Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com

24 Mei 2018

Banyak Intimidasi dan Demo di Jakarta, Pakar Digital Siapkan Teknologi Face Recognition untuk Anies-Sandi


Banyaknya aksi unjuk rasa di Jakarta serta perlakuan intimidasi kepada kelompok- kelompok tertentu mendorong Pakar Digital, Anthony Leong untuk menerapkan penggunaan teknologi Face Recognition ( fitur pengenalan wajah) kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan – Sandiaga Uno.
BorborNews -

CEO Menara Digital itu mengatakan fitur ini akan sangat berguna untuk melacak oknum yang kerap menjadi provokator kericuhan di tempat umum.

“Sudah jadi rahasia umum bahwa dibalik aksi unjuk rasa atau intimidasi kepada kelompok tertentu itu selalu ada yang mengkoordinir. Bahkan tidak jarang terungkap bahwa satu orang bisa menjadi ‘dalang’ dibalik berbagai aksi demo. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih jeli dalam melihat hal itu, Face Recognition ini bisa menjadi solusi,” ungkap Anthony yang merupakan Tim Pemenangan Anies- Sandi ini.

Fungsionaris himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini berpendapat, padatnya kerumunan orang dilokasi terjadinya kericuhan sering kali menyulitkan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku provokator dan aksi kriminal lainnya sehingga memungkinkan oknum kejahatan dapat dengan mudahnya lolos dari pemantauan. Sementara, Face Recognition dikatakannya, dapat mengindetifikasi pelaku di tempat umum “Face recognition memiliki beberapa keunggulan tidak hanya mendeteksi wajah, ada analisis data disana bagaimana sikap atau perilaku kesehariannya. Semacam behavior analysis. Sudah saatnya Jakarta memiliki teknologi yang lebih mutakhir untuk preventif dan menertibkan yang kurang baik. Ini akan kita integrasikan dengan Jakarta Smart City nantinya, ” imbuh Anthony.

Dirinya menambahkan fitur Face Recognition sudah banyak digunakan di negara- negara maju seperti di Inggiris dan China dimana teknologi ini digunakan untuk mengindentifikasi pelaku pencurian ditengah kerumunan bahkan membantu mengeliminasi kecurangan saat Pemilihan Umum. Ia juga menambahkan kini sedang memformulasikan teknologi ini agar bisa segera diimplementasikan di Jakarta.

“Sudah saatnya Jakarta megadopsi teknologi serupa, selain untuk mengidentifikasi provokator bisa juga membaca perilaku masyarat dan meminimalisir tindakan kriminal,” demikian ungkap Anthony.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada kemungkinan hoaks di balik viral video intimidasi dari massa #2019GantiPresiden terhadap massa #DiaSibukKerja.

Ia pun meminta Jakarta Smart City memeriksa keaslian video yang diduga memuat peristiwa pada Car Free Day (CFD), di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/4).

"Kan sekarang sudah ada teknologinya tuh bikin video hoaks. Jadi aku lagi minta Smart City pastikan dulu," ujar Sandi, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1).
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: Anthony Leong / Redaksi




 
Copyright © 2013. Borbor News.
  • Redaksi: Bor2News