http://go.oclaserver.com/afu.php?id=1316778 Karang Taruna Jateng Diyakini Bantu Kurangi Kemiskinan Jawa Tengah - Borbor News Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)

Pengikut

Anda menemukan atau mengalami "PUNGUTAN LIAR" Segera Laporkan melalui: www.saberpungli.id www.lapor.go.id Atau menghubungi: Telepon Hotline 193 SMS 1193
Ingin pasang iklan di http://www.borbornews.com Pembaca setiap hari 10.000 Minat hubungi kami via email: iklanbn@gmail.com
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)

Karang Taruna Jateng Diyakini Bantu Kurangi Kemiskinan Jawa Tengah


Jateng, BorborNews - Kemiskinan masih tinggi di Jawa Tengah terutama dirasakan petani. Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Dede Indra Permana sudiro akan meluncurkan program pendampingan terhadap petani yang melibatkan karang taruna.

“Penyumbang angka kemiskinan paling tinggi di Jawa Tengah adalah masyarakat petani. Angkanya sebesar 55,95 persen. Sementara banyak pemuda yang menganggur sebanyak 1,7 juta orang. Melalui wadah karang taruna, yang nganggur akan membantu yang miskin dengan program pendampingan”, ujar Dede di Semarang (7/11).

Dede yang juga Ketua Karang Taruna Jawa Tengah menjelaskan kedua kelompok yakni petani dan pemuda yang menganggur, adalah kelompok yang harus dibantu oleh pemerintah.

“Dengan dorongan pemerintah daerah dan menggerakan mesin organisasi karang taruna, tak ada yang mustahil. Yang nganggur bisa menolong yang miskin. Juga begitu sebaliknya. Mereka bisa saling tolong-menolong. Sinergi dan kolaborasi itu penting”, jelas Dede.

Dede menambahkan model saling tolong-menolong sesama yang lemah sedang disiapkan. Perumusan model ini melibatkan para pakar dan pegiat pemberdayaan masyarakat.

“Saya sudah sering diskusi dengan mereka (sosiolog pedesaan dan pegiat pemberdayaan masyarakat) merumuskan model itu. Saya yakin model saling tolong-menolong sesama yang lemah merupakan hal baru dalam dunia pendampingan. Saya yakin model itu efektif dalam mengentaskan kemiskinan”, pungkas dede.
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com