagi kasus bom thamrin di ikuti bom di berbagai gereja di beberapa daerah serta penutupan paksa oleh ormas ormas tertentu kepada pedagang warung makan.

Oleh karena itu, saya hadir menyuarakan dan mendukung acara ini serta mendukung Bpk Presiden Ir Jiko Widodo untuk menjaga keutuhan dan perdamaian dari kelompok kelompok radikal yang merorong Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. kita tidak boleh diam, Mari kita lawan kelompok kelompok itu, Tegas Hotma Roland Pasaribu. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




FPII Akan Aksi Solidaritas Wartawan Session 2, Bertajuk" Pengurus Dewan Pers Mundur


BorborNews, Jakarta - Rumor terbaru setelah Aksi Solidaritas Wartawan yang berunjuk rasa di Dewan Pers, Rabu (4/7) lalu, barisan massa dari Forum Pewarta Independen Indonesia (FPII) terdengar akan menggelar aksi lagi di Bundaran HI, Jakarta dalam waktu dekat.

 

Barisan organisasi wartawan ini memang terkenal dengan aksi unjuk rasa yang selalu memperjuangkan nasib wartawan yang berhadapan dengan hukum atau sebagai gerbang penjaga karya jurnalistik wartawan. 

Dari informasi yang diperoleh media ini, bahwa FPII akan merapatkan barisan kembali dengan tajuk "Pengurus Dewan Pers Mundur". 

Hal ini dilakukan agar seluruh masyarakat tau apa yang telah dilakukan ketua Dewan Pers, Yoseph Adi, dkk yang duduk di bangku pelindung wartawan telah menyeret wartawan ke lembah kematian.

Diketahui, pada aksi Solidaritas Wartawan Rabu lalu, FPII turut menurunkan ratusan anggotanya untuk menentang kebijakan Dewan Pers yang dinilai bertolak belakang dengan Kebebasan Pers. 

Klimaks bagi Dewan Pers, atas rekomendasinya kepada wartawan di Kotabaru, Kalimantan Selatan, menyebabkan kematian bagi seorang wartawan Muhamad Yusuf (42) dalam tahanan karena dijerat UU ITE atas laporan salah satu perusahaan perkebunan sawit di wilayahnya. 

Dewan Pers justru mempersilahkan Kepolisian untuk menjerat wartawan tersebut dengan pelanggaran UU ITE.

Berbagai tekanan dialami "korban" Dewan Pers itu, ancaman maksimal digembar gemborkan pasca penangkapan, maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 milyar. 

Yang akhirnya 10 Juni 2018 lalu, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H pihak keluarga mendapat kabar dari pihak berwajib bahwa Muhamad Yusuf telah tiada. 

Diketahui setelah aksi Solidaritas 4 Juli lalu itu, ketua ketua organisasi Pers (Orpers) membuat koalisi bersama dalam bentuk Sekretariat Bersama (Sekber) Orpers. Karena banyak wartawan di berbagai daerah terjerat UU ITE atas pemberitaannya.

Saat Aksi Solidaritas Wartawan session 2 ini dikonfirmasi ke Ketua Presidium FPII, Kasihhati mengatakan, dirinya memang sedang mempersiapkan aksi lanjutan dalam waktu dekat dengan tujuan meminta Ketua Dewan Pers mundur dari jabatannya, karena lalai dan tidak amanah melindungi Kebebasan Pers.  

FPII akan datang dengan kekuatan yang lebih besar dari aksi kemarin,"ujarnya.(team)

Sumber : Presidium FPII
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




8 Juli 2018

Eggy Sudjana Siap Bela Wartawan yang Dikriminalisasi



BorborNews, Jakarta - Ketua Dewan Etik DPP Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Dr. Eggy Sudjana SH, siap memberikan pembelaan kepada wartawan yang dikriminalisasi dengan pendekatan hukum di luar pers.

"Tulis itu Fer, Abang siap jadi pembela mereka," tegas Eggy Sudjana kepada Koordinator Lapangan aksi gruduk Dewan, Feri Rusdiono lewat Wahattsup dan selularnya, 4/7 lalu.

Eggy terkaget-kaget mendengar report ada ratusan jurnalis yang bermasalah gara-gara penderitaan. Apalagi klimak dari kriminalisasi ini seorang wartawan Sinar Pagi Baru meregang nyawa di tahanan Polres Kota Baru, Kalimantan Selatan.

"Itu tidak bisa dibiarkan, seperti kasus Udin Bernas Yogya," tandasnya dengan suara tinggi.

Menurut Eggy, maraknya kasus kriminalisasi itu menunjukkan ada aroma yang tidak beres terhadap profesi jurnalis di Tanah Air. "Ini harus diselesaikan secepat mungkin. Kalau tidak, bakal jadi preseden buruk," jelas Eggy, pengacara kondang yang membela kriminalisasi terhadap  ulama.

Padahal, menurut Eggy, sebagai profesi wartawan punya aturan khusus, yaitu UU NO 40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik.

Di UU itu aturannya sangat jelas. Selain punya hak tolak, wartawan juga dalam menyelesaikan konflik berita dapat meminta yang dirugikan dengan menggunakan hak jawab dan koreksi. Lagipula ada Dewan Pers yang melindungi wartawan saat menjalankan profesinya.

"Artinya, benar atau salah, ditentukan oleh Dewan Pers, bukan polisi," ujarnya, seraya menyebut peran Dewan Pers tak jauh beda dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia menyebut, Dewan Pers harus mencontoh IDI yang kuat melindungi anggotanya dari tuduhan malpraktek masyarakat.

Bahkan, dengan dana miliaran rupiah dari APBN, Dewan Pers dapat "berpesta" dalam memberikan pendampingan kepada wartawan yang terjerat masalah. Apalagi UU Pers sifatnya lexs specialis.

"Jadi selesai persoalannya dengan menggunakan hak jawab bagi yang dirugikan. Kan hak jawab itu sama saja dengan uji informasi," jelasnya, menyebut Dewan Pers tak punya goodwill kuat melindungi wartawan.

"Ini patut dicurigai.  Kok pendekatannya UTE, bukan UU Pers. Jadi tak salah,  bila ada usulan agar Dewan Pers perlu diaudit kinerjanya agar transparan," ujarnya mengakhiri. (FER/Red)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




7 Juli 2018

Usai Pukul Gong, Jokowi Salami Peserta Rembuk Nasional



Jakarta, BorborNews - Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara resmi menutup Rembuk Nasional Aktivis 98 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat Sabtu 7 Juli 2018 sore.

Dalam sambutannya Jokowi mengaku bangga bisa bertemu dengan aktivis 98. Tak lupa Jokowi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Berbeda pendapat silahakan tapi kita harus selalu menjaga persatuan," kata Jokowi didepan puluhan ribu peserta Rembuk Nasional.

Presiden yang didampingi 25 perwakilan aktivis 98 itu menambahkan, berbeda pilihan dalam politik silahkan saja. Asal, jangan saling ejek dan menjelek-jelekan. Itu bukan etika kita.

"Marilah kita bersama-sama menggalang kekuatan untuk melawan intoleransi, teorisme dan radikalisme," ajak Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menambahkan, mengenai usulan tanggal 7 Juli yang akan dijadikan sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika dan aktivis mmahasiswa 98 yang meningggal untuk dijadikan Pahlawan Nasional dirinya berjanji akan mengkaji serta menindaklajutinya.

"Kita akan kaji semua itu sesuai peraturan yang ada. Akan kita putuskan secepatnya," pungkas Jokowi.

Seusai memukul gong pertanda ditutupnya acara itu, Jokowi langsung turun dari atas panggung dan langsung meyalami peserta Rembuk Nasional aktivis 98. (tim)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Gedung Dewan PERS di Geruduk Ratusan Wartawan Dari Berbagai Media Cetak dan Online


Sebelah kiri Johannes (target buser.co.id) sebelah kanan Nanggar Ginting (sinar pagi baru)
Jakarta, BorborNews - Maraknya kriminalisasi kepada wartawan belakangan ini mendapat respon besar dari rekan pena dan organisasi wartawan diseluruh tanah air hingga melakukan aksi dibeberapa tempat sampai di gedung wartawan yang di kenal Gedung Dewan PERS, kebon sirih 4 juli 2018.

Aksi di pelopori beberapan organisasi wartawan, r6edaksi perusahaan beserta awak media di mulai persis depan pintu masuk gedung dewan pers mulai pagi pukul 08.00 wib.

Atribut perlengkapan aksi terlihat penuh seperti keranda, bendera orang mati, poster dan spanduk terpangpang jelas terlihat oleh pengguna jalan dan mendapat simpati oleh khayalak umum.

Aksi pagi itu menuntut dewan pers agar bertanggung jawab atas kematian rekan kami Muhammad Yusuf di wilayah kabupaten Kotabaru, Kalimantan saat didalam tahanan, Ucap  Nanggar Ginting salah satu peserta aksi dari media Sinar pagi baru.

Tambahnya, ada rekomendasi dari oknum dewan pers untuk dilakukan pemeriksan dengan uu ite bukan dengan uu no 40 thn 1999 tentang pers. Jelas ini, Suatu cara mengkriminalisasi rekan kami, jawab Nanggar.

Kedatangan kami kesini, meminta dewan pers bertanggung jawab atas surat rekomendasi tersebut. Hingga pukul 10.00 wib perwakilan diterima staf untuk menyampaikan aspirasinya sambil memberikan keranda jenasah sebagai simbol mati nurani dewan pers, tambahnya.

Aksi yang selanjutnya peserta aksi damai menuju pengadilan negeri jakarta pusat untuk memberi support kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia Hence Mandagi dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia Wilson Lalengke untuk menggugat kebijakan dewan pers. (red)


Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




24 Mei 2018

Sebut Amien Pecundang, PAN Minta Desmond ‘Berkaca’


Wakil Sekjen DPP PAN Dipo Ilham, mengatakan sebaiknya Desmond J Mahesa aktifis 98 yang juga kader Partai Gerinda segera bertemu Mantan Ketua MPR RI Amien Rais yang juga pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) terkait pernyataannya. Desmond mengatakan Amien Rais telah meninggalkan cita-cita reformasi.
BorborNews -

“Sebelum keluarin pernyataan ‘berkaca’ dulu apa yang sudah kita lakukan. Untuk menjaga hubungan baik PAN dengan Partai Gerinda yang sudah terjalin selama ini, Desmond sebaiknya minta maaf dan bersilahturahmi dengan Pak Amien Rais. Harus ada klarifikasi dari sikapnya ini,” kata Dipo di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Ia pun mengatakan secara pribadi hubungan Amien Rais dengan Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerinda dimana Desmond bernaung sangat baik.

“Bersilahturahmi akan menghindari kesalahpahaman. Jangan sampai ada mispersepsi. Membangun bangsa ini perlu semangat kebersamaan,” imbuh Dipo.
 
Lebih lanjut Dipo menjelaskan bahwa terkait dengan amandemen UUD 45 bukanlah keputusan pribadi Pak Amien Rais, tetapi kesepakatan dari berbagai partai politik yang ada di MPR pada waktu itu.

“Hasil amandemen itu (UUD 45) tidak berpengaruh terhadap ketokohan Pak Amien Rais dalam gerakan reformasi di Indonesia,” kata Dipo.

Lebih jauh Dipo khawatir Desmond telah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang kurang nyaman dengan sikap kritis dari Ketua Majelis Kehormatan PAN ini.

“Saya melihat seiring dengan semakin kritisnya Pak Amien Rais terhadap pemerintahan saat ini, berbagai cara digunakan untuk menyerang beliau,” tutup Tokoh Muda Jambi ini.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: Dipo Ilham / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2013. Borbor News.
  • Redaksi: Bor2News