loading...
-> Borbor News Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) | Anda dapat berkontribusi di media online Borbor News untuk memberikan Opini, Artikel, Karya Tulis, Kegiatan Sosial dan Hal-hal yang menjadi konsumsi publik. Semua kiriman diwajibkan tidak melanggar Hukum dan berbau SARA. Identitas pengirim/Narasumber harus jelas dan dapat di rahasiakan Redaksi, bila di minta. Sampaikan Aspirasi/Suara anda melalui email Redaksi: redborbornews@gmail.com Semua kiriman yang masuk menjadi tanggung jawab si pengirim dan Redaksi berhak mengedit serta menolak kiriman. Terimakasih.
BORBOR: Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
loading...
Anda menemukan atau mengalami "PUNGUTAN LIAR" Segera Laporkan melalui: Www.saberpungli.id www.lapor.go.id Atau menghubungi: Telepon Hotline 193 SMS 1193 Ayo perangi pungutan liar sekarang juga !!!
1 2 3 4 5 6

22 Juni 2017

Heboh Aksi Pesulap Gadungan Raba Payudara Para Gadis Muda

loading...




Seorang pria muda yang mengaku sebagai pesulap mendatangi sejumlah perempuan muda di Kota Chengdu,China. Ia yang mengaku bernama Chris, meminta izin untuk mempertunjukkan keahliannya dalam trik sulap koin. 
Ia yang pandai bicara membuat wanita yang ada di depannya tak curiga. Para korban terlihat santai, tidak seperti terintimidasi.  Chris kemudian menekan sebuah koin ke dada perempuan itu dan membelai payudaranya. Aksi bejat itu dilakukannya berkali-kali kepada banyak perempuan. Lebih kurang ajar lagi, adegan tak pantas tersebut direkam dalam video. 
Seperti dikutip dari BBC, Jumat (16/6/2017), rekaman itu menyebar viral, bak jamur pada musim hujan. Seorang pemilik toko kebetulan melihatnya di internet. Ia pun segera menghubungi polisi. 
Situs berita milik pemerintah, The Cover mengabarkan, polisi menemukan pelaku yang ternyata adalah pesulap gadungan. Ia adalah video blogger (vlogger) dari Shanghai. Nama depannya, Xu.
Aparat langsung menggelar penyelidikan. Para perempuan yang jadi korban ulah usilnya itu diminta untuk melapor.
Setelah ditelusuri, pelaku yang adalah seorang bloger. Ia memiliki lebih dari 40 ribu pengikut di situs mikroblog, Sina Weibo.
Ia menggambarkan dirinya sebagai online prankster atau orang jahil di internet. 
loading...

Sebelumnya, ia juga pernah mengunggah video para perempuan di jalanan, yang menjawab pertanyaan-pertanyaannya yang sama sekali tak pantas. 
Dalam salah satu video, ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah Anda sedang memakai pembalut?" atau "Bisakah aku berkencan semalam dengan Anda?"
Aksinya itu ia rekam. Namun, belakangan, pelaku makin liar. Dalam sebuah unggahan berjudul The Master Pick-up, ia diam-diam merekam adegannya sedang berciuman dan membelai gadis yang baru ditemuinya.
Tak satu pun dari wajah orang-orang di video itu disamarkan. Aksinya itu kebanyakan di ruang terbuka.  ebih dari tiga juta orang telah menyaksikan sebuah video kompilasi yang menunjukkan Xu meraba-raba perempuan. Tayangan itu diunggah di situs The Cover.
Ribuan orang pun memprotes aksi tersebut di Sina Weibo, menggunakan hashtag #StreetMagicianMakesNameTouchingBreasts dan #MagicMaleAnchorTouchesChests. Banyak dari mereka bereaksi marah, menyebut pelakunya sebagai orang sesat.
Lainnya menyebut si pelaku diduga menghipnotis korbannya, karena para wanita itu terlihat tenang saat dieksploitasi olehnya.
Sudah Bergabung di Grup Borbor News ?
  Loker Borbor News       Info Berita Online

Baca Kumpulan Loker Terbaru bulan ini:

  Loker Swasta/BUMN      Loker SMA/SMK
  Loker D1-D3                     Loker S1-S2

Mengapa semua perempuan begitu tenang?" tulis Rome_Roma.
Selain itu, pengguna Weibo lainnya juga bingung karena tak ada intervensi dari orang-orang yang lewat. Padahal, adegan itu dilakukan siang hari di jalan yang sibuk.
Setelah namanya ramai digunjingkan di media sosial, pada Kamis 15 Juni akhirnya Xu mengeluarkan permintaan maaf melalui situs video Meipai.
"Saya tidak mendapatkan izin dari para wanita dan memicu masalah bagi keluarga mereka. Saya sangat menyesal," kata pemuda itu pada Kamis 15 Juni 2017.
Namun, banyak pengguna online mengatakan bahwa permintaan maaf itu tidak cukup. Beberapa orang menyerukan agar Xu dituntut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menurut hukum China, pelaku perlakuan tak senonoh di depan umum terancam hukuman penjara maksimal lima tahun

Liputan6.com



Masukan Email anda dibawah kotak ini, lalu tekan "Subscribe" Setelah itu buka kotak Email anda untuk konfirmasi berlangganan, jika ingin berlangganan INFO LOKER gratis dari www.borbornews.com


Delivered by BorborNews
Sumber: Redaksi





20 Juni 2017

Daftar Nama Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Penerima BOP Pemkot Tanggerang 2017-2018

loading...




Daftar Nama Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Penerima BOP Pemkot Tanggerang 2017-2018. 
loading...

Berdasarkan surat dinas pendidikan pemerintah kota tanggerang no 421.3/3220.a/bidang SMP
Sudah Bergabung di Grup Borbor News ?
  Loker Borbor News       Info Berita Online

Baca Kumpulan Loker Terbaru bulan ini:

  Loker Swasta/BUMN      Loker SMA/SMK
  Loker D1-D3                     Loker S1-S2




Ditandatangai tanggal 13 juni 2017, oleh kepala dinas pendidikan Drs. Abduh Surahman, MSi



Masukan Email anda dibawah kotak ini, lalu tekan "Subscribe" Setelah itu buka kotak Email anda untuk konfirmasi berlangganan, jika ingin berlangganan INFO LOKER gratis dari www.borbornews.com


Delivered by BorborNews
Sumber: Redaksi





19 Juni 2017

Oknum Kelurahan Kayuringin Patok Tarif Urus Surat Domisili

loading...




BEKASI, BorborNews.com - Seorang warga perumahan Bumi Satria Kencana (BSK), Kel. Kayuringin Jaya - Bekasi Selatan Heni Cempaka Putria (35) harus pasrah dengan pelayanan di kantor kelurahan Kayuringin Jaya. 
Pasalnya ia datang ke kelurahan, ingin mengurus surat keterangan domisili terkendala dengan ulah oknum kelurahan yang meminta "tarif" dari pelayanannya itu.
Heni datang sebenarnya ingin mengurus surat keterangan domisili, untuk melengkapi data administrasi pembuatan akte notaris pendirian sebuah yayasan yatim - dhuafa yang dirintis bersama suami.
loading...

"Saya datang ke kelurahan Kayuringin Jaya. Setelah saya bilang, ingin buat keterangan domisili, seorang staf perempuan berinisial N, bilang ke saya: Ibu biaya transportnya mana?  Saya kan harus ketemu lurah, karena lurah jarang dikantor," kata Heni kepada Dakta, menirukan percakapan dengan N,  Rabu (3/8).
Heni menjelaskan, biaya yang diminta oknum N itu merupakan untuk jasa dirinya ketemu lurah yang jarang di kantor. Uang itu diduga sebagai "pelicin" untuk membantu pembuatan surat keterangan domisili.
"Saya kan pakai biaya kalau ketemu bu lurah.  Bu lurah jarang ke kantor. Kalau gak mau silakan ibu urus sendiri," ujar Heni dengan ketusnya menirukan gaya oknum N itu.
Sudah Bergabung di Grup Borbor News ?
  Loker Borbor News       Info Berita Online

Baca Kumpulan Loker Terbaru bulan ini:

  Loker Swasta/BUMN      Loker SMA/SMK
  Loker D1-D3                     Loker S1-S2

Heni semakin bingung dengan pelayanan yang dialaminya dan ia tidak tahu harus berbuat bagaimana dengan pelayanan buruk itu. Ia menambahkan, padahal pengurusan surat keterangan domisili, untuk keperluan pembangunan yayasan yatim - dhuafa.
"Kalau mau cepet, dipermudah lewat saya. Urus sampai ke lurah Rp. 250rb, kalau sampai ke kecamatan itu Rp. 500rb. Gak bisa kurang dan biayanya segitu," pungkas Heni lagi - lagi menirukan pembicaraan dengan N.
"Ya sudah ibu kalau gak mau, urus sendiri aja. Tapi gak tahu kapan bisa ketemu sama bu lurah," lanjut Heni mengenang pembicaraan dengan N.

Heni menjelaskan, sebenarnya dirinya juga harus cepat meminta surat keterangan domisili. Pasalnya lewat lima hari, dirinya dikenakan biaya ulang oleh notaris. "Jangka waktu kan 5 hari dari notaris, surat domisili itu. Untuk membuat SK yayasan. Kalau saya telat, saya bikin akte lagi," ujar Heni saat ditemui dirumahnya dikawasan BSK.
Dengan terpaksa akhirnya Heni ditemani sang suami, mendatangi lagi kantor kelurahan. Ia harus cepat membuat surat keterangan domisili,  sedangkan waktu tersisa tiga hari lagi.
"Akhirnya pasca kejadian dua hari lalu itu, hari ini saya datang lagi ke kelurahan dengan harapan mendapat pelayanan yang bagus," paparnya.
Namun ketika Heni datang ke kantor kelurahan, oknum itu tiba - tiba langsung menanyakan uang yang dimaksud untuk melancarkan pembuatan surat keterangan domisili. Ia berfikir jika dirinya memberikan uang yang diminta oknum N, berarti dirinya mendukung berbuatan tidak terpuji itu.
"Biayanya mana ..,?" tanya oknum N. Padahal jika harus membayar, Heni sudah membawa uang yang diminta.
Heni menambahkan, kemudian dirinya menjelaskan ulang kalau ia membuat surat keterangan domisili untuk keperluan pendirian yayasan yatim - dhuafa. Menurut Heni, tidak lama kemudian oknum N itu seakan pasrah dan menerima berkas permohonan pembutan surat keterangan domisili.
"Sekarang mba, tolong buatin surat saya dulu. Masalah harus bayar, nanti saya bayar belakangan: "Ya sudah deh sini ..," kata Heni sekaligus menirukan percakapan dengan oknum N.
Heni dijanjikan permohonan suratnya itu akan selesai besok atau lusa. Dirinya tidak tahu, jika oknum itu akan meminta uang lagi kepada dirinya. Heni hanya bingung dengan pelayanan dikelurahan yang seharusnya dapat memuaskan tapi sebaliknya.
Sementara itu, Lurah Kayuringin Jaya Arie Halimatussadiyah saat Dakta mengkonfirmasi kebenaran adanya biaya dalam pembuatan surat domisili tidak membenarkannya.
"Itu gratis bang," kata Lurah Arie singkat.
Saat disinggung adanya oknum petugas kelurahan yang dipimpinnya melakukan pungutan liar,  Arie kaget dan akan menindak oknum itu. "Astagfirullah .. Cewek atau cowok bang," ujar Arie.
Reporter:Jaenudin Ishaq
Editor:Azeza Ibrahim




Masukan Email anda dibawah kotak ini, lalu tekan "Subscribe" Setelah itu buka kotak Email anda untuk konfirmasi berlangganan, jika ingin berlangganan INFO LOKER gratis dari www.borbornews.com


Delivered by BorborNews
Sumber: Redaksi





18 Juni 2017

Masjid di Emirate Arab Ini Bernama 'Masjid Maria Bunda Yesus'

loading...




BorborNews.com - Nama Masjid Sheikh Mohammad bin Zayed, rumah ibadah Islam besar di ibu kota Uni Emirate Arab, Abu Dhabi, akhirnya diganti menjadi Masjid Mary Mother of Jesus atau "Mariam Umm Eisa".
Pergantian nama masjid tersebut, seperti dilansir Arab News, Kamis (15/6/2017), atas perintah Putra Mahkota Sheikh Mohammad bin Zayed Al-Nahyan.
Perintah sang putra mahkota tersebut, diyakini untuk menghormati warga Arab yang beragama Kristen.
loading...

"Masjid yang dibangun yang mulia Putra Mahkota itu nantinya akan menjadi simbolisasi harmonisnya kehidupan antarumat beragama di Emirate Arab," kata Menteri Negara urusan Toleransi Sheikha Lubna Al-Qasimi.
Pergantian nama masjid yang unik tersebut disambut baik oleh umat Kristen di Abu Dhabi.
Sudah Bergabung di Grup Borbor News ?
  Loker Borbor News       Info Berita Online

Baca Kumpulan Loker Terbaru bulan ini:

  Loker Swasta/BUMN      Loker SMA/SMK
  Loker D1-D3                     Loker S1-S2

Pendeta Canon Andrew Thompson dari Gereja Saint Andrew menuturkan, pergantian nama masjid itu akan dirayakan pula oleh jemaatnya.
"Maria, ibu Yesus, adalah sosok suci di komunitas kami. Dia adalah simbolisasi kepatuhan terhadap Tuhan. Kami akan merayakan pergantian nama masjid itu bersama saudara Muslim," tuturnya.

Untuk diketahui, seluruh gereja di Abu Dhabi membuka pintunya untuk umat Muslim menunaikan salat Magrib pada pekan ini.



Masukan Email anda dibawah kotak ini, lalu tekan "Subscribe" Setelah itu buka kotak Email anda untuk konfirmasi berlangganan, jika ingin berlangganan INFO LOKER gratis dari www.borbornews.com


Delivered by BorborNews
Sumber: Redaksi





17 Juni 2017

Komnas HAM: Kasus Rizieq Shihab Bukan Kriminalisasi Ulama

loading...




Jakarta, BorborNews -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan kasus dugaan kriminalisasi terhadap pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bukan kriminalisasi terhadap ulama.

Komisioner SubKomisi Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron mengatakan kasus Rizieq Shihab masih ditangani oleh tim yang dipimpin oleh komisioner lainnya, yakni Natalius Pigai. Pihaknya masih menunggu kesimpulan akhir dari penyelidikan tersebut.

Walaupun demikian, Nurkhoiron mengatakan, kasus Rizieq itu bukanlah kriminalisasi terhadap ulama. “Istilah kriminalisasi itu tak boleh mewakili golongan tertentu,” kata dia. “Kriminalisasi Rizieq itu bukan kriminalisasi ulama, karena banyak ulama yang berseberangan dengan pandangan Rizieq.”
loading...

Dia menuturkan kemungkinan hasil penyelidikan itu akan disampaikan pada Juli nanti. Diketahui, Komnas HAM saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan tokoh lainnya macam Rizieq Shihab dan Al Khaththath.

Kemarin, Presidium Alumni 212 meminta Komnas HAM untuk menyampaikan hasil rekomendasi atas penyelidikan mereka terhadap kasus yang disampaikan Presidium tersebut. Namun, lembaga itu masih belum merampungkan penyelidikannya.

Ketika ditanya tentang proses penyelidikan terhadap Rizieq, Nurkhoiron menuturkan dirinya masih belum mengetahui hal tersebut karena belum disampaikan tim yang menangani kasus tersebut. 
Sudah Bergabung di Grup Borbor News ?
  Loker Borbor News       Info Berita Online

Baca Kumpulan Loker Terbaru bulan ini:

  Loker Swasta/BUMN      Loker SMA/SMK
  Loker D1-D3                     Loker S1-S2

Diketahui, Rizieq saat ini masih berada di Arab Saudi dan belum mau memenuhi panggilan kepolisian terkait dengan kasus dugaan pornografi yang menjeratnya.

Polda Metro Jaya menetapkan Rizieq sebagai tersangka kasus cakap mesum bersama dengan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, Firza Husein. Kepolisian sebelumnya sudah mengajukan Red Notice kepada NCB Interpol Indonesia untuk menangkap Rizieq namun ditolak.

Proses Hingga ke JPU

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, bagaimana langkah memulangkan Rizieq akan dirancang lagi setelah berkas perkaranya dinilai lengkap. 

Ia membantah proses penanganan perkara Rizieq yang dinilai tidak sesuai prosdur. Menurutnya, penyidik bertekad menyelesaikan berkas hingga ke penuntut umum. 

“Pokoknya kasus ini kita lanjutkan terus sampai ke penuntut umum,” katanya. 

Sebelumnya polisi mengklaim punya cara lain untuk memulangkan Rizieq setelah permohonan red notice ditolak Interpol. Argo mengatakan, salah satu caranya adalah police to police. Namun ia enggan menjelaskan lebih rinci upaya ini.


Masukan Email anda dibawah kotak ini, lalu tekan "Subscribe" Setelah itu buka kotak Email anda untuk konfirmasi berlangganan, jika ingin berlangganan INFO LOKER gratis dari www.borbornews.com


Delivered by BorborNews
Sumber: cnn indonesia / Redaksi





Info Redaksi

 
Copyright © 2013-2017. Borbor News
  • Email redaksi: redborbornews@gmail.com