Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

25 Desember 2018

Pembelian Alat Sekolah SMK Bernilai Ratusan Milyar di Dinas Pendidikan Jatim Perlu Diperiksa Agar Tidak Mubazir


 
BorborNews - Dewan Pemerhati Pendidikan berharap agar aparat hukum serta lembaga negara yang lain memeriksa dan mengawasi penggunaan ratusan milyar uang negara yang digunakan untuk pembelian alat-alat untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) oleh dinas pendidikan propinsi Jawa Timur (Jatim).

"Jangan sampai upaya pemerintah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk meningkatkan mutu pendidikan itu ternyata sia2, karena terbentur dengan mental serta perilaku dari oknum2 yang tidak bertanggungjawab untuk memperkaya diri sendiri tanpa memperdulikan kepentingan dari para generasi penerus bangsa", kata Manshur salah seorang pengurus Dewan Pemerhati Pendidikan Jatim.

Sebagaimana diketahui pada tahun anggaran 2018 ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas SMK, dinas pendidikan Jatim mendapat anggaran yang sangat besar, dan sebagian diantaranya dipergunakan oleh dinas pendidikan dalam kegiatan proyek untuk pembelian alat-alat, yakni:

1.       Belanja hibah barang/jasa yang diserahkan kepada badan/lembaga/organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum
      Indonesia 12 sekolah SMK swasta, dengan kode lelang 12536015 senilai Rp. 12 milyar
 
2.       Belanja modal pengadaan alat-alat bengkel 13 SMK negeri, dengan kode lelang 12535015 senilai Rp. 13 milyar
 
3.       Belanja pengadaan alat-alat bengkel CNC dan printer (SMK), dengan kode lelang  12526015 senilai Rp. 17,475 milyar
 
4.       Belanja hibah barng/jasa yang diserahkan kepada badan/lembaga/organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum
      Indonesia SMK swasta (paket 2), dengan kode lelang 12456015 senilai Rp. 35,1 milyar
 
5.       Belanja hibah barang/jasa yang diserahkan kepada badan/lembaga/organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum
      Indonesia SMK swasta (paket 1), dengan kode lelang 12455015 senilai Rp. 32,4 milyar
 
6.       Belanja hibah barang/jasa yang diserahkan kepada lembaga penerima DAK SMK swasta (paket 5), dengan kode
      lelang 12374015 senilai Rp. 18,6 milyar
 
7.       Belanja hibah barang/jasa yang diserahkan kepada lembaga penerima DAK SMK swasta (paket 4), dengan kode
      lelang 12373015 senilai Rp. 17,6 milyar
 
8.       Belanja modal pengadaan alat-alat bengkel Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK negeri (paket 3), dengan kode
      lelang 12372015 senilai Rp. 13,7 milyar
 
9.       Belanja modal pengadaan alat-alat bengkel Dana Alokasi Khusus (DAK) SMK negeri (paket 2), dengan kode
      lelang 12371015 senilai Rp. 16 milyar
 
10.   Belanja modal pengadaan alat-alat bengkel dana alokasi khusus (DAK) SMK negeri (paket 1), dengan kode
      lelang 12370015 snilai Rp. 15,3 milyar
 
11.   Belanja modal pengadaan alat-alat bengkel SMK, dengan kode lelang 12320015 senilai Rp. 33,8 milyar
 
12.   Belanja modal pengadaan alat-alat bengkel SMK, dengan kode lelang 12319015 senilai Rp. 38,7 milyar

Harapan ini disampaikan Dewan Pemerhati Pendidikan Jatim, karena sampai selesainya tahun anggaran 2018 ada indikasi bahwa anggaran itu dinyatakan telah terserap alias telah terpakai, akan tetapi bisa saja realitanya seluruh paket proyek itu belum selesai pelaksanaannya atau bahkan ada yang belum dilaksanakan. Sehingga sekolah2 SMK yang akan mendapat alat2 untuk menunjang sarana pembelajaran itu ternyata tidak atau belum mendapatkannya.

Manshur menjelaskan bahwa berdasarkan data yang ada di LPSE (Lembaga Pengadaan Secara Elektronik) propinsi Jatim, semua paket lelang proyek ini telah dinyatakan selesai, dan karena memasuki akhir tahun anggaran, bahwa semua paket pekerjaan itu dalam kontrak pembeliannya menyatakan bahwa paket pekerjaan sudah harus selesai sekitar  tanggal 20 Desember 2018. Sekarang ini sudah melewati tanggal tersebut, maka  dilihat saja, apakah memang seluruh SMK yang dialokasikan untuk mendapatkan alat2 yang dibeli oleh dinas pendidikan propinsi Jatim itu sudah menerima barangnya atau belum.

"Silahkan dilihat saja, apakah seluruh SMK itu sudah mendapat alat2 yang dibeli oleh dinas pendidikan. Dan jikapun ada SMK yang sudah menerima, bisa dilihat apakah alat2 itu kualitas dan spesifikasinya sudah sesuai serta bisa berfungsi sebagaimana mestinya atau tidak" tutur Manshur.

Harapan yang besar dari Dewan Pemerhati Pendidikan ini karena tahun anggaran 2017 dinas pendidikan Jatim juga membeli alat2 untuk SMK dengan anggaran yang jauh lebih besar daripada anggaran tahun 2018 sekarang ini. Semoga saja dana ratusan milyar itu memang digunakan untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan sebagai bekal generasi penerus di masa depan.

"Semoga saja, uang negara sedemikian besar tidak dikelola dengan orientasi semata2 sebagai proyek yang bisa dimainkan, sehingga bisa berakibat menjadi proyek fiktif, atau pekerjaan molor berbulan2 setelah masa kontrak habis, atau alat2 yang dikirim ke sekolah itu spesifikasi dan kualitasnya jelek sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya jadi barang mangkrak", jelasnya.

"Jika itu terjadi, tentu sayang sekali bahwa uang negara sedemikian besarnya, yang seharusnya bisa untuk meningkatkan kualitas pendidikan ternyata menjadi mubazir karena dihamburkan secara sia2 oleh oknum2 yang tidak bertanggungjawab. Maka diharapkan aparat hukum, instansi yang berwenang dan masyarakat secara aktif mengawasi dan memeriksa hal ini" pungkasnya.

Terkait harapan dari Dewan Pemerhati Pendidikan itu, kepala dinas pendidikan Jatim bapak Syaiful Rahman ketika dihubungi ponselnya 081330891902 yang dijawab ibu Atik selaku sekretaris pribadinya belum bisa memberikan tanggapan, demikian juga para pengusaha yang infonya melayani pembelian alat2 untuk sekolah SMK dari dinas pendidikan Jatim, yakni bapak Rony ponsel 08111116089 dan bapak Chris Harijanto ponsel 081229955885 belum ada respon. (Jarak)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




29 Oktober 2018

Sikat Motor Teman Sendiri, NSS Dibekuk Pegasus Polsek Percut Seituan


BorborNews, Medan - Walau temen sendiri tidak bisa di percaya, pinjamkan sepeda motor. Pasalnya, kebanyakan temen tega memakan barang temen sendiri. Salah satunya seperti buru bangunan berinisial ( NZZ ) alias Novri (19) warga Jalan Perhubungan Garapan, Gang Abandi. Nekat menggelapkan sepeda motor Suzuki Satria FU plat BK 2814 ADO milik temenya sendiri bernama M.Arumsyah  (17) warga Jalan Dusun I Kamboja Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Akibat perbuatanya,  yang telah menggelapkan sepeda motor temenya.Tim Penanganan Gangguan Khusus ( Pegasus) Polsek Percut Seituan,  menangkap buruh bangunan ini.

Peristiwa penggelapan itu terjadi saat korban bermain di warnet IRA NET, Jalan Metrologi Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Senin (22/10/2018).

“Peristiwa naas yang dialami korban berawal ketika pelaku meminjam sepeda motor milkinya di warnet tersebut,” ujar Kapolsek Percut, Kompol Faidil Zikri SH SIK ,Sabtu, (27/10/2018).

Faidil menjelaskan  karena telah mengenal pelaku, korban yang tidak menaruh rasa curiga sedikt pun memberikan Suzuki Satria miliknya dipinjam pelaku.

“Namun hingga berjam-jam tersangka tidak kunjung kembali, korban selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Percut,” jelas mantas Wakasat Sabhara Polrestabes Medan ini.

Selanjutnya, Zikri menerangkan, petugas yang melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.

“Dan pada hari Jumat 26 Oktober 2018 kemarin, tim Pegasus berhasil menangkap pelaku,” terang Alumnus Akpol Tahun 2004 ini.

Ketika di interogasi, kata Faidil, tersangka mengaku uang hasil kejahatan dihabiskan tersangka untuk hura-hura.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 Yo 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara,” tandasnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




7 Oktober 2018

BNN Dan BNNP Gagalkan Peredaran Narkoba Sebanyak 50 Bungkus Sabu


Medan - Badan Narkotika Nasional ( BNN) pusat dan Badan Narkotika Nasional (BNNP) Provinsi Sumatera Utara, gencar kembali memberantas narkoba. Pasalnya ( BNN) dan (BNNP), menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 50 bungkus dengan berat 53.386 gram.
BorborNews,

Deputi Pemberantasan BNN Irjend Pol.Arman Depari,  yang di dampingi Kepala BNNP Brigjen Marsauli Siregar dalam fres relesnya, Sabtu (6/10/2018) mengungkapkan, peredaran Narkoba sebanyak 50 bungkus seberat 53.386gram. Di gagalkan Jumat (5/10/2018). Narkoba tersebut,  diselundupkan dari Malaysia menuju Pantai Pane Labuhan Batu Sumatera Utara. 

Selanjutnya, dibawa ke Medan dengan cara di masukkan ke dalam 6 buah Jerigen. Narkoba ini , di dapatkan dari 7 tersangka bernama Junidi Siagian (37), Syahrial (40), Elpi Darius (49), Nurdin (53), Janenudin (54), Zaenal Abidin (34) dan Bahrial Husen (39) . Ke 7 tersangka,  di duga berperan sebagai kurir dan Penyimpan barang Narkotika tersebut.

"Para tersangka,  kita amankan saat berada di Jalan Brig]en Hamid, Kelurahadn Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor," ujarnya.

Lajut Arman Depari, berdasarkan dari hasil penyelidikan, jaringan penyelundupan dan peredaran gelap Narkotika dari Malaysia tersebut melalui jalur laut yang masuk melalui Pantai pane Labuhan Batu kemudian dibawa dengan menggunakan Kendaraan Roda 4 Merk CRV wana Silver No. PoL BK 630 DZ yang diterima dari orang Boat lalu barang haram tersebut di bawa ke Jalan Luku Simoang Pos tepatnya di depan mini market Indomaret barang itu kembali diterima oleh Zaenal Abidin dan Bahrial Husen.

Tanpa buang waktu lama Team BNN gabungan langsung meringkus ketujuh terangka" Pungkasnya.

Arman Depari menjelaskan, selain mengamankan para tersangka.  Barang bukti sebanyak 50 bungkus plastik berisi shabu dengan berat 53.386 gram, 3 unit mobil dan 12 Handphone serta identitas para tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) J0 Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

"Dengan pengungkapan ini BNN telah berhasil menyelamatkan 600.000 jiwa dari bahaya penggunaan narkoba," Ungkap  Arman. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




7 September 2018

Papan IMB di Kebayoran Lama Hilang Setelah Dikonfirmasi Ke UP PTSP Jaksel


  
BorborNews, Jakarta -
Berawal dari informasi narasumber yang kurang berkenan namanya dipublikasikan dalam pemberitaan ini menyampaikan, “ada pembangunan gedung yang tidak sesuai dengan IMBnya di Jalan Ciledug Raya No. 1 RT. 006 RW. 002 Kelurahan Cipulir Kecamatan Kebayoran Lama. Bangunan tersebut dibangun 3 (tiga) lantai sedangkan IMBnya adalah 2 (dua) lantai, dan papan IMB yang terpasang dilapangan diduga IMB bodong, coba aja telusuri kebenaran IMB tersebut”, tandasnya.

kebenaran dan keabsahan dari IMB tersebut dikonfirmasi ke Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UP PTSP) Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Pengecekan dilapangan, IMB pembangunan gedung tersebut warna das2arnya adalah warna kuning dengan nomor 134/C.37b/31.74/-1.785.51/2018 yang diterbitkan pada tanggal 25 April 2018. Kegiatan meliputi membangun baru, penggunaan ruko dengan 2 (dua) lantai.
Warna dasar dari papan IMB tersebut dikaitkan dengan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2015 tentang Papan Penyelenggaraan Bangunan Gedung.
Sesuai dengan warna dasarnya, IMB tersebut adalah merupakan produk yang diterbitkan oleh UP PTSP tingkat kecamatan. Namun melihat dari sisi kegiatan dan penggunaannya, IMB tersebut merupakan kewenangan UP PTSP tingkat kota.
Melihat dari sisi kelasnya, IMB tersebut adalah IMB kelas B. Hal tersebut dikaitkan dengan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2015 tentang Papan Penyelenggaraan Bangunan Gedung, IMB kelas B dengan warna dasar papan kuning untuk bangunan rumah tinggal pemugaran adalah merupakan kewenangan dari UP PTSP tingkat kecamatan.
Melihat dari kegiatan dan penggunaannya, IMB tersebut adalah IMB kelas B. Hal tersebut dikaitkan dengan Keputusan Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Nomor 24 Tahun 2015, IMB kelas B untuk kegiatan membangun baru dan bukan rumah tinggal adalah merupakan kewenangan UP PTSP tingkat kota dengan warna dasar papan kuning dan putih.
Tingkat kewenangan penerbitan untuk IMB tersebut dikaitkan lagi dengan apa yang telah diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Pada lampiran untuk bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang nomor 37, Kepala UP PTSP Kecamatan memiliki kewenangan untuk menandatangani Izin Mendirikan Bangunan rumah tinggal dengan luas diatas atau sama dengan 100 m2 (seratus meter), kondisi tanah tidak harus kosong dan jumlah lantai sampai dengan 3 (tiga) lantai termasuk Cluster/Town House, pemugaran Cagar Budaya golongan B dan C, IMB gudang dengan luas tanah dibawah 1.500 m2 (seribu lima ratus) dan jumlah lantai maksimal 2 lantai, IMB non-rumah tinggal yang tidak mengubah konstruksi namun mengubah fungsi (non-industri). Untuk IMB non rumah tinggal dibawah 8 (delapan) lantai yang mengubah konstruksi adalah merupakan kewenangan UP PTSP tingkat kota.
Papan IMB tersebut dikaitkan lagi dengan Surat Edaran Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta Nomor 72/SE/2016, penyediaan papan proyek merupakan tanggungjawab BPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui seluruh service point PTSP penerbit izin, dan bukan merupakan tanggungan pemohon.
Mengacu pada surat edaran tersebut, papan IMB yang resmi dan sah dipasang oleh pemilik bangunan dilapangan adalah papan IMB yang dibuat oleh BPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melalui seluruh service point PTSP penerbit izin.
Kebenaran dan keabsahan IMB tersebut dikonfirmasi ke UP PTSP Kecamatan Kebayoran Lama. Salah satu staf UP PTSP mengaku bernama Nicy, menolak surat konfirmasi yang ditujukan kepada Kepala UP PTSP Kecamatan Kebayoran Lama.
“Kata dari tim teknis suratnya tidak bisa kami terima, karena IMB tersebut adalah tipe B dan merupakan kewenangan tingkat kota, untuk memastikan IMB tersebut ada atau tidaknya teregister dalam database kami, saya tidak bisa menjawabnya pak, silahkan ke tingkat kota saja”, tandasnya dengan penyampaian yang terkesan kurang bersahabat layaknya selaku petugas pelayanan publik.
Kebenaran dan keabsahan IMB tersebut dikonfirmasi kepada Kepala UP PTSP Kecamatan Kebayoran Lama melalui pesan. Revika Lestari selaku Kepala UP PTSP menyampaikan, “di data kami tidak ada, itu PTSP kota pak”.
Kebenaran dan keabsahan IMB tersebut dikonfirmasi kepada Kepala UP PTSP Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui pesan singkat dan surat nomor 076/PMO/Konf/INV/JKT/VIII/2018 pada tanggal 29 Agustus 2018. Setelah kebenaran dan keabsahan IMB tersebut dikonfirmasi, papan IMB pada lokasi tersebut telah hilang atau tidak ada lagi terpasang dilapangan.
Sampai berita ini dipublikasikan, Subhan selaku Kepala UP PTSP Kota Administrasi Jakarta Selatan belum berkenan menjawab konfirmasi.
Untuk terciptanya papan IMB yang benar dan sah terpasang pada pembangunan gedung yang sesuai dengan ketentuan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan khususnya di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama, Subhan selaku Kepala UP PTSP tingkat kota sudah sepatutnya transparan terhadap kebenaran serta keabsahan IMB di Jl. Ciledug Raya No. 1 RT. 006 RW. 002 Kelurahan Cipulir serta layak melakukan pembinaan terhadap petugas pelayanan bernama Nicy di UP PTSP Kecamatan Kebayoran Lama yang terkesan pelayanannya kurang layak selaku petugas pelayanan publik. (Polman/Tim).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Berulang Kali Masuk Penjara, Yudi Alias Jawa Tidak Tobat Juga


Medan - Yudi alias Jawa (29) warga Jalan Selambo, Medan Amplas tidak kapok masuk penjara. Pasalnya pria pengangguran yang tubuhnya banyak tato sudah bolak - balik masuk penjara. Ini masuk penjara Mapolsek Patumbak lagi. Usut demi usut , pria pengangguran yang berpura wajah sedih. Ternyata mencuri sepeda motor, makanya di tangkap Team ( Pegasus) Polsek Patumbak.
BorborNews,

Informasi yang di dapat, Jawa adalah golongan resedivis, makanya tidak tobat melakukan kejahatan. Mudah - mudahan, jawa pria pengangguran ini tobat setelah masuk Hotel prodeo Mapolsek Patumbak.

“Tersangka kita tangkap berdasarkan  Laporan Polisi LP/467/VIII/2018/Sek Patumbak atas nama korbannya bernama Edward Malau (51) warga Jalan Rawa No3 Kelurahan Timbang Deli Kecamatan Medan Amplas,” Kata Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqim Kamis (6/9/2018 siang.

 Penangkapan tersangka atas informasi warga yang mengatakan kalau tersangka sedang berada disebuah mini market Jalan SM Raja Amplas.

 “Tersangka kita tangkap sekitar pukul 17.00 Wib Begitu dapat informasi dari warga yang mengatakan kalau tersangka yang telah menjadi target sedang berada di Mini Market Jalan SM Raja Simpang Amplas,” ujar Yaqin.

Team (Pegasus) Polsek Patumbak langsung bergerak cepat. Dengan kesigapan Team (Pegasus). Tersangka berhasil ditangkap tanpa adanya perlawanan.

Akibat perbuatan tersangka, yang telah melakukan kejahatan. Tersangka mempertanggung jawabkan, perbuatannya. Lalu tersangka diboyong petugas ke Mapolsek Patumbak guna pemeriksaan lebih lanjut. 

“Dari tersangka kita menemukan barang bukti satu unit sepeda motor. Satu buah kunci letter T dua unit Hand Phone dan uang tunai Rp 150 ribu.
Sementara dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik tersangka telah mengakui perbuatannya.

“Saat ini kita masih melakukan pengembangan,” ungkap Yaqin. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Oknum Polisi Hisap Shabu dalam Video Diamankan Polrestabes Medan


Borbor News, Medan - Polisi yang seharusnya, membasmi Narkoba. Ini malah mengkonsumsi Narkoba jenis sabu.

Informasi yang di dapat, Selasa 4/9/2018, Team Satres Narkoba Polrestabes Medan menangkap petugas Polsek Medan Area Aiptu bermarga Tarigan di Jalan Denai, Gang Jati, Senin 3/9/2018. Tarigan di tangkap, petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan diduga mengkonsumi Narkoba jenis sabu.

Kanit Polsek Medan Area, Iptu P. Hutagaol saat di konfirmasi melalui pesan Whatsap, membenarkan petugas Polsek Medan Area di amankan petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan.

" Bukan di tangkap, cuma di amankan Satres Narkoba Polrestabes Medan. Untuk informasi selanjutnya, silahkan tanyak ke Satres Narkoba Polrestabes Medan. Karena mereka yang mengamankan Tarigan" Ujarnya.

Sementara Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol M. Arifin, SH saat di konfirmasi wartawan membenarkan Aiptu PE telah menyerahkan diri terkait aksinya diduga sedang menghisap sabu di salah satu rumah warga menjadi viral.

"Dia menyerahkan diri, udah dites urine dan hasilnya juga positif. Saat ini kita masih melakukan proses periksaan," ujarnya.

Saat di singgung mengenai sanksi dan proses hukum terhadap Aiptu Tarigan, Kompol M. Arifin mengaku bahwa tersangka bisa terancam di PDTH dari institusi Polri karena dianggap telah merusak citra Polri.

"Akan kita lakukan sidang kode etik dulu. Terancam dipecat, bisa saja, tapi kita masih proses dan itu tergantung di persidangan juga nantinya," sebutnya.

Dari hasil penyelidikan dan introgasi pihak Propam, sambung mantan Kapolsek Medan Area ini, bahwa Aiptu PE tak tahu kalau dirinya di videokan oleh salah seorang temannya saat sedang menghisap sabu.

"Dia ngaku sudah menggunakan narkoba sekitar 3 tahun. Dia gak sadar kalau dia di videokan temananya. Sejak saya menjabat disitu, saya sudah geser dia gak di Reskrim lagi, namun setelah saya tidak lagi menjabat sebagai Kapolsek Medan Area, dia (Aiptu PE) balik lagi ke Reskrim," akunya.

Atas perbuatannya, Aiptu PE terancam pidana dan terancam dipecat karena telah melanggar pasal 7 ayat 1 huruf b Perkab no.14 tahun 2011 tentang kode etik profesi Polri dan atau pasal 14 ayat 1 huruf b no.1 tahun 203.

Selain Aiptu Tarigan, jelas Kompol M. Arifin lagi, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan juga sudah meringkus teman yang memvidiokan Aiptu PE yang diduga sedang menyabu. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Warga Temukan Peti Mati di Jalan H. Anif


Medan - Pengendara roda empat dan dua yang melintas di Jalan H.Anif, Senin 3/9/2018, pagi heboh. Pasalnya, di temukan peti mati di tanah Garapan. Dugaan, mayatnya sudah di kubur OTK yang membuang peti mati.
BorborNews,

Informasi yang di dapat, peti mati yang di buang OTK siang sudah tidak ada lagi.

Salah satu sumber yang tidak ingin di cantumkan namanya mengungkapkan, dugaan mayat yang sudah tidak ada lagi dalam peti mati sudah di kubur.

"Karena , waktu saya lihat peti mati yang tidak ada mayatnya lagi banyak di kerumuni lalat. Siapa yang membuang peti mati tersebut, belum di ketaui alias OTK," Ujarnya.

Lanjut sumber,  di peti mati tertulis pengirimnya PT.Citra Lintas Angkasa. Siapa yang ngakat peti mati tersebut, dari lokasi tidak tau" Pungkasnya. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




6 September 2018

Presiden Berangkatkan Pasukan Perdamaian Indonesia ke Kongo dan Lebanon


Bogor, Borbor News -Presiden Joko Widodo pada Jumat pagi, 31 Agustus 2018, mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, di Sentul, Kabupaten Bogor. Kedatangan Presiden tersebut untuk melepas satuan tugas batalion gerak cepat dan satuan tugas maritim TNI yang masing-masing akan diberangkatkan ke Kongo dan Lebanon dalam rangka misi perdamaian.
Didampingi oleh Menkopolhukam Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kepala Negara tiba di lokasi pada pukul 09.05 WIB. Selanjutnya, Presiden bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan kontingen perdamaian Indonesia.
“Hari ini Indonesia berbangga. Bukan hanya bangga atas prestasi para atlet kita di Asian Games. Bukan hanya bangga atas 30 medali emas yang mereka raih sampai hari ini. Tetapi Indonesia juga bangga akan melepas Kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon,” ujar Presiden kepada 960 personel dari dua satuan tugas yang akan diberangkatkan.
Menurut Presiden, Indonesia memiliki sejarah panjang dalam upaya menjaga perdamaian dunia. Kontingen perdamaian Garuda, di bawah bendera perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah mengambil peran ketika terjadi pergolakan di Gurun Sinai pada 1957.
Sejak saat itu, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 38.000 pasukan penjaga perdamaian PBB. Indonesia pun kini masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan perdamaian.
“Dengan keberangkatan hari ini maka pasukan Indonesia yang bertugas (secara bersamaan) saat ini berjumlah 3.532 personel. Artinya, kita telah mencapai 88,3 persen dari target 4.000 personel yang kita canangkan. Saya instruksikan agar target 4.000 segera tercapai,” imbuhnya.
Sebelumnya, melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018, pemerintah berupaya untuk turut serta menjaga ketertiban dunia dengan mengirimkan 4.000 pasukan perdamaian hingga tahun 2019 mendatang. Pasukan-pasukan tersebut akan ditempatkan di wilayah penugasan PBB.
“Kontribusi Indonesia tidak terbantahkan. Indonesia memiliki kredensial, rekam jejak, dan sejarah panjang. Sekali lagi, ini adalah kepercayaan terhadap bangsa Indonesia sekaligus amanah yang harus kita pikul dan tunaikan bersama,” tuturnya.
Selain itu, Presiden Joko Widodo menyatakan rasa bangganya kepada para pasukan TNI karena dalam menjalankan tugasnya kontingen Garuda menggunakan produk strategis buatan dalam negeri. Hal ini sekaligus menjadi bukti keandalan alutsista buatan Indonesia.
“Ini sekaligus menjadi etalase bagi keandalan produk industri strategis Indonesia,” ucapnya.
Untuk diketahui, mengutip siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI pada 31 Agustus 2018, keberangkatan 850 personel satuan tugas batalion gerak cepat ke Kongo dan 120 (10 di antaranya berangkat mendahului) personel satuan tugas maritim TNI ke Lebanon merupakan penugasan berskala besar yang pertama bagi Indonesia.
Partisipasi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB ini juga menjadi salah satu rekam jejak yang menjadi pertimbangan bagi terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Indonesia akan memulai keanggotaannya pada tanggal 1 Januari 2019. (YustafSiki NR).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.