Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Kenalan di Bus, Asmara Bu Dosen dan Anggota DPRD Sragen Berujung Maut


BorborNews, Wonogiri - Sidang perdana kasus pembunuhan anggota DPRD Sragen Sugimin digelar di Pengadilan Negeri Wonogiri hari ini. Dalam dakwaannya, jaksa mengungkap perkenalan salah seorang pelaku, Nurhayati, dengan Sugimin.
Nurhayati, terdakwa pembunuhan anggota DPRD Sragen, Sugimin. (Aris Arianto/detikcom)
"Awal perjumpaan Nurhayati dan Sugimin adalah Lebaran 2016. Nur pulang dari Universitas Kahuripan naik bus Eka. Lalu duduk berdampingan dengan korban, saling bertukar nomor HP," ujar jaksa Bagyo Mulyono kepada detikcom seusai sidang di PN Wonogiri, Rabu (14/8/2019).

Nurhayati, sebut Bagyo, merupakan pengusaha di bidang konveksi. Seminggu kemudian, Nurhayati dan Sugimin, yang saat itu menjadi caleg dari Partai Golkar, bertemu di sebuah hotel di sekitar Terminal Tirtonadi, Solo.

"Terdakwa diajak berhubungan badan, dan dirayu akan dibuatkan cabang untuk produksi konveksi. Beberapa waktu janjian di Sragen. Keduanya menuju Tawangmangu dan berhubungan badan. Akhirnya hamil dua bulan dan digugurkan," kata Bagyo.

Bagyo melanjutkan, selama menjalani bisnis, Nurhayati dan Sugimin sering cekcok. Sugimin, kata Bagyo, tidak memberikan uang pesanan konveksi kepada Nurhayati.

"Korban juga sering meminta uang kepada terdakwa, salah satunya untuk keperluan nyaleg, tapi tidal disanggupi terdakwa. Korban terus memaksa," jelasnya.

Hingga akhirnya Sugimin tewas di tangan Nurhayati. Tak sendirian, aksi Nurhayati dibantu oleh suaminya, Nurwanto.

"Nurwanto ikut membuat atau meracik racun yang dimasukkan dalam obat diare," jelas Bagyo.

Seusai sidang, Bagyo menjelaskan status Nurhayati kini nonaktif sebagai dosen.

"Terdakwa Nurhayati saat ini sudah nonaktif sebagai dosen. Waktu pemeriksaan polisi dulu mungkin masih aktif," kata Bagyo. (sip/Aris Arianto/detik news).  
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Subscribe to receive free email updates: