loading...
-> Juni Panjaitan Memberikan Keterangan, Sesaat Keluar Dari Ruangan Pemeriksaan Penyidik Polsek Tarumajaya - Borbor News Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) | Anda dapat berkontribusi di media online Borbor News untuk memberikan Opini, Artikel, Karya Tulis, Kegiatan Sosial dan Hal-hal yang menjadi konsumsi publik. Semua kiriman diwajibkan tidak melanggar Hukum dan berbau SARA. Identitas pengirim/Narasumber harus jelas dan dapat di rahasiakan Redaksi, bila di minta. Sampaikan Aspirasi/Suara anda melalui email Redaksi: redborbornews@gmail.com Semua kiriman yang masuk menjadi tanggung jawab si pengirim dan Redaksi berhak mengedit serta menolak kiriman. Terimakasih.
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
loading...

7 Oktober 2014

Juni Panjaitan Memberikan Keterangan, Sesaat Keluar Dari Ruangan Pemeriksaan Penyidik Polsek Tarumajaya



Polsek Tarumajaya

BorborNews, Kab. Bekasi - Sesaat selesai pemeriksaaan saksi yang dimintai keterangannya dengan cara di Kronfontir oleh penyidik, Juni Panjaitan membeberkan kronologis dari sudut pandangan sebagai pembeli pada hari Rabu, Tanggal 1 Oktober 2014 di samping kantor Polsek Tarumajaya, Sekira Jam 2 siang kepada Tim Investigasi Borbor News.

Juni Panjaitan memaparkan, bahwa hasil pertemuan membahas kronologis terjadinya transaksi awal sampai saya melapor ke polisi. Akhirnya masih proses. Harapan Juni Panjaitan adalah Keadilan. Kita mau uang kita kembali Rp 5 Juta dan sisanya dicicil, Tambah “Dewi Simangungsong, istri Juni Panjaitan” saat bersamaan diwawancara. Tapi Juni Panjaitan meminta uang itu dikembalikan semuanya.

Tapi tidak ada Itikad baik mengembalikan keseluruhannya, ucap Juni Panjaitan.
Namun dari pengakuan Dahlan, dia beritikad baik mengembalikan dengan cara dicicil, awalnya memberikan Rp 2 Juta dan sisanya setiap bulan Rp 1 juta (Pertengahan Juni 2014), tetapi di tolak Juni Panjaitan, ketika ke rumah Dahlan setelah terjadi pembatalan. (seperti pemberitaan sebelumnya).

Menurut keterangan Dewi Simangunsong, Dahlan lah yang membatalkan transaksi itu. Berbeda dengan pengakuan Dahlan, Bahwa pihak Juni Panjaitan yang membatalkannya melalui telepon selular dikarenakan pihak keluarga dari pihak Juni Panjaitan tidak terima dengan surat Jual beli yang hanya selembar tersebut. Tambah Juni Panjaitan, Kata keluarga saya: Kau mau beli rumah atau membeli gorengan. Mana ada surat rumah seperti itu, Tutur Juni Panjaitan.

Keterangan Dahlan Malau, Langsung ditepis Juni Panjaitan. Begini pak “Dahlan Malau saat itu, saya berikan uang tanda jadi Rp 500 ribu tapi di tolaknya. Dia minta Rp 10 Juta untuk urus surat surat rumah, seperti Segel, AJB”.

Tetapi berbeda dengan pengakuan Dahlan kepada Media, Yang saya maksud surat pernyataan seperti ini (Sambil menunjukan selembar, surat pernyataan Jual Beli yang ditulisnya dan terdapat nama Ketua Rt 007 dan Ketua RW 02 sebagai saksi, namun surat tersebut belum ada tanda tangan. Saat itu saya sampaikan kepada Juni Panjaitan, Tolong di cek apakah ada yang kurang. Juni Panjaitan pulang, Nah setelah itulah mereka menolak surat tersebut. Saya tidak ada bilang, untuk mengurus surat surat yang dia maksud, seperti segel atau AJB “Bantah Dahlan Malau”.

Tanggapan terakhir, harapan Dewi Simangunsong, Uang DP itu dikembalikanlah. Saat kami melaporkan ke Polisi, Polisi juga ingin memediasikan dengan penjual agar tidak perlu sampai berkelanjutan, Tambah Dewi Simangunsong.

Berbeda dengan harapan Juni Panjaitan, Saya sudah banyak punya itikad baik kepada Dahlan Malau. Sekarang saya juga sudah pasrah, biar hukumlah yang menilai dia nanti. Jika hukum menyatakan dia bebas, ya sudahlah, Ucap Juni Panjaitan mengakhiri wawancara kepada Tim Investigasi Borbor News.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada kabar selanjutnya dari Pihak Pembeli dan Pihak Penjual serta Pihak Penyidik yang memeriksa perkara kedua pihak. Semoga kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan kekeluargaan. Sebab akan memakan proses waktu yang panjang dan energi serta pikiran. (TIM).

Baca Berita terkait:
1. Dahlan Malau Tidak Terima Disebut Penipu Terkait Pembatalan Jual Beli Rumah
2. Ny. Masda Simatupang Tidak Dapat Hadir, Pada Surat Panggilan Ke II dikarenakan Kurang Sehat
3. Dahlan Malau Hadiri Panggilan Penyidik Dan Menolak Isi BAP yang Tidak Sesuai Fakta
4. Oknum Polsek Taruma Jaya Diduga Berprofesi Ganda Sebagai Debkolektor
5. Pembeli Rumah Garapan Beserta 4 Oknum Polisi Mendatangi Rumah Dahlan Malau

 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com