Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

4 September 2018

Polsek Kutalimbaru Meningkatkan Operasi Toba 2018




Borbor News, Medan - Demi ke amanan  dan kenyamanan masyarakat. Polsek Kutalimbaru meningkatkan Operasi Toba 2018. Sasaran utama Operasi Toba yang di laksanakan Polsek Kutalimbaru ialah pemberantasan penyalahgunaan Narkoba dan peredaran Narkotika gelap.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH yang di dampingi Kanit Reskrim Iptu Amir Sitepu SH, Kanit Binmas Ipda Zulkarnaen, Kanit Ik iptu MS. Gurusinga, Kanit Sabhara Aiptu Lianta Surbakti. Memimpin langsung, Operasi  Kafe Cafe Asik - Asik ,  di Dusun I Sialang Paku,  Desa Namo Rube Julu Kecamatan Kutalimbaru, Minggu 2/9/2018 Pukul 01:00 Wib s/d Pukul 02:00 Wib. Selama Operasi berjalan, 15 personel yang ikut serta melakukan pemeriksaan pengunjung Cafe tersebut.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH, dalam pesan Whatsapnya mengungkapkan, sebelum Operasi seluruh personel di beri kegiatan APP di Pos Polisi Gelugur Rimbun.

" Saya dan seluruh personel,  ke Kafe Asik - asik. Ternyata dalam kafe tersebut, ada ruangan ukuran 6X12 tempat pengunjung berjoged sambil mendengar dentuman Hose musik. Ruangan itu, muat untuk 50 orang pengunjung" Kata Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH.

Lanjut Martualesi Sitepu. Pihaknya minta musik yang di mainkan agar dihentikan. Selama pemeriksaan pengunjung yang di lakukan personel Polsek Kutalimbaru. Tidak di temukan peredaran Narkoba" Pungkasnya.

Martualesi Sitepu menjelaskan. 3 pengunjung yang tidak mempunyai identitas, di bawa ke Mapolsek Kutalimbaru untuk di data. Masing - masing bernama Maulana Syahputra (23) , Zulham (21), Syafina (17). 1 unit sepeda motor Honda CB 150R warna merah tanpa dokumen denga Nomor Polisi BK 3360 RAB turut di amankan juga.

" Saya minta pada pengunjung jangan menggunakan Narkoba. Apabila ada mengetaui peredaran Narkoba, silahkan beritau sama Polsek Kutalimbaru. Agar,  kita tindaki secepatnya. Karena Narkoba ini musuh kita semua" Imbauan orang Nomor 1 di Polsek Kutalimbaru. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Pisah Sambut Kasat Lantas Polrestabes Medan Berlangsung Sukses




Borbor News, Medan - Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan dalam acara pisah sambut dari Kasat Lantas AKBP Muhammad Shaleh, S.I.K,.M.M kepada AKBP Juliani Prihartini,S.I.K,M.H, keliatan kompak.

Pasalnya, terlaksananya pisah sambut Kasat lantas yang lama dan baru di halaman Satlantas Polrestabes Medan, Jalan Adinegoro sabtu 1/9/2018, pukul 20:00 Wib. Seluruh personel saling bahu - membahu.

Sangking kompaknya, di acara pisah sambut Kasat Lantas Polrestabes Medan, yang lama dan baru. Seluru personel Satuan Lalu Lintas (Polrestabes Medan) satu persatu membawa lagu. Bahkan personel lainnya, berjoget ria sambil bergandeng tangan.

Kasat Lantas (Polrestabes Medan) yang lama AKBP Muhammad Shaleh, S.I.K,.M.M, saat di konfirmasi mengungkapkan, meyakinkan dengan Kasat Lantas (Polrestabes Medan) yang baru AKBP Juliani Prihartini, S.I.K,M.H, menangani kemacetan Lalu Lintas di seputaran Kota Medan.

"Karena, dengan pernah berugas di Polrestabes Medan, Polsek Percut Seituan dan Polsek Medan Area. Ibu Juliani Prihartini, sudah banyak pengalaman menanganni kemacetan Lalu Lintas" Ujarnya.

Lanjut M.Shaleh, selama dirinya menjabat Kasat Lantas (Polrestabes Medan) Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh Personel Lalu Lintas (Polrestabes Medan) yang ikut mendukung dengan baik.

Ia berharap seluruh personel juga mendukung Kasat Lantas yang baru dalam menjalankan tugasnya mengatasi kemacetan Lalu Lintas di Kota Medan sekitarnya.

"Saya juga ucapkan terima kepada rekan - rekan media yang sudah menjalin kerja sama dengan kita. Apabila ada hal - hal,  saya lakukan ada lalai. Saya minta maaf sama rekan -- rekan media. Saya juga meminta, rekan - rekan media turut mendukung kinerja Kasat Lantas baru," Pungkasnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Kapolrestabes Medan Konfrensi Pers di Jalan Mangkubumi




Borbor News, Medan - Polrestabes Medan,  sengaja melaksanakan Konfrensi Pers di Jalan Mangkubumi, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Pasalnya, Jalan Mangkubumi salah satu kampung tempat penyalagunaan Narkoba jenis sabu.

Konfrensi Pers di Jalan Mangkubumi , dipimpin langsung Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dadang Hartanto, Sabtu (1/9/2018), Pukul 10:00 Wib. Maksud dan tujuan mengungkap Narkoba jenis sabu seberat 11 Kilo gram ini untuk membuat masyarakat Mangkubumi jadi efek jera melakukan penyalahgunaan Narkoba jenis sabu.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dadang Hartanto yang di dampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael di hadapan sejumlah Wartawan mengatakan kami sengaja melakukan press release di kampung Mangkubumi ini.


"Kita pingin masyarakat tahu dan mengerti Narkoba. Ini salah satu atensi seluruh pihak atau masyarakat karena sangat membahayakan generasi bangsa," kata Dadang.

Dadang Hartanto menambahkan, bahwa hari ini Polrestabes Medan  press release tentang pengungkapan kasus narkoba yang dilaksanakan oleh Sat Res Narkoba Polrestabes Medan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

“Secara total kita mengungkap 11 kilogram sabu dengan modus dan jaringan yang berbeda-beda,” katanya.

Masih kata Dadang, di antaranya seperti modus jaringan narkoba yang akan diterbangkan dari Medan menuju Sulawesi dan di sana sudah akan ditampung oleh seseorang. Modus yang digunakan, coba untuk menyelundupkan sabu di dalam bungkus kacang berwarna merah.

“Saat ini, kasus ini masih terus dalam penyelidikan. Karena sebanyak 4 kilogram sabu yang dimasukkan kedalam bungkus kacang bermerek Garuda.” ujarnya.

Lebih lanjut, petugas juga menangkap jaringan narkoba Aceh. Menangkap 5 kilogram sabu yang sudah dipecah-pecah menjadi satu kilogram.

“Artinya selain Medan untuk tempat pemakaian, juga untuk transit yang datang dari sepanjang jalur pantai yang berbatasan dengan Malaysia masuk ke Aceh dan Medan,” ungkap Dadang. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




31 Agustus 2018

Praktek Aborsi di Medan Amplas Digrebek Poldasu




BorborNews, Medan - Direktorat Krimsus Polda Sumatera Utara, menggerebek praktik aborsi di Jalan Sisingamaraja Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas beberapa hari yang lalu. Dalam penggerebekan,  yang di lakukan Direktorat Krimsus Polda Sumut mengamankan dua orang berinisial NFT dan KFS.

Informasi yang di peroleh, praktik aborsi bertarif Rp.6 juta. Karena sudah terbukti melakukan praktik aborsi. NFT dan KFS di boyong ke Mapolda Sumatera Utara, guna menjalani pemeriksaan.

Pelaksana Harian Kabid Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan membenerkan, ada mengamankan dua orang melakukan praktik Aborsi. Keduanya di amankan di rumah NFT yang pensiunan PNS.

"Kedua pelaku praktik aborsi di amankan  Direktorat Krimsus Polda Sumut. Atas informasi masyarakat. Begitu dapat informasi, Direktorat Krimsus  melakukan penyisiran rumah NFT di Jalan  Sisingamaraja Sitirejo II" Kata AKBP MP Nainggolan sama wartawan, Rabu (29/8/2018).

Lanjut MP Nainggolan, begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas menemukan seorang wanita berinisial NFT, yang sedang melakukan medis aborsi kepada pasiennya berinisial KFS. Janin yang akan di aborsi, NFT dari pasiennya KFS berumur 4 bulan.

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp. 5 juta, satu unit tempat tidur pasien, satu bantal, satu lembar perlak, satu potong kain sarung, satu tiang infus, satu fles infus dextrose bekas, dan tiga ampul pitogen yang masih berisi.
Pengakuan para tersangka, praktik aborsi ilegalnya sudah berjalan sejak tahun 2012. 

“Diperkirkan 5 pasien mulai dari awal dia buka praktik ilegalnya sudah melakukan aborsi di tempat itu,” ujar Nainggolan.

Pasien yang ingin menggugurkan kandungannya dikenakan upah jasa dari sebesar Rp 6 juta.

Nainggolan menjelaskan, kedua tersangka di kenakan Pasal 194 jo Pasal 75 ayat (2) UU Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.

"Mereka juga dikenakan Pasal 86 jo pasal 46 Ayat 1 UU tentang Tenaga Kesehatan dengan ancaman denda Rp 100 juta" Pungkasnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




30 Agustus 2018

Polsek Medan Area Amankan Dua Pria Diduga Bandar Narkoba




Borbor News, Medan - Unit Reskrim Polsek Medan Area gencar membasmi Narkoba, hal tersebut terbukti dengan ditangkapnya dua tersangka bernama Yusrizal (40) warga Jalan Megawati Gg. Buku, Kelurahan Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area dan M. Azan Ibrahom (28) warga Jalan Pelajar No. 76, Kelurahan Teladan Timur, Kecamatan Medan Kota di tangkap petugas Unit Reskrim Polsek Medan Area, Rabu (29/8/2018), Pukul 17.00 Wib.

Informasi yang di dapat, kedua tersangka di tangkap Team Unit Reskrim Polsek Medan Area di Jalan Bhakti, Gang Setia, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Aream

Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang S.I.P dalam pesan Whatsapnya mengatakan, kedua tersangka berhasil di tangkap Team Unit Polsek Medan Area atas informasi masyarakat yang sudah resah terhadap kedua tersangka.

"Kedua tersangka diduga bandar Narkotika jenis sabu. Begitu dapat informasi,  kedua tersangka duduk di salah satu warung Kopi Jalan Bhakti, Gang Setia Kawan. Team Unit Reskrim Polsek Medan Area, yang di pimpin Kanit Reskrim Iptu P.Hutagaol SH dan Panit 2 Ipda Rawi Cander ke lokasi yang di maksud" Ujarnya.

Jesmi Girsang menjelaskan, saat Team Unit Reskrim menyergap kedua tersangka. Petugas menemukan barang bukti dari kedua tersangka berupa , 1 bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 4.35 Gram, 1 buah Timbangan elektric warna Hitam, 1 buah buku Notes catatan hutang hasil penjualan,  1 bungkus plastik klip bening, 1 buah mancis, 2 buah pipet yang di modifikasi menjadi sendok.

Karena kedua tersangka, terbukti  sering melakukan transaksi Narkoba di tempat kejadian perkara ( TKP). Team Unit Reskrim membawa kedua tersangka ke Mapolsek Medan Area guna menjalani pemeriksaan.

"Mudah - mudahan, dari kedua tersangka kita dapat menangkap bandar Narkoba lainya lagi," Kata orang Nomor 1 di Polsek Medan Area pada mitra media Borbor News (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Seorang Nenek Diduga Otak Pelemparan Pasar Aksara Diamankan Polrestabes Medan


 
Borbor News, Medan - Seorang nenek bernama Sena (59) warga Jalan Williem Iskandar Gg. Pertama, Sidorejo,  Medan Tembung terpaksa mendekam di jeruji besi Polrestabes Medan setelah terlibat atas pelemparan pasar Aksara Baru belum lama ini.

Nenek Sena ditengarai menjadi otak pelaku pelemparan pasar Aksara baru dengan menggunakan preman bernama M. Ridwan alias Dwan (22) warga Jlakan Pancing/ Williem Iskandar, Medan Estate.

Informasi yang di peroleh, kedua tersangka di tangkap Satreskrim Polrestabes Medan, Selasa (28/8/2018).

Dalam adegan pengrusakan Pasar Aksara Baru, Ridwan yang melempar seng dan bangunan para pedagan Pasar Aksara Baru. Akibat keberingasan Ridwan, yang merasa orang kuat. Para pedagang Pasar Aksara Baru, ketakutan mencari rezeki.
Sementara,  seorang nenek jaman Now bernama Sena yang merintahkan Ridwan melakukan pengrusakan, Pasar Aksara Baru.

 Kapolda Sumut, Brigjen Pol. Agus Andrianto yang di dampingi Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto dan Kasat Reskrkim AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan, diringkusnya para pelaku premanisme setelah polisi menerima laporan dari para korbannya yang menjadi korban pemerasan modus uang keamanan dan melakukan pengrusakan barang di Pasar Aksara Baru/ Pasar Bengkok Jalan Williem Iskandar Medan.

Adapun yang menjadi korbannnya yakni pedagang bernama Erikson Pernando Simangunsong dan Jhon Rafles M. Tambunan (51) warga Medan Helvetia. Kedua korban telah diperas kedua tersangka.

"Motif kedua tersangka ini meminta uang keamanan kepada korban dikarenakan akses jalan menuju ke kios korban adalah tanah milik keluarga tersangka," ujarnya.

Agus Andrianto menjelaskan, peritiwa itu terjadi, Rabu (8/8/2018) lalu, saat itu korban datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan sesampai di lokasi korban melihat adanya bangku plastik yang pecah akibat dibanting oleh tersangka Dwan dan seng mengalami bocor akibat dilempari dengan batu olehnya juga.

"Sementara tersangka Sena juga ikut melakukan pengrusakan dengan cara memecahkan bangku plastik. Selain itu tersangka juga  melakukan keributan dengan membuka baju sambil berkeliling ke pedagang Pasar Aksara Baru. Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan dirugikan sebesar Rp3 juta," Pungkasnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




28 Agustus 2018

KPK OTT di Pengadilan Negeri Medan, 8 Orang Diamankan Beserta Dolar Singapura


Medan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  informasinya melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pengadilan Pengadilan Negeri ( PN) Medan, Selasa 28/9/2018.
BorborNews,

Informasi yang beredar, ( KPK)  menangkap 4 Hakim dan Ketua juga Wakil Ketua PN Medan, berikut 2 panitera.

KPK membenarkan pihaknya mengamankan hakim di Pengadilan Negeri Medan, dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ada uang dalam pecahan dolar Singapura turut disita sebagai barang bukti.

“Uang dalam bentuk dolar Singapura juga telah diamankan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Selasa (28/8/2018).

Total ada 8 orang yang ditangkap. OTT itu diduga berkaitan dengan perkara korupsi yang diadili di Pengadilan Tipikor Medan.

“Dari 8 orang tersebut, ada yang menjabat sebagai hakim, panitera dan pihak lain. Diduga telah terjadi transaksi terkait penanganan perkara tipikor di Medan,” imbuh Basaria.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum mereka yang ditangkap. Nantinya KPK akan mengumumkan secara resmi penanganan perkara itu termasuk penetapan tersangka.

Sedangkan Humas PN Medan Erintuah Damanik membenarkan adanya tindakan KPK di PN Medan,  pagi tadi.

"Benar,  katanya KPK membawa 4 hakim dan 2 Panitera untuk di mintai keterangan. Informasinya, kini mereka di bawak ke Mapolda Sumatera Utara," jelasnya.

Informasi beredar, oknum yang diamankan KPK masing - masing bernama MN selaku ketua PN, WPW wakil ketua PN, Hakim MS, MP, Elp (panitera), OS (panitera).

Erintuah mengaku belum tahu kasus apa yang tengah ditangani KPK. “Saya tidak tahu pasti, tapi kabarnya terkait pidana korupsi,” sebutnya.

Erintuh juga menambahkan, bahwa sejumlah meja hakim sudah disegel. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Konsumen Kecewa, Radana Finance Persulit Pengambilan BPKB


Medan - Seorang wanita konsumen Radana Finance Jalan Bambu II, merasa kecewa. Pasalnya, sepeda motor Scopy BK 3820 AFO yang sudah lunas masa kreditnya atas nama  Ari Rahayu warga Dusun III, Jalan Mesjid Gang Mawar No 46, Kelurahan Elvetia, Kecamatan Sunggal. Tidak bisa di ambil BPKB nya dengan alasan  pihak Lesing Radana Finance bahwa sii konsumen sudah bercerai dengan suaminya. Padahal sepeda motor tersebut, atas nama  konsumen Radana Finance.
BorborNews,

" Apa urusan dengan adik saya bercerai dengan suaminya di Lesing Radana Finance. Lagian, sepeda motornya atas nama adik saya kok. Hironisnya, seorang wanita karyawan Radana Finance Boru Sinaga meminta surat keterangan dari lurah. Bahwa adik saya bener sudah bercerai dengan suaminya. Tapi Kan tidak ada urusan pengambilan BPKB dengan urusan cerai sama suaminya," keluh keluarga konsumen.

"Yang saya sesalkan lagi, kemaren adik saya membayar kredit sepeda motornya  3 bulan sekaligus dengan denda sebesar Rp.2.700.000. Tapi, dalam faktur pembayaranya tidak di jelaskan pihak lesing Radana Finance, sudah pembayaran berapa bulan adik saya ini" Kata Roy SH yang mendampingi adiknya Ari Rahayu di Radana Finance, Senin (27/8/2018).

Lanjut Roy, intinya kredit sepeda motor adiknya sudah lunas,  kan wajar BPKB nya sudah bisa di ambil di Lesing Radana Finance. Roy menduga, pihak Lesing Radana Finance mau melesingkan BPKB sepeda motor adiknya, makanya di persulit pengambilan BPKB nya.

"Setelah saya ributkan,  barula Boru Sinaga karyawan Lesing Radana Finance mengungkapkan,  masih dalam proses untuk pengambilan BPKB sepeda motor adik saya,"ungkapnya.

Sementara, karyawan Lesing Radana Finance Boru Sinaga saat di konfirmasi terkait di persulit pengambilan BPKB menyatakan hal tersebut masih dalam proses dan akan segera diberikan.

" Ini lagi di proses kok pak, tunggu saja sebentar ya pak. Pasti di beri kok BPKB konsumenya,"ujarnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




27 Agustus 2018

Tembung Rawan Maling, Warga Minta Polisi Rutin Patroli


Medan - Dengan kurangnya Polisi bepatroli, membuat para maling di Tembung sekitarnya merajelela, membobol rumah masyarakat dan ruko yang ada di Jalan besar Tembung. Beberapa hari yang lalu, para maling membobol fhoto copy  di Tembung Pasar VII, Jalan Beringin tepatnya dekat sekolah Cerdas Murni.
BorborNews,

Masyarakat berharap, pihak kepolisian Polsek Percut Seituan Polrestabes Medan. Harus lebih rutin , patroli di Tembung sekitarnya. Soalnya, akibat para maling  sudah merajalela  membobol rumah dan ruko yang ada di Tembung. Masyarakat jadi ketakutan.

Beberapa masyarakat,  yang tidak ingin namanya di cantumkan mengatakan" Beberapa hari yang lalu,  Fhoto Copy di Jalan Beringin di bobol para maling. Akibat pembobolan yang di lakukan para maling tersebut, pemilik Fhoto Copy mengalami kerugian Jutaan.


" Tadi saya dapat informasi juga, bahwa rumah masyarkat di Tembung pasar VIII di bobol maling juga. Sebelum para maling , membobol rumah masyarakat dan ruko lainya lagi. Saya berharap, Polisi harus rutin Patroli. Sebelumnya Polisi rutin Patroli, tapi sekarang tidak ada" Ujarnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.