http://go.oclaserver.com/afu.php?id=1316778 Kena OTT KPK, Patrialis dan 10 Orang Lainnya Diperiksa Intensif - Borbor News Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)

Pengikut

Anda menemukan atau mengalami "PUNGUTAN LIAR" Segera Laporkan melalui: www.saberpungli.id www.lapor.go.id Atau menghubungi: Telepon Hotline 193 SMS 1193
Ingin pasang iklan di http://www.borbornews.com Pembaca setiap hari 10.000 Minat hubungi kami via email: iklanbn@gmail.com
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)

Kena OTT KPK, Patrialis dan 10 Orang Lainnya Diperiksa Intensif





Jakarta - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 orang, yang salah satunya hakim konstitusi Patrialis Akbar. Ke-11 orang tersebut masih diperiksa intensif oleh penyidik KPK.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sejumlah pihak yang diamankan pada saat OTT tersebut," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat dihubungi detikcom, Kamis (26/1/2017).
loading...

KPK akan menjelaskan tentang OTT yang dilakukan pada Rabu (25/1) sore kemarin. Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar termasuk salah satu pihak yang ditangkap dalam OTT kali ini.

"Sore atau malam ini akan kami sampaikan perkembangan dari kegiatan OTT yang telah dilakukan KPK," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi, Kamis (26/1).

Patrialis ditangkap pada Rabu kemarin di suatu tempat di Jakarta. Selain itu, ada beberapa pihak yang dibawa ke gedung KPK.
Sudah Bergabung di Grup Borbor News ?
  Loker Borbor News       Info Berita Online

Baca Kumpulan Loker Terbaru bulan ini:

  Loker Swasta/BUMN      Loker SMA/SMK
  Loker D1-D3                     Loker S1-S2

Ketua KPK Agus Rahardjo pun telah membenarkan tentang OTT itu. Dari informasi yang dihimpun, Patrialis diduga menerima sejumlah uang terkait dengan uji materi suatu undang-undang, tetapi belum diketahui uji materi undang-undang apa yang 'diperdagangkan' Patrialis.
loading...

Perihal OTT itu, Ketua MK Arief Hidayat mendukung upaya yang dilakukan KPK tersebut. Namun Arief menyebut OTT itu terkait dengan pribadi dan bukan institusi.

"Itu persoalan pribadi, bukan lembaga. Saya persilakan dan mendukung KPK melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus ini, termasuk di MK," ujar Arief sebelumnya. 
(idh/rvk)


Masukan Email anda dibawah kotak ini, lalu tekan "Subscribe" Setelah itu buka kotak Email anda untuk konfirmasi berlangganan, jika ingin berlangganan INFO LOKER gratis dari www.borbornews.com


Delivered by BorborNews
Sumber: detiknews.com/Redaksi





 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com