http://go.oclaserver.com/afu.php?id=1316778 Pembeli Rumah Garapan Beserta 4 Oknum Polisi Mendatangi Rumah Dahlan Malau - Borbor News Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)

Pengikut

Anda menemukan atau mengalami "PUNGUTAN LIAR" Segera Laporkan melalui: www.saberpungli.id www.lapor.go.id Atau menghubungi: Telepon Hotline 193 SMS 1193
Ingin pasang iklan di http://www.borbornews.com Pembaca setiap hari 10.000 Minat hubungi kami via email: iklanbn@gmail.com
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)

Pembeli Rumah Garapan Beserta 4 Oknum Polisi Mendatangi Rumah Dahlan Malau

Menindaklanjuti pemberitaan tertanggal 02 Oktober 2014, yang berjudul: Dahlan Malau Tidak Terima Disebut Penipu Terkait Pembatalan Jual Beli Rumah.
 
Hampir sering Dewi Simangunsong menghampiri rumah Dahlan, Berteriak teriak “Dasar penipu kau agar, Kembalikan uang kami”, Teriakan tersebut kembali membuat warga gempar. Warga pun bertanya Tanya, apakah Dahlan sekeluarga adalah penipu? Ucap Masda Simatupang, sambil berkaca kaca meneteskan air mata.

 
BorborNews, Kab Bekasi - Sesuai penuturan Dahlan Malau, ada 4 polisi berseragam lengkap dengan menggunakan mobil dinas bersama pihak pembeli mendatangi ke rumah Dahlan Malau tertanggal 13 Juni 2014 untuk mengklarifikasi laporan pembeli karena merasa ditipu oleh Dahlan terkait jual beli Rumah diatas tanah garapan.

 
Saat itu Dahlan beserta istri yang saat itu berada di rumah tersebut kaget bukan kepalang, tiba tiba ada polisi bersergam lengkap mengketuk pintu rumahnya. Lantas dibukakan pintu lalu dipersilahkan masuk. Saat itu warga setempat, sempat gempar atas kedatangan polisi ke rumah Dahlan dan bertanya Tanya ada apa?

 
Pada hari itu, Dahlan merasa didesak dan tertekan untuk menandatangi surat pernyataan yang isinya akan mengembalikan DP Rumah sebesar Rp 10 juta dalam waktu satu bulan hingga tanggal 13 Juli 2014 dan apabila sampai tanggal yang dijanjikan tidak bisa mengembalikan uang DP tersebut, Pihak Pertama (Penjual) akan mengosongkan rumah milik pertama dan pihak kedua berhak menjual rumah tersebut senilai Rp 67 juta, dimana uang itu akan dipotong Rp 10 juta dan sisanya akan diberikan kepada pihak pertama. Begitulah kurang lebih isi surat pernyataan yang diperlihatkan Dahlan Malau kepada Wartawan Borbor News dan Wartawan Surat kabar nasional WANTARA.

 
“Saya merasa didesak dan takut karena ada 4 polisi yang dibawa Juni Panjaitan beserta istrinya, hingga akhirnya saya dengan berat hati menandatanginya. Walaupun disurat tersebut tidak ada saksi yang bersedia ikut serta menandatangi surat pernyataan tersebut, tutur dahlan. Hal itu, dibenarkan Istri Dahlan, Masda Simatupang. Kami ketakutan, mereka datang 6 orang ke rumah kami, Tambah Masda kepada Tim investigasi Borbor News.

Tim Borbor News mencoba menemui Ketua RT 07 setempat, untuk mengkonfirmasi kebenaran seputar hebohnya isu yang melanda keluarga Dahlan malau dan Ketua RT 07, Pak Aswad membenarkan hal tersebut. Ada polisi yang datang ke rumah Dahlan, Saya juga pernah dimintai keterangan terkait jual beli rumah tersebut, Kata Aswad kepada Tim Investigasi Senin, 29 Agustus 2014.

 
Selanjutnya, tertanggal 29 Juli 2014 datang surat panggilan pertama kepada Sdr Masda Simatupang (No.Pol: S.Pgl/36/VII/2014/Sek.Tj) Yang ditanda tangani oleh Kapolsek Tarumajaya, Ajun Kompol Suwari, SH. Sdr Masda Simatupang diminta datang ke Unit Reskrim pada hari Sabtu, Tanggal 02 Agustus 2014, Jam 10:00 Wib untuk didengar keterangannya sebagai Saksi oleh pemeriksa Bripka Irwanto, SH. Masda menuturkan, saat itu diminta keterangan seputar kronologis terjadinya transaksi jual beli rumahnya.

 
Selanjutnya, tertanggal 16 Agustus 2014 datang surat panggilan pertama kepada Sdr Dahlan Malau (No. Pol: S.Pgl/39/VIII/2014/Sek.Tj) yang ditanda tangani oleh Kapolsek Tarumajaya, Ajun Kompol Suwari, SH. Sdr Dahlan Malau diminta datang ke unit Reskrim pada hari Senin, Tanggal 18 Agustus 2014, Jam 10:00 Wib. Dahlan menuturkan, saat itu diminta keterangan seputar kronologis terjadinya transaksi jual beli rumahnya. Sesuai isi surat panggilan yang ditunjukan kepada Tim Investigasi Borbor News (29/08).

Intinya saya beritikad baik, mengembalikan uang Juni Panjaitan dengan cara mencicil. Saya juga pernah bilang langsung kepada mereka (Pembeli) Uang tersebut sudah kami gunakan untuk keperluan sekolah dan kebutuhan yang lainnya. Itu sebabnya rumah kami akan dijual, karena kebutuhan yang begitu terdesak. Saat itu, saya bisa berikan Rp 2 juta dulu dan sisanya saya cicil tiap bulan sebesar Rp 1 juta. Tetapi mereka menolak saat itu (Kira kira pertengahan Juni 2014) dan ingin semua uang itu dikembalikan. 

 
Akhirnya mereka melaporkan saya ke Polisi, hingga saya diperlakukan seperti itu. Kita sama sama orang batak, sangat memalukan sekali hal seperti ini, dibawa ke Polisi. Apakah tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan? Papar Dahlan Malau. 

 
Pernah juga, Juni Panjaitan membawa saudaranya yang mengaku polisi dari bandung, menjumpai saya. Yah, saya ceritakan yang sebenarnya. Saat itu saudaranya yang polisi itu, menyarankan menerima uang 2 Juta dan sisanya Dicicil. Jika saya mau menipu, kenapa tidak saya tinggalkan saya kampung ini. Inikan rumah saya, sekalipun berada diatas tanah garapan. Bahkan pembeli pernah menanyakan status rumah saya dan kepada tetangga saya, atas kebenaran kepemilikan rumah saya. Dimana saya mau menipu mereka, Ucap Dahlan Malau sambil mengelap tetes air matanya dihadapan Tim Wartawan serta Ketua Borbor Sekitar Marunda yang bernama J. Pasaribu (Bp. Teven). (Bersambung)


Baca Berita terkait:
1. Dahlan Malau Tidak Terima Disebut Penipu Terkait Pembatalan Jual Beli Rumah
2. Ny. Masda Simatupang Tidak Dapat Hadir, Pada Surat Panggilan Ke II dikarenakan Kurang Sehat
3. Dahlan Malau Hadiri Panggilan Penyidik Dan Menolak Isi BAP yang Tidak Sesuai Fakta
4. Oknum Polsek Taruma Jaya Diduga Berprofesi Ganda Sebagai Debkolektor
5. Juni Panjaitan Memberikan Keterangan, Sesaat Keluar Dari Ruangan Pemeriksaan Penyidik Polsek Tarumajaya
 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com