Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) sesuai UU PERS no 40 tahun 1999

Walau Langit Runtuh, Hukum Harus Ditegakkan di PN Balige

Borbor NewsPangururan - Walaupun langit runtuh hukum harus ditegakkan di PN Balige dan PN Balige, itulah yang terucap oleh Robert Imbang Tamba,SH &  Partners selaku penasehat hukum (PH) korban Akner Rumapea usai mengikuti sidang di di Gedung PN Balige, Samosir, Kamis (16/5/2019).

Jebolan Perari ini mengungkapkan akan memperjuangkan kasus tersebut hingga putusan inkrah atau berkekuatan hukum tetap. 

"Para terdakwa tega menghabisi nyawa korban dengan sadis. Perbuatan kedua terdakwa merupakan suatu tindakan pidana yang telah terencana, makan kita minta JPU menetapkan pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana kepada kedua terdakwa, " kata Robert Imbang Tamba usai persidangan. 

Sambung Robert menegaskan kedua terdakwa harus di hukum sesuai dengan perbuatannya. "Diatas langit masih ada langit. Kita juga akan menyeret dalang dibalik ini hingga mendudukannya di kursi persakitan," tegasnya. 

Sebelumya, setelah ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Balige, Rencana Pembcaan Tuntutan (Rentut) terhadap terdakwa Jauba Sinaga (63) warga Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir dan terdakwa Monang Sitohang alias Ama Martohap (49) penduduk Desa Hatoguan Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir. Kembali ditunda di Pengadilan Negeri Balige di Samosir di Jalan Dr Hadrianus Sinaga Pangururan, Kamis (16/5/2019) siang.

Sidang lanjutan Rentut tersebut kembali dilaksanalan pekan depan pada Senin (20/5/2019) di PN Balige. 

Amatan di dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Paul Marpaung,SH mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Crispo Mual Natio Simanjuntak, SH didampimgi Nova Marharetta SH, menyampaikan agenda pembacaan tuntutan kembali dilanjutkan pada Senin (20/5/2019) di PN Balige. 

Mendegar penyampaian dari JPU Crispo Mual Natio Simanjuntak, Hakim Ketua Paul Marpaung, SH merasa terkejut mendengar ucapan JPU tersebut. 

"Penundaan pembacaan tuntutan ini sudah yang tiga kalinya ditunda. Jika Senin depan tetap ditunda juga maka saya akan memerintahkan Hakim Ketua di Balige untuk membacakan penetapan tuntutan," ujar Hakim Ketua dengan kesal sambil menutup sidang dengan mengetuk palu.(IR/Godi)


Sumber: Redaksi

Subscribe to receive free email updates: