Postingan Populer Bulan Ini

Surat Kabar Online : TRANSPARAN MENYAMPAIKAN INFORMASI

10 Agustus 2018

Ketika Jurnalis Tegang Menghadapi Uji Kompetensi Wartawan



BorborNews, Bandung - Ada yang berbeda dialami oleh 38 wartawan asal Jawa Barat selama dua hari ke belakang. Itu karena aktivitas harian sebagai pencari berita mesti direlakan dan menggantinya dengan momen penuh ketegangan.
Ketegangan yang bahkan membuat para petinggi redaksi di sejumlah perusahaan media mesti membuka internet dan kembali belajar mengenai ilmu jurnalistik tingkat dasar. 
Ya, karena sejak tanggal 9 Mei hingga 10 Mei 2017 kemarin bertempat di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung para jurnalis pilihan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-13 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Kota Bandung. 
Mendadak sejumlah wartawan berpenampilan rapi berselimut kemeja batik dari kebiasaan urakan apa adanya. Keadaan tidak beranjak membaik sesampainya di ruang utama pengujian sebab sorot mata dan wajah dingin para penguji seakan menyiratkan sebuah kalimat: "Selamat datang dan aku akan mengubah pagi cerahmu".
Jelas itu hanya sebuah opini tanpa dasar. Namun yang mengherankan melekatnya rasa ketegangan padahal bahan yang diujikan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wartawan.
"Meski yang diujikan adalah pekerjaan sehari-hari tapi tetap saja tegang," ujar salah satu wartawan senior Sutisno sebelum ujian berlangsung dalam obrolan ringan bersama kopi hitam hangat yang disediakan panitia.
Tidak ada sekat antara redaktur atau reporter, karena saat itu semua memiliki satu kesamaan nasib yakni ketegangan dan kecemasan akan tidak lulus kompetensi. Hal tersebut tergambar ketika salah satu redaktur senior AyoBandung.com Adi Ginanjar Maulana yang mengikuti ujian kategori utama mengungkapkan kegelisahannya kepada sejumlah reporter junior.
"Jujur enggak bisa tidur semalam karena memikirkan ujian kompetensi," ujar Adi sembari terjongkok dengan kedua tangan memegang kepala.
Saat ujian para peserta diminta untuk merencanakan dan menulis pemberitaan dengan cepat sesuai tenggang waktu yang ditentukan panitia. Terlebih untuk perencanaan dan penulisan laporan investigasi mendalam, waktu 30 menit yang diberikan jelas bukan sebuah ukuran yang ideal.
Sebanyak 34 wartawan pada akhirnya dinyatakan kompeten dan lulus ujian dengan tiga kategori yakni muda, madya dan utama. Untuk kategori utama diikuti oleh tujuh peserta yang diisi oleh sejumlah wartawan senior level pimpinan redaksi atau redaktur pelaksana. 
Sedangkan untuk madya juga diikuti oleh tujuh peserta yang merupakan level ujian bagi para redaktur. Sementara kategori muda diisi oleh para reporter dengan jumlah 24 peserta.
"Sebanyak 34 peserta dinyatakan lulus dan empat orang tidak lulus," ujar salah seorang penguji pendamping Makali selepas acara penutupan UKW.
Terdapat sembilan mata ujian yang berbeda dari setiap tiga kategori peserta. Untuk materi ujian kategori utama diantaranya menulis tajuk, mengarahkan liputan investigasi, menentukan bahan layak siar, dan kebijakan rubrikasi.
Untuk kategori madya meliputi menulis feature, menyunting berita, merancang isi rubrik, dan merencanakan investigasi. Sedangkan untuk kategori muda lebih pada teknis peliputan seperti wawancara tatap muka dan doorstop, mencari bahan liputan terjadwal, serta menulis berita.
Nilai yang diberikan penguji minimal harus sebesar 70 untuk setiap mata ujian. Sebab jika mendapat rentang nilai di bawah angka tersebut akan dinyatakan tidak lulus karena sistemnya bukan berupa akumulasi. 
Apresiasi selamat diungkapkan oleh Ketua PWI Pokja Kota Bandung Hardiansyah pada 34 peserta yang lulus. Hardyansyah megatakan jika UKW merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas jurnalis dalam mengemban tugasnya.
"Ini bukan hanya soal lulus dan tidak lulus tapi pembinaan terhadap wartawan untuk meningkatkan kualitasnya ke depan," ujar pria yang akrab disapa Andhy tersebut.
UKW merupakan realisasi dari Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan dalam mengupayakan perbaikan pemberitaan melalui unsur paling mendasar yakni kualitas dan kredibilitas wartawan bersertifikasi. 
Sehingga nantinya para wartawan yang lulus verifikasi UKW akan mendapat kartu berisi perusahaan tempat kerja beserta foto dan identitas tersebut akan tercantum di Dewan Pers. 
Sebab Dewan Pers mencatat tingkat kompetensi wartawan di Indonesia dinilai masih rendah karena dari total sekitar 80.000 jurnalis, baru 10.000 yang mengikuti ujian kompetensi. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: Ayo bandung com / Redaksi




 
Copyright © 2018 Borbor News . All Rights Reserved.