Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com

22 Maret 2018

Terbukti Terima Rp 11 M, Politikus PKS Divonis 9 Tahun Bui


Jakarta - Politikus PKS Yudi Widiana Adia divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 3 bulan. Yudi Widiana terbukti menerima uang suap Rp 11,1 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng.
BorborNews -

"Menyatakan terdakwa Yudi Widiana Adia telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujar ketua majelis hakim Hastopo membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018).

Menurut hakim, terungkap dalam persidangan, uang suap itu untuk program aspirasi proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016. Politikus PKS ini menerima uang suap itu melalui anggota DPRD Kota Bekasi M Kurniawan Eka Nugraha. 

Usulan program aspirasi milik Yudi ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR adalah pembangunan Jalan Pasahari-Kobisonta senilai Rp 50 miliar, pelebaran Jalan Kobisonta-Pasahari senilai Rp 50 miliar, dan pelebaran Jalan Kobisonta-Bonggol Bula senilai Rp 40,5 miliar. 

"Terdakwa Yudi menerima uang dari So Kok Seng alias Aseng melalui orang dekat Yudi, M Kurniawan," ucap hakim.

Dalam pertimbangan dakwaan pertama, Yudi disebut hakim menerima uang Rp 4 miliar dari Aseng. Uang itu diterima Yudi karena mengusulkan proyek pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara.

M Kurniawan menghubungi Yudi bahwa '4 juz' sudah diterima dari Aseng," ucap hakim.

Kemudian pertimbangan dakwaan kedua, Yudi disebut hakim menerima uang Rp 2,5 miliar. Lalu menerima USD 214.300 dan USD 140.000 karena mengusulkan sejumlah proyek jalan di Maluku pada Kementerian PUPR.

"Uang itu diterima oleh Kurniawan di hotel Cikini dan diantarkan di pom bensin Bekasi untuk diserahkan kepada Paroli alias Asep."

Hakim menyebutkan adanya kerja sama Yudi--yang merupakan Wakil Ketua Komisi V DPR saat itu--dengan M Kurniawan. Saat menerima uang itu, Kurniawan menghubungi Yudi dengan komunikasi kode, yaitu '4 juz', yang artinya uang Rp 4 miliar.

"Kurniawan kemudian melakukan komunikasi dengan Aseng, membahas realisasi pembayaran uang mukacommitment fee program aspirasi Yudi sekitar Rp 7 miliar, yang merupakan 5 persen dari nilai anggaran Rp 140 miliar dari tiga proyek," kata hakim.

Atas perkara ini, Yudi terbukti melanggar Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 KUHP.(fai/dhn)

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: detiknews
/ Redaksi




 
Copyright © 2013. Borbor News.
  • Redaksi: Bor2News