Postingan Populer Bulan Ini

Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI

7 Desember 2018

Ki Tong Samua Basodara, Papua Damai Papua Indonesia



BorborNews - Karena tulisan bang Deny Siregar, Ingat 20 tahun yg lalu di Jayapura yang saat itu masih ibukota provinsi Irian jaya. Saat Presiden Gus dur Irian jaya berubah menjadi Papua dengan melalui proses panjang dari aktivis orang orang asli Irian saat itu.

Tahun 1995 pertama saya pijakan kaki ini, di bumi Cendrawasi yang terkenal juga khas makanan Papeda dalam hidangan kuah ikan dan tak kalah terkenal juga buah Matoa sampai yang Gaharu yang terbaik yang nilainya begitu fantastis.

Begitulah bumi cendrawasih yang berlimpah sebenarnya sumber alam dan tidak didukung dengan sumber daya manusia untuk mereka bisa bangkit berdiri mengelola hasil alam yang Tuhan berikan kepada penduduk asli.

Saat itu, 20 tahun yang lalu. Sebagian besar tingkat ekonomi masyarakat di Jayapura masih lebih baik dibanding masyarakat asli di desa Koya, Arso dan desa lainnya. Jangankan bicara tingkat ekonominya, akses ke desa disana pun saat itu sangat sulit dikarenakan terbatasnya transportasi dan jalan yang kurang mendukung akan tetapi masyarakat asli tetap melakukan aktivis sehari hari dengan bercocok tanam dan menjual hasil kebun ke pasar di kotaraja maupun kota jayapura dengan lapak seadanya.

Sejak tahun tahun berlalu hingga tahun 1998, tak sedikit gerakan separatis melakukan intimidasi baik dengan kekerasan senjata dan sebagainya dari bentuk ketidakadilan yang mereka rasakan. Memang saya akui, ketidakadilan itu sangat luas setiap orang mengartikannya.

Tahun begitu cepat berlalu hingga tahun ini, Tahun politik 2018. Genap 20 tahun, Papua kembali bergejolak. Seperti yang kita dengar penembakan kepada pekerja pembangunan oleh Anggota yang disebut KKB.

Saya tidak ingin masuk lebih jauh ke area wacana sebab dan akibat terjadinya, karna terlalu naif bagi saya yang sekarang tidak tinggal disana.

Urusan Papua dapat diselesaikan bersama penduduk asli dan pemerintah setempat untuk dicarikan solusi, kecuali ada pihak pihak yang bermain dibelakang untuk kepentingan politik agar citra pemerintahan presiden Ir Jokowi semakin terpuruk karena situasi papua mulai bergejolak.

Saya sebagai warga Indonesia berharap masalah di Papua diseleaaikan secara damai dan jangan ada pertumpahan darah, disaat pemerintahan Jokowi sedang melanjutkan pembangunan yang masif di bumi cenderawasih.

Untuk semua masyarakat Papua agar dapat menyikapi dengan bijak agar pembangunan yang telah dan akan direncakan dapat terwujud dan kita jaga persatuan.

Akhir kata, Papua ki tong basodara.
Alumni 1998, SMU 2 N Jayapura Utara.
Gomgom Dinasti
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.