Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

7 November 2018

Bikin e-KTP Kini Tak Perlu Bawa Surat Pengantar RT/RW


Jakarta - Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Dengan Perpres itu, masyarakat kini lebih dimudahkan dalam membuat kartu identitas.
BorborNews -

Dicek dari laman setkab.go.id, Rabu (7/11/2018), Perpres itu diundangkan sejak 18 Oktober 2018. Perpres ini menggantikan aturan sebelumnya, Perpres Nomor 25 Tahun 2008.

"Menurut Perpres ini, pelayanan pendaftaran penduduk terdiri atas pencatatan biodata penduduk, penerbitan KK (Kartu Keluarga), penerbitan KTP-el (Kartu Tanda Penduduk Elektronik), penerbitan surat keterangan kependudukan, dan pendaftaran penduduk rentan Administrasi Kependudukan," tulis informasi dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab) yang diunggah sejak 31 Oktober 2018 tersebut.

Seperti tertulis dalam Pasal 14 Perpres 96/2018, penerbitan e-KTP bagi warga negara Indonesia (WNI) atau warga asing terbagi menjadi:
- penerbitan e-KTP baru
- penerbitan e-KTP karena pindah datang
- penerbitan e-KTP karena perubahan data
- penerbitan e-KTP karena perpanjangan bagi  penduduk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap
- penerbitan e-KTP karena hilang atau rusak
- penerbitan e-KTP di luar domisili

"Perekaman dan penerbitan KTP-el baru oleh Disdukcapil Kabupaten/Kota di luar domisili dapat dilakukan dengan memenuhi persyaratan tidak melakukan perubahan data penduduk dan KK," bunyi Pasal 22.

Berikut syarat dan kondisi penerbitan e-KTP seperti tertulis dalam Perpres tersebut:

1. Penerbitan e-KTP baru
- Untuk WNI, syaratnya:
a. Telah berusia 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin
b. KK

- Untuk penduduk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap, syaratnya:
a. Telah berusia 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin
b. KK
c. Dokumen Perjalanan
d. Kartu izin tinggal tetap

2. Penerbitan e-KTP karena pindah datang
- Untuk WNI, syaratnya:
a. Surat keterangan pindah dari Disdukcapil Kabupaten/Kota atau UPT Disdukcapil Kabupaten/Kota daerah asal
b. KK

- Untuk WNI yang datang dari luar wilayah NKRI, syaratnya:
a. Surat keterangan pindah dari Perwakilan RI
b. KK

3. Penerbitan e-KTP karena pindah datang bagi penduduk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap harus memenuhi persyaratan surat keterangan pindah.

4. Penerbitan e-KTP karena perubahan data bagi WNI atau penduduk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap, syaratnya:
a. KK
b. e-KTP lama
c. Kartu izin tinggal tetap
d. Surat keterangan atau bukti perubahan Peristiwa Kependudukan dan Perubahan Penting

5. Penerbitan e-KTP karena perpanjangan bagi penduduk prang asing yang memiliki izin tinggal tetap, syaratnya:
a. KK
b. e-KTP lama
c. Dokumen Perjalanan
d. Kartu izin tinggal tetap.

6. Penerbitan e-KTP karena hilang atau rusak bagi WNI atau penduduk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap, syaratnya:
a. Surat keterangan hilang dari kepolisian
b. e-KTP yang rusak
c. KK
d. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia atau Dokumen Perjalanan
e. Kartu izin tinggal tetap.

Sebagai pembanding, detikcom mengecek Perpres Nomor 25 Tahun 2008. Dalam Pasal 15 Perpres itu disebutkan sebagai berikut:

Penerbitan KTP baru bagi penduduk Warga Negara Indonesia, dilakukan setelah memenuhi syarat berupa: a. Telah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau sudah kawin atau pernah kawin;
b. Surat Pengantar RT/RW dan Kepala desa/lurah;
c. Fotokopi:
1. KK;
2. Kutipan Akta Nikah/Akta Kawin bagi penduduk yang belum berusia 17 tahun;
3. Kutipan Akta Kelahiran; dan 
d. Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana bagi Warga Negara Indonesia yang datang dari luar negeri karena pindah. 

(dhn/fdn)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: detiknews.com / Redaksi




21 Oktober 2018

Pindah Domisili dan Buat E-KTP Tak Perlu Pengantar RT/RW dan Desa


JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa untuk mengurus pindah domisili, masyarakat tidak perlu surat pengantar RT/RW, desa ataupun kecamatan. Masyarakat hanya perlu membawa fotocopy kartu keluarga (KK).
BorborNews -
Sebagaimana pasal 15 ayat 2 Undang-Undang (UU) No. 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk), mengamanatkan bahwa penduduk yang sudah berdomisili di alamat baru lebih dari satu tahun ataupun yang kurang, maka penduduk tersebut harus mengurus kepindahannya.
“Kita menegaskan kembali bahwa itu tidak perlu. Kita tegaskan dengan surat edaran kepada disdukcapil di daerah.  Saya turun ke daerah ada kabupaten yang mengharuskan dengan pengantar RT/RW. Jadi saya tegaskan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri  Zudan Arif Fakrulloh, Jumat (12/10/2018).

Dia meminta agar dalam melayani masyarakat mengurus kepindahan, para aparat di disdukcapil berpedoman pada surat bernomor  471.12/18749/Dukcapil tanggal 10 Oktober 2018. Di dalam surat tersebut terdapat mekanisme layanan surat pindah penduduk. Zudan berharap hal ini dapat membuat layanan lebih cepat dan mudah.

“Penduduk yang datanya telah tercantum dalam database kependudukan dan akan mengurus kepindahannya, cukup datang ke disdukcapil sesuai alamat e-KTP atau KK dengan membawa fotocopy KK,” tegasnya.

Setelah menerima usulan kepindahan, disdukcapil daerah asal akan menerbitkan surat keterangan pindah warga negara Indonesia (SKPWNI). Sementara untuk disdukcapil daerah tujuan akan menerbitkan KK dan e-KTP baru sesuai dengan domisili baru.

“KK dan e-KTP baru diserahkan kepada penduduk sekaligus menarik e-KTP yang lama. Terhadap penduduk yang mencantumkan alamat baru pada SKPWNI tapi bukan merupakan rumah pribadi maka perlu melampirkan surat pernyataan tidak keberatan penggunaan alamat dalam dokumen kependudukan dari pemilik rumah,” jelasnya.

Zudan menambahkan, dalam pengajuan SKPWNI dapat dibantu dengan cara komunikasi melalui e-mail atau media elektronik lainnya antar disdukcapil asal dan tujuan. Dia juga meminta disdukcapil menyampaikan rekap perpindahan penduduk sebagaimana kepada kecamatan, desa/kelurahan secara reguler.

“Rekap data disampaikan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu bulan,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng menilai kebijakan tersebut tepat. Pasalnya dia menilai pengantar RT/RW ataupun kelurahan tidak terlalu penting.
"Malah sebenarnya menciptakan praktik perburuan pungli di tingkatan itu. Ini seperti urus perizinan seringkali rekomendasi RT/RW dijadikan lahan untuk mendapatkan uang," ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam hal perpindahan penduduk dan dokumen catatan sipil harus dimaknai sebagai hak dasar. Menurutnya, dengan hanya mensyaratkan fotocopy KK sudah cukup. Pasalnya pengurusan KK sebelumnya pun pasti melalui proses yang sama.

"Ini kuncinya database. Dimana data kependudukan yang terintergrasi. Dengan mekanisme ini maka tidak mengulang-ulang proses yang sudah dilalui. Jadi KK itu sudah menunjukan dimana kita berdomisili. Ini membendung di hulu praktik penyimpangan," paparnya.

Endi berharap pemerintah melakukan kontrol secara maksimal. Dengan begitu kebijakan ini dapat terimplementasi sampai pada tataran bawah. "Ini harus dibangun sistem kontrol yang intesnif. Jangan sampai sistem sudah dibangun tapi masih ada praktik-praktik menyimpang," ujar dia.
(pur).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: sindonews.com / Redaksi




19 Oktober 2018

Latar Belakang Hotma Roland Pasaribu Caleg PSI Dapil Jawa Barat 6 Depok - Bekasi No Urut 3


Hotma Roland Pasaribu adalah seorang praktisi Teknologi Informasi yang tergerak untuk memasuki dunia politik karena melihat kondisi bangsa ini yang terkoyak dengan sangat maraknya kasus-kasus korupsi dan banyaknya aksi-aksi inteloransi, radikalisme bahkan terorisme di setiap tempat di Indonesia. 

Lahir di Jambi, 47 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 23 Mei 1971. Hotma Roland Pasaribu adalah anak kedua dari empat bersaudara. Abangnya laki-laki bernama Saudur Febrianto Pasaribu, dan dua adiknya perempuan yaitu Rosmei dan Yunaisi. Kedua orangtuanya yaitu Antonius Pasaribu dan Risma Simanungkalit berprofesi sebagai Guru dan mengabdikan hidup mereka dalam dunia Pendidikan. Orang tuanya merantau dari Tarutung Sumatra Utara ke Jambi sebelum Hotma dan saudara-saudaranya lahir.

Semasa kecil, Hotma bersekolah di Xaverius Jambi, dia bersekolah disana dari SD hingga tamat SMA. Walaupun kedua orang tuanya adalah PNS, namun mereka menyekolahkan Hotma di sekolah swasta tersebut karena disiplinnya yang kuat. Sejak SMP dia selalu aktif di OSIS, Hotma juga sangat suka dengan kegiatan Pramuka dan hobby bermain musik dan berolah raga. Setamat SMA, dia kuliah di Bandung yaitu di PATI Institut Teknologi Bandung. 

Hotma Roland Pasaribu adalah seorang yang pemberani, jujur dan berintegritas, dia juga seorang pekerja keras. Dia memiliki Leadership yang kuat, dan daya analisa yang tajam, serta mampu bekerja sama dan memiliki skill komunikasi yang baik. Hotma Roland Pasaribu juga memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi, hal ini berdasarkan pengakuan teman-temannya sejak SD hingga teman kantor, yang di uploadnya di YouTube. 

Hotma Roland Pasaribu sudah bekerja lebih dari 24 tahun di dunia IT (Information Technology) di beberapa perusahaan swasta Nasional dan Multi-Nasional seperti Pertamina, Indosat, Danamon, Micros-Fidelio, dll. Dia memiliki sertifikasi dari perusahanan IT dunia seperti Microsoft, Oracle, Citrix, CompTIA, dlsb, dengan berbagai sertifikasi Internasional yaitu: MCT, OCP, MCSE, CCA, CompTIA Security+, dlsb.

Hotma juga adalah seorang praktisi di dunia Project Management dengan menyandang gelar PMP (Project Management Professional), profesi ini sudah di geluti lebih dari 11 tahun terakhir. Saat ini Hotma Roland Pasaribu tergabung dalam komunitas professional yaitu Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter (https://www.pmi.org dan https://www.pmi-indonesia.org ) sebagai VP Board Program. 

Ini adalah organisasi atau komunitas professional nirlaba, dimana Hotma Roland Pasaribu dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada banyak orang melalui roadshow ke perusahaan, dan Goes to Campuss, serta Study Group guna mengembangkan dunia Project Management di Indonesia.

Saat ini Hotma dan istrinya Rinta Kusumaningdyah, memiliki lima orang anak, dimana dua anak mereka yang paling besar yaitu Christian dan Sintong sedang kuliah masing-masing di jurusan Informatika dan Teknik Industri. Sedangkan yang kembar yaitu Bulan (satu-satunya anak perempuan) dan Bintang masih SMP kelas 3. Dan yang bungsu bernama Jupiter masih kelas dua SMP di Depok.

Lahir dan besar dalam keluarga Kristen Tapanuli, Hotma tidak lupa dengan adat-istiadat dan falsafah yang diajarkan oleh kedua orangtuanya. Namun semuanya falsafah Batak itu belum lengkap bila belum berguna bagi orang banyak, untuk itulah Hotma Roland Pasaribu aktif di dunia sosial dan keagamaan (kerohanian) agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, selain keluarga, saudara, teman-teman, tetangga, dll. 

Hotma saat ini melayani di Gereja GKI Cinere, sebagai pemusik (gitar dan piano) dan aktif di Komisi KesPel (Kesaksian dan Pelayanan) dengan banyak kegiatan seperti Donor Darah, Sembako Murah pada saat bulan puasa menjelang Lebaran, juga kegiatan Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama di Depok dan sekitarnya. 

Jadi menurut Hotma Roland Pasaribu, seseorang itu sudah mencapai prestasi atau pencapaian dan penghargaan tertinggi adalah ketika sudah berguna bagi orang lain, jadi bukan karena Plakat atau Sertifikat apalagi Pangkat.

Kini Hotma Roland Pasaribu bertekad untuk dapat melayani masyarakat Indonesia melalui dunia politik dengan menjadi Calon Anggota Legislatif dari PSI dari Dapil JAWA BARAT 6 (yaitu Kota Depok dan Kota Bekasi) dengan Nomor Urut 3.

Mari dukung Hotma Roland Pasaribu bersama-sama membangun bangsa untuk Indonesia yang lebih baik. 

Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




17 Oktober 2018

Hotma Roland Pasaribu Mengaku Bangga Atas Kinerja DPP PSI


BorborNews, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berupaya mendapatkan suara 20 persen perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pesta pemilu legislatif tahun depan. "Minimal dua digit-lah", kata Grace Natalie ketum PSI, disaat mendaftarkan calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Jln Imam Bonjol no 32 Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

PSI berani menyatakan bahwa 100% Caleg PSI adalah bukan Eks Napi Korupsi . Hal ini ditegaskan oleh ketum Grace Natalie

PSI mendaftarkan Calegnya berjumlah 575 yang tersebar di 80 Daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Pendaftaran hari ini pukul 08.10 wib. Dihadiri ketum PSI dan Ketua Bapilu sekaligus ketua DPP, Bro Sumardy Ma, Tegas Hotma Roland Pasaribu.

Hotma Roland Pasaribu, mengaku sangat bangga dengan kerja keras dari pengurus PSI terutama DPP yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan semua kelengkapan pendaftaran tersebut hari ini.

Perlu diingat keterwakilan minimal perempuan adalah 30%, namun PSI melebihi hingga 45% Luar biasa, kata Hotma. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Hotma Roland Pasaribu Bersama Gus Yahya Dalam Acara Solidarity Lecture & Halal Bihalal


BorborNews, Jakarta - Acara yang bertajuk: Solidarity Lecture & Halal Bihalal dengan tema "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" yang berlangsung di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada pukul 18:30wib, kamis 12 Juli 2018 dihadiri ratusan undangan dari berbagai pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama serta media cetak, online.

Dalam acara tersebut, Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Hotma Roland Pasaribu, warga Depok yang juga salah satu bagian dari Partai Solidaritas Indonesia, Kagum dengan pandangan Gus Yahya yang berpegang pada Pacasila dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pemersatu dan dasar negara.

Hotma, menambahkan "Indonesia merdeka merupakan perjuangan seluruh masyarakat, terutama pahlawan yang telah berjuang dan mendahului kita. Kita wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman kelompok kelompok Radikal maupu Terorisme. Mereka itu musuh kita, wajib kita lawan, "tutur hotma".

Hotma yang selalu kritis terhadap, ketidakadilan oleh oknum oknum yang mengkebiri hak hak warga dan Koruptor yang menyengsarakan warga dan menghambat kemajuan negara, itupun harus kita lawan bersama, "Ucap Hotma", saat diwawancarai tim Borbor News. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi


24 September 2018

Redaksi Pusat MPP Hadiri Rapat Kerja Perwakilan Jawa Barat dan Berikan Penghargaan "Wartawan Terbaik 2018"



BorborNews, Jawa Barat - Pimpinan Umum Media Purna Polri Noven Saputera bersama Staf Redaksi Suwanto dan Zaenal Abidin hadiri Rapat Kerja Perwakilan Media Purna Polri Jawa Barat.

Pada hari Kamis (20/09/2018) Perwakilan Jawa Barat mengadakan rapat kerja 2018 di kantor sekretariat MPP Jawa Barat,dengan mederator acara Drs.Ully Sutarman.Dalam acara ini di hadiri Pimpinan Umum Noven Saputera beserta Staf Redaksi Suwanto dan Zaenal Abidin beserta perwakilan Biro dan wartawan Jawa Barat di antaranya dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat Tasikmalaya, Cimahi,Ciamis.

Dalam Forum Diskusi Noven Saputera mengatakan bahwa seluruh Awak Media Purna Polri harus meningkatkan Kinerja Kerja dengan dasar Sosial dan Kekeluargaan dengan menjaga kode etik Jurnalis dalam menjalankan Tugas Jurnalis sesuai dengan UU Pers No.40 Tahun 1999.

Saya berharap dengan adanya rapat kerja ini bukan hanya sekedar wacana akan tetapi adanya suatu perubahan yang nyata di Jawa Barat Khususnya untuk bersama-sama memajukan Media Purna Polri.

Diwaktu yang bersamaan Noven Saputera memberikan sertifikat penghargaan kepada 2 Wartawan Jawa Barat Bambang Sugianto dan Agus Sutrisno sebagai "Wartawan Terbaik Media Purna Polri 2018".

Penghargaan ini kami berikan berdasarkan penilaian kami selama satu tahun yang dimana dari segi Loyaritas,Kinerja dan kegigihan dalam menyebarluaskan pemberitaan Media Purna Polri baik Online dan Cetak."Ujar Noven.

Dalam akhir acara Imam Setia Budhi sebagai Kepala Perwakilan Jawa Barat mengucapkan terima kasih atas kehadiran Noven Saputera sebagai Pimpinan Umum beserta Staf Redaksi Pusat serta Biro dan Wartawan Provinsi Jawa Barat.

Semoga dengan acara rapat ini kami Perwakilan Media Purna Polri Jawa Barat akan menjadi lebih baik kedepannya dalam satu komando dan pada saat ini kami sedang melakukan seleksi baik wartawan ataupun biro yang tidak bisa bersinergi baik maka akan kami tindak tegas dehan mengeluarkannya dari Media Purna Polri Jawa Barat daripada yang nantinya hanya membuat citra Media Purna Polri ini menjadi buruk." tutupnya. (Yustaf Siki).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




10 September 2018

Gubernur NTT: Mulai Hari Ini Kepala Dinas Harus Sesuaikan Pakaian Saat Turun Ke Desa


Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, mendorong para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, agar lebih banyak turun ke Desa. Menurut Viktor, karakter ASN melayani masyarakat di NTT harus dirubah.
BorborNews, NTT -
Viktor menyebut, semua Aparatur Negara harus melahirkan budaya baru dalam kerja. Bukan Pegawai Negeri yang duduk di kantor. Tapi Pegawai Negeri yang melayani petani, peternak dan nelayan.
“Mulai hari ini para Kepala Dinas dan ASN Provinsi harus menyesuaikan pakaian dan sepatu saat turun ke Desa,” Ujar Viktor, saat berada di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, Sabtu (8/9/2018).
Semua upaya ini, lanjut mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu, bertujuan untuk NTT bangkit dan NTT sejahtera.
“Kita harus sungguh-sungguh. Target kita adalah kehormatan. Dan kehormatan itu hanya lahir dari pengorbanan. Saya punya keyakinan dengan hal ini, NTT dalam tiga tahun akan lepas landas,”Tandasnya.
Viktor juga menegaskan, masalah utama yang dihadapi oleh Pemerintah Provinsi NTT adalah tidak adanya data yang pasti. NTT harus punya bank data yang jelas untuk perencanaan dan penanganan masalah dengan tepat.
“Masalah utama di NTT bukan karena rakyat malas. Tidak ada itu. Masalah utama kita adalah pada perencanaan. Perencanaan harus dimulai dari data,” Imbuhnya.
Viktor menjelaskan, dirinya akan mengajak dan berdiskusi dengan para Bupati dan Walikota se-NTT, agar menyiapkan data yang otentik dan pasti.
“Saya pastikan dalam masa kepemimpinan kami, NTT harus punya bank data yang jelas dan otentik. NTT satu data bukan hanya nama saja. Kita akan danai, siapkan dengan baik dan melalui survei yang pasti. Harus punya data yang luar biasa untuk penanganan yang jelas,” Kata Viktor.
Lanjut Viktor, selama ini data yang ada bersifat perkiraan. Pihaknya tidak tahu dengan berapa lahan pertanian produktif dan lahan kering yang ada di Provinsi NTT. Kalaupun ada, dimunculkan dalam bentuk persentase kemiskinan.
“Ke depan Saya tidak tertarik bicara persentase baik pada level Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Saya lebih tertarik kalau seorang Camat datang bawa laporan jumlah orang miskin berapa, keluarganya siapa dan terapinya apa. Karena yang kita terapi orang, bukan persentase,” Kata Viktor.
Viktor menegaskan, pihaknya harus mendata dengan pasti rumah yang tidak layak huni dan yang belum berlistrik, Tegas nya. (Yustaf Siki).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Pengukuhan Pengurus dan Raker K3S SD/MI Kota Kupang Periode 2018/2021



BorborNews, Kupang - Kelompok kerja Kepala Sekolah (K3S) kota kupang mengadakan rapat kerja sekaligus pengukuhan pengurus baru KKKS untuk periode tahun 2018/2021 di hotel NeoAston kupang, jumat (7/9).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) kota kupang Filmon Lulupoy S.pd, MM, diikuti hampir seluruh kepala sekolah dasar yang ada di kota kupang .

Turut hadir dalam kegiatan ini ketua PGRI kota kupang Ibu Nia Dethan S. pd serta wakil ketua Johni Rihi S. pd.

Marsel Juang S. pd,  kepala SD N Fatubena yang terpilih menjadi ketua K3S SD/MI kota kupang, pemilihan yang digelar beberapa waktu lalu mengatakan, hari ini merupakan pengukuhan bagi pengurus baru K3S yang akan bekerja untuk 3 tahun ke depan.

Selain itu, nanti hari kamis,13 september 2018 kami akan menggelar rapat perdana bagi pengurus dan anggota K3S di SDI Lasiana.

“Jadi kami akan membahas beberapa program kerja, baik jangka panjang maupun jangka pendek,” Pungkasnya.(Yustaf Siki).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Wilson Lalengke: Wartawan Adalah Senjata Paling Mutakhir Pencerdas Bangsa



BorborNews, Jakarta -Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab negara. Hal ini ditegaskan dalam pembukaan Undang-undang Dasar NKRI.

Wartawan dalam melaksanakan fungsinya juga mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan mempublikasi segala peristiwa di sekitar tempat wartawan bertugas adalah merupakan bagian dari pencerdasan.
Hal tersebut disampaikan oleh ketua PPWI Wilson Lalengke di Sekretariat DPN PPWI Jakarta kepada wartawan jumat, 7 September 2018. “Wartawan dalam menyapaikan informasi termasuk bagian mencerdaskan kehidupan”, demikian sebutnya.

Dalam diskusi bersama para wartawan itu, Wilson menyebut bahwa sesungguhnya senjata paling mutakhir mencerdaskan bangsa adalah wartawan lewat publikasi di media.

Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah memberikan fasilitas dan kesejahteraan bagi wartawan dan media.

Wilson mencontohkan bagaimana peranan media dalam membentuk karakter suatu kelompok atau bangsa. Dengan publikasi di media, karakter sebuah bangsa dapat terbentuk secara alami.

Untuk itu pula, Wilson yang mengatasnamakan wartawan se Indonesia mengharapkan Pemerintah hadir untuk mensejaterakan wartawan. Sebab dengan sejahteranya wartawan, maka secara otomatis profesionalisme wartawan akan semakin meningkat,tutup nya. (Yustaf Siki).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Yayasan Bukit Doa Getsemane Bekerja Sama Dengan Mega Selima


Medan - Banyaknya korban penyalagunaan Narkoba, membuat Merga Selima semangat menolong korban pecandu Narkoba. Untuk itu, Merga Selima menggandeng pusat Rehabilitas Yayasan Bukit Doa Taman Getsemane,  merehabilitas korban pecandu Narkoba. Atas kerja samanya, penanda tangan Yayasan Bukit Doa Taman Getsemane sama Merga Selima. Terlaksana di IPWL Bukit Doa Taman Getsemane Jalan Tuntungan Golf Nomor 120, Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Jumat ( 7/9/2018) sore.
BorborNews, 
Penanda tangan langsung , oleh pimpinan Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane, Jhonny Saragih S.Th dan ketua umum Pemuda Merga Silima (PMS) M.Belin Brahmana.

Jhonny Saragih S.Th selaku pimpinan Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane mengungkapkan,  kerja sama dan Merga Selima untuk merehabilitas pecandu Narkoba dapat berjalan lancar dan baik. Soalnya, banyaknya pecandu Narkoba.  Dapat menghancurkan penerus, generasi bangsa.
Sementara, ketua umum Pemuda Merga Selima ( PMS) M.Belin Brahmana mengatakan"  Dengan kerja sama ini, dapat momentum menyelamatkan bangsa Indonesia dari, penyalagunaan Narkoba.

" Saya meminta, sama pengurus dan kader ( PMS ) yang terindikasi pecandu Narkoba, silahkan melaporkan. Agar dapat , di Rehabilitas di Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane. Kalau kita,  bebas dari kecanduan Narkoba. Hidup kita lebih tentram dan nyaman. Bahkan, bagi yang sudah berumah tangga,  yang sebelumnya pecandu Narkoba setelah dapat Rehabilitas Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane. Rumah tangganya jadi romantis dan harmonis" Kata ketua umum Pemuda Merga Selima ( PMS) M.Belin Brahmana.

 Hadir dalam  kegiatan penanda tangan Merga Silima dan Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane. Jajaran DPP Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane dan sejumlah pengurus ( PMS) Kabupate Kota juga Satgas PMS. Selain itu, seluruh pasien pecandu Narkoba yang mendapatkan rehabilitas di Yayasan IPWL Bukit Doa Taman Getsemane turut hadir juga. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

Label

 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.