loading...
-> Dahlan Malau Hadiri Panggilan Penyidik Dan Menolak Isi BAP yang Tidak Sesuai Fakta - Borbor News Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) | Anda dapat berkontribusi di media online Borbor News untuk memberikan Opini, Artikel, Karya Tulis, Kegiatan Sosial dan Hal-hal yang menjadi konsumsi publik. Semua kiriman diwajibkan tidak melanggar Hukum dan berbau SARA. Identitas pengirim/Narasumber harus jelas dan dapat di rahasiakan Redaksi, bila di minta. Sampaikan Aspirasi/Suara anda melalui email Redaksi: redborbornews@gmail.com Semua kiriman yang masuk menjadi tanggung jawab si pengirim dan Redaksi berhak mengedit serta menolak kiriman. Terimakasih.
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
loading...

7 Oktober 2014

Dahlan Malau Hadiri Panggilan Penyidik Dan Menolak Isi BAP yang Tidak Sesuai Fakta



Surat Panggilan Ke II Dahlan Malau

BorborNews, Kab.Bekasi -  Sesuai surat panggilan No Pol: S.Pgl/52/IX/2014/Sek.Jt Sdr. Dahlan Malau diminta hadir Pada hari Senin, Tanggal 29 September 2014. Namun Dahlan Malau, melalui telepon selular penyidik yang bernama Bripka Irwanto menunda panggilan Pada hari Rabu, Tanggal 01 Oktober 2014 katanya, kepada Wartawan Wantara dan Sekjen LSM GERAK.

Menurut Dahlan Kepada Tim Investigasi Borbor News, Saya dipanggil kesana untuk di dengar keterangannya secara Kronfontir dengan saksi yang lainnya, Kata Dahlan ketika diwawancarai. Dahlan Malau, tiba di kantor penyidik sekiranya pukul 11:10 Wib dan langsung masuk ke ruang penyidik.

Setelah 1 jam lebih di ruang penyidik, Dahlan Malau keluar membawa berkas BAP kronologis seputar jual beli rumah dan diperlihatkan kepada Wartawan di seberang Kantor Polsek yang menunggu hasil pertemuan antara Pembeli dan Penjual.

Menurut Dahlan Malau, Dia menolak/keberatan menandatanganni hasil BAP tersebut, karena tidak tertulis nama Juni Panjaitan beserta 4 Oknum polisi  yang datang kerumahnya menggunakan mobil dinas dan berseragam lengkap yang menyebabkan terbitnya surat pernyataan yang berisi: Akan mengembalikan Uang DP paling lama 1 bulan, yakni hingga 13 Juli 2014. Meski saat itu Dahlan keberatan dan merasa takut dipenjarakan karena kehadiran 4 oknum polisi yang berseragam. Dahlan menandatanganinya, seperti yang ditulis Media Wantara Edisi 62/ Tahun III/ 29 Agustus 2014.

“Saya menolak menandatanganni isi BAP yang diketik penyidik, karena kronologis yang mereka muat disitu, tidak ada nama ke-empat Polisi yang saat itu datang kerumah saya bersama Juni Panjaitan”.

Penolakan isi BAP oleh Dahlan Malau, diterima penyidik dan Dahlan Malau menandatangi Surat penolakan BAP, Kata Dahlan Kepada Media yang menunggu di ruang depan Kapolsek Tarumajaya.

Saat pembantu penyidik keluar dari ruang, Tim Investigasi Borbor News meminta tanggapannya kepada Bripka Irwanto yang saat itu keluar dan menjawab “Maaf bang, saya hanya pembantu penyidik. Silahkan konfirmasi Kapolsek atau Penyidik. Saya mau makan siang dulu. Dari pantauan Tim di kantor tersebut, Sekitar jam 1:00 wib, Kapolsek tidak dapat ditemui. Hingga berita ini diturunkan, Pihak Penyidik yang berwenang atas perkara tersebut belum memberikan tanggapan resmi. (TIM)

Baca Berita terkait:
 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com