Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999 * Berita Online Rakyat Bagian Orde Reformasi * Borbor News *

Kapolda Kalteng Pimpin Langsung Penangkapan 15 Terduga Teroris di Palangka Raya

Borbor News, Palangkaraya - Polda Kalteng - Densus 88 Anti Teror dibantu Polda Kalteng menangkap terduga teroris kelompok Uzla pimpinan Abu Hamzah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) eks kelompok pelatihan Gunung Salak Aceh di sebuah barak/kos-kosan Jalan Pinus Permai Kota Palangka Raya, Senin (10/6/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.

Penangkapan terduga teroris yang berbaiat dan berafiliasi ke Abu Bakar Al Bagdadi pentolan ISIS Syiria dan Irak ini dipimpin langsung Kapolda Kalteng Irjen Pol Drs Anang Revandoko. "Kami berhasil mengamankan 15 orang terduga teroris, yang terdiri dari enam laki-laki dewasa, empat perempuan dewasa dan lima anak-anak," terang Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Irjen Pol Drs Anang Revandoko.

Dua orang terduga teroris, lanjutnya, merupakan DPO Densus 88 yaitu Tommy dan Abdullah sedangkan dua orang perempuan dewasa Nur Aminah (19) dan Maya (24) kakak beradik warga Anjir Mambulai Tengah Kab. Kapuas, Kalteng. Maya adalah istri terduga teroris Abu Naufal alias Ansari warga Kota Palangka Raya. "Selebihnya, terduga teroris berasal dari NTB, Poso, Sulawesi dan Sumatera Utara," ungkap Hendra.

Kabidhumas mengungkapkan, jaringan terduga teroris ini berencana mau ke Jakarta guna bertemu dengan Abu Zahra yang juga DPO eks pelatihan Gunung Salak Aceh. Selanjutnya mereka akan menuju ke Sumatera untuk mencari lokasi Uzla (lokasi sepi untuk mengumpulkan bekal, red). "15 orang yang berhasil kami amankan yaitu empat laki-laki dewasa yaitu Rasmin, M. Rusdi, Supriyaldi dan Ansari. Empat perempuan dewasa, Aisyah, Raidatul Jannah, Nuramimah dan Maya serta lima anak-anak," jelas Hendra.

Untuk barang bukti, lanjutnya, polisi berhasil mengamankan 10 telpon seluler, satu unit laptop, parang, buku tabungan, passport milik Ansari, satu toples diduga potassium dan buku berjudul tegar di atas tauhid. (Humas Polda Kalteng).



Sumber: Redaksi

Subscribe to receive free email updates: