Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
1 2 3 4 5 6

10 Agustus 2018

Ketika Jurnalis Tegang Menghadapi Uji Kompetensi Wartawan



BorborNews, Bandung - Ada yang berbeda dialami oleh 38 wartawan asal Jawa Barat selama dua hari ke belakang. Itu karena aktivitas harian sebagai pencari berita mesti direlakan dan menggantinya dengan momen penuh ketegangan.
Ketegangan yang bahkan membuat para petinggi redaksi di sejumlah perusahaan media mesti membuka internet dan kembali belajar mengenai ilmu jurnalistik tingkat dasar. 
Ya, karena sejak tanggal 9 Mei hingga 10 Mei 2017 kemarin bertempat di Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung para jurnalis pilihan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-13 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Kota Bandung. 
Mendadak sejumlah wartawan berpenampilan rapi berselimut kemeja batik dari kebiasaan urakan apa adanya. Keadaan tidak beranjak membaik sesampainya di ruang utama pengujian sebab sorot mata dan wajah dingin para penguji seakan menyiratkan sebuah kalimat: "Selamat datang dan aku akan mengubah pagi cerahmu".
Jelas itu hanya sebuah opini tanpa dasar. Namun yang mengherankan melekatnya rasa ketegangan padahal bahan yang diujikan adalah pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wartawan.
"Meski yang diujikan adalah pekerjaan sehari-hari tapi tetap saja tegang," ujar salah satu wartawan senior Sutisno sebelum ujian berlangsung dalam obrolan ringan bersama kopi hitam hangat yang disediakan panitia.
Tidak ada sekat antara redaktur atau reporter, karena saat itu semua memiliki satu kesamaan nasib yakni ketegangan dan kecemasan akan tidak lulus kompetensi. Hal tersebut tergambar ketika salah satu redaktur senior AyoBandung.com Adi Ginanjar Maulana yang mengikuti ujian kategori utama mengungkapkan kegelisahannya kepada sejumlah reporter junior.
"Jujur enggak bisa tidur semalam karena memikirkan ujian kompetensi," ujar Adi sembari terjongkok dengan kedua tangan memegang kepala.
Saat ujian para peserta diminta untuk merencanakan dan menulis pemberitaan dengan cepat sesuai tenggang waktu yang ditentukan panitia. Terlebih untuk perencanaan dan penulisan laporan investigasi mendalam, waktu 30 menit yang diberikan jelas bukan sebuah ukuran yang ideal.
Sebanyak 34 wartawan pada akhirnya dinyatakan kompeten dan lulus ujian dengan tiga kategori yakni muda, madya dan utama. Untuk kategori utama diikuti oleh tujuh peserta yang diisi oleh sejumlah wartawan senior level pimpinan redaksi atau redaktur pelaksana. 
Sedangkan untuk madya juga diikuti oleh tujuh peserta yang merupakan level ujian bagi para redaktur. Sementara kategori muda diisi oleh para reporter dengan jumlah 24 peserta.
"Sebanyak 34 peserta dinyatakan lulus dan empat orang tidak lulus," ujar salah seorang penguji pendamping Makali selepas acara penutupan UKW.
Terdapat sembilan mata ujian yang berbeda dari setiap tiga kategori peserta. Untuk materi ujian kategori utama diantaranya menulis tajuk, mengarahkan liputan investigasi, menentukan bahan layak siar, dan kebijakan rubrikasi.
Untuk kategori madya meliputi menulis feature, menyunting berita, merancang isi rubrik, dan merencanakan investigasi. Sedangkan untuk kategori muda lebih pada teknis peliputan seperti wawancara tatap muka dan doorstop, mencari bahan liputan terjadwal, serta menulis berita.
Nilai yang diberikan penguji minimal harus sebesar 70 untuk setiap mata ujian. Sebab jika mendapat rentang nilai di bawah angka tersebut akan dinyatakan tidak lulus karena sistemnya bukan berupa akumulasi. 
Apresiasi selamat diungkapkan oleh Ketua PWI Pokja Kota Bandung Hardiansyah pada 34 peserta yang lulus. Hardyansyah megatakan jika UKW merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas jurnalis dalam mengemban tugasnya.
"Ini bukan hanya soal lulus dan tidak lulus tapi pembinaan terhadap wartawan untuk meningkatkan kualitasnya ke depan," ujar pria yang akrab disapa Andhy tersebut.
UKW merupakan realisasi dari Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Wartawan dalam mengupayakan perbaikan pemberitaan melalui unsur paling mendasar yakni kualitas dan kredibilitas wartawan bersertifikasi. 
Sehingga nantinya para wartawan yang lulus verifikasi UKW akan mendapat kartu berisi perusahaan tempat kerja beserta foto dan identitas tersebut akan tercantum di Dewan Pers. 
Sebab Dewan Pers mencatat tingkat kompetensi wartawan di Indonesia dinilai masih rendah karena dari total sekitar 80.000 jurnalis, baru 10.000 yang mengikuti ujian kompetensi. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: Ayo bandung com / Redaksi




6 Agustus 2018

Hotma Roland Pasaribu: Segera Revisi PP 60/90 Agar Sejalan Isi PMK 113/2012


Jakarta, BorborNews - Hotma Roland Pasaribu salah satu caleg dari PSI Dapil 6 wilayah kota bekasi dan depok mengomentari siaran pers Dewan Pimpinan Partai Solidaritas Indonesia yang bertema " DPR Stop Hamburkan Uang Rakyat" di Jakarta, 5 Agustus 2018.

Hotma mengungkapkan kekecewaannya agar segera merevisi PP 61/90 karena di duga kuat terjadinya pemborosan dan penghamburan uang rakyat karena tidak sejalan dengan isi PMK 113/2012 yaitu pertanggungjawaban biaya perjalanan harus berdasarkan biaya riil (at cost). 

Hal tersebut seperti yang tertuang pada pers rilis yang dikeluarkan DPP PSI pada saat acara diskusi publik bertajuk ‘DPR, Stop Hamburkan Uang Rakyat!’. Pada acara itu, dihadiri Ade Indira Sugondo (Mantan Anggota DPR RI 1999/2004), dan Emerson Yuntho (Peneliti Indonesian Corruption Watch) serta Tsamara Amany.

Hotma mengungkapkan bahwa selama ini telah terjadi pemborosan dan praktik-praktik yang merugikan rakyat tersebut. Pemerintah dalam hal ini, Presiden Jokowi harus segera mengambil sikap untuk memyelematkan penggunaan uang rakyat selama ini.

"Berdasarkan penelurusan para caleg PSI, praktik-praktik penggerogotan uang rakyat itu terjadi dalam beragam cara yang mencengangkan. 

Praktik-praktik itu sebenarnya bisa dicegah namun selama ini dibiarkan terus karena ketiadaan komitmen politik mereka yang berada di DPR,” ujar Tsamara Amany, salah seorang Ketua PSI, di Jakarta, 5 Agustus 2018. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




"Siaran Pers" PSI: DPR Stop Hamburkan Uang Rakyat


BorborNews - SIARAN PERS
DEWAN PIMPINAN PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA

PSI: DPR STOP HAMBURKAN UANG RAKYAT!

Jakarta, 5 Agustus 2018

Partai Solidaritas Indonesia menemukan bahwa selama ini telah terjadi pemborosan dan penghamburan  uang rakyat dalam skala yang mencengangkan di Dewan Perwakilan Rakyat. Karena itu PSI  akan mengambil langkah-langkah bersama berbagai elemen masyarakat untuk menghentikan praktik-praktik yang merugikan rakyat tersebut.

"Berdasarkan penelurusan para caleg PSI, praktik-praktik penggerogotan uang rakyat itu terjadi dalam beragam cara yang mencengangkan. Praktik-praktik itu sebenarnya bisa dicegah namun selama ini dibiarkan terus karena ketiadaan komitmen politik mereka yang berada di DPR,” ujar Tsamara Amany, salah seorang Ketua PSI, di Jakarta, 5 Agustus 2018.

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk ‘DPR, Stop Hamburkan Uang Rakyat!’. Pada acara itu, Tim Caleg PSI tampil memaparkan hasil temuan penelusuran di DPR. Hadir pula di acara itu: Ade Indira Sugondo (Mantan Anggota DPR RI 1999/2004), dan Emerson Yuntho (Peneliti Indonesian Corruption Watch).

Diskusi ini merujuk pada hasil penelusuran para caleg PSI tentang praktik-praktik pemborosan dan penghamburan uang rakyat di DPR untuk memperkaya banyak anggota DPR dan Partai Politik yang ada. Dan ini bisa berlangsung lama karena DPR memanfaatkan celah dalam peraturan perundangan  yang mereka pertahankan.

Tim caleg PSI menemukan bahwa banyak anggota DPR memanipulasi uang rakyat dalam berbagai bentuk.  Mereka memanipulasi biaya perjalanan, biaya kunjungan kerja, biaya studi banding, biaya kunker dapil dan biaya reses. 

Berbagai manipulasi bisa terjadi karena karena para anggota DPR memperoleh dana perjalanan dalam bentuk lumpsum dan bukan berdasarkan biaya riil (‘at cost’). Berdasarkan PP 61/90, anggota DPR hanya wajib  menyerahkan tanda bukti penggunaan biaya, melainkan hanya bukti pembayaran.

"Selama PP 61/90 terus ada dan tidak disesuaikan untuk mengakomodisi sistem reimbursement dan biaya 'at cost', para anggota DPR akan terdorong untuk memperbanyak kunjungan kerja untuk keuntungan pribadi.”, ujar Dini Purwono, Caleg PSI Dapil Jawa Tengah I.

Selain itu, pemborosan juga terjadi karena para anggota DPR mendapatkan pola pemasukan multi pay, bukan single pay.

Lebih jauh lagi penggerogotan juga terjadi akibat peran anggota DPR dalam Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Terakhir, banyak anggota DPR juga diduga menerima uang siluman dalam penyusunan Undang – Undang ataupun saat menjalankan fungsi pengawasan.

Menurut Dini, pemborosan dan korupsi ini bisa dihentikan. Untuk itu,  PSI menawarkan sejumlah solusi, sebagai berikut:

1. Mendesak pemerintah merevisi PP No 61/90 sehingga isinya sejalan dengan isi PMK 113/2012 yaitu pertanggungjawaban biaya perjalanan harus berdasarkan biaya riil (at cost).

2. Mengupayakan terbangunnya mekanisme yang mewajibkan anggota DPR melaporkan secara langsung dan kemudian membuat laporan pertanggungjawaban reses dan kunker yang harus disampaikan kepada publik secara online

3. Mengupayakan sistem penggajian anggota DPR diubah menjadi 'SINGLE PAY', bukan' MULTI PAY'.

4. Mengupayakan agar anggota DPR melepaskan fungsi teknis seperti BURT kepada Sekretariat Jenderal

5. Mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran oleh DPR, secara online.

Dedek Paryudi, Caleg PSI dapil Jabar IX  menyatakan bahwa langkah-langkah ini merupakan langkah yang harus diambil untuk kepentingan rakyat banyak. “PSI sadar sepenuhnya bahwa langkah ini tidak populer karena akan membangkitkan kemarahan para anggota DPR yang sudah dan ingin bertahan di Senayan. Kalau perjuangan kami ini berhasil dan para caleg PSI masuk DPR, penghasilan yang kami akan terima akan jauh lebih rendah daripada yang sekarang diperoleh anggota DPR. Tapi langkah ini harus diambil demi kepentingan rakyat banyak,” ujar Dedek Prayudi.

Diskusi ini merupakan babak pertama dari langkah PSI dalam menyelamatkan uang rakyat di DPR. Selain diskusi, PSI akan melakukan penandatanganan Pakta Integritas dan Kontrak Kerja untuk mengikat komitmen para anggota PSI. Tim caleg PSI juga akan berusaha melakukan lobby pada pemerintah agar merevisi PP No 61/90.

Narahubung:
Steffi (+6285891583501)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




28 Juli 2018

Gelar Operasi Pekat, Polres Nias Selatan Kembali Sita 105 Liter Tuak Suling


BorborNews, Nias - Petugas Kepolisian Resort Nias Selatan Sumatera Utara kembali menyita minuman keras tuak suling dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang di gelar Jumat (27/07). 3 jerigen yang berisi tuak suling dengan volume sekitar 105 liter tersebut disita dari 3 lokasi berbeda. 

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. ketika dikonfirmasi mengatakan, minuman keras jenis tuak suling tersebut merupakan hasil sitaan dalam Operasi Pekat yg digelar Personil Polres Nias Selatan dan Polsek Jajaran. "Tuak suling tersebut merupakan hasil Operasi Pekat yang dilaksanakan oleh personil Sabhara Polres Nias Selatan dan Polsek Lolowau," ujar Faisal. 

"Personil Sabhara Polres menyita 1 jerigen tuak suling dengan volume sekitar 35 liter, saat melaksanakan razia di jalan Sudirman Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan Jumat Pagi. Kemudian personil Polsek Lolowau yang melaksanakan Operasi Pekat di jalan umum Desa Lolomoyo Kecamatan Lolowau dan di jalan umum Desa Simandraolo Kecamatan O'ou Kabupaten Nias Selatan Jumat Sore hingga malam, menyita 2 jerigen tuak suling dengan volume sekitar 70 liter," jelas Faisal. 

Masih kata Faisal Napitupulu, 35 liter tuak suling yang diamankan oleh personil Sabhara Polres Nias Selatan dibawa oleh Tin Suardin Aceh, warga jalan kelapa lingkungan kota Gunung Sitoli. Tuo Nifaro tersebut dibeli nya di Desa Sogeadu Kecamatan Gido Kabupaten Nias dan akan dibawa ke Botohili Sorake Kecamatan Luahagundre Kabupaten Nias Selatan. 

Sedangkan 70 liter tuak suling yang disita personil Polsek Lolowau, masing-masing diamankan dari Amuaro Halawa, warga Desa Hilizoliga Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan dan dari Felinus Dakhi alias Linus. Kedua nya membawa Tuo Nifaro tersebut dari Desa Sifaoroasi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan, dan masing-masing akan di bawa ke Hilisimaetane Kecamatan Maniamolo dan ke Sonigeho Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan.

Seluruh barang bukti tuak suling tersebut telah disita dan saat ini diamankan di Polres Nias Selatan. 

Faisal Napitupulu menegaskan, Polres Nias Selatan beserta Polsek Jajaran akan terus melakukan penertiban peredaran minuman keras di Kabupaten Nias Selatan, untuk menegakkan Peraturan Bupati Nias Selatan Nomor : 04.20_33 Tahun 2017 tentang Larangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Nias Selatan. (Afrizal/Godi/Tim).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Miliki Beberapa Paket Ganja, Warga Negara PNG di Tangkap Reskrim Polsek Abepura


BorborNews, Jayapura,  Pada hari Kamis (26/07/18) pukul 23.00 Wit bertempat di Jl. Pipa Air Belakang SMAN 1 Abepura, telah diamankan dua pelaku kepemilikan ganja an. Fery Yape (32) warga negara PNG dan  Natalia Banundi (20) oleh anggota Opsnal Reskrim Polsek Abepura.

Kronologis penangkapan yakni berawal pada saat anggota Opsnal Reskrim Polsek Abepura mendapat informasi dari masyarakat bahwa adanya seorang warga Negara PNG yang tinggal di salah satu rumah kost di Jalan Pipa Air Distrik Abepura sedang membAwa 1 kantong plastik warna hitam yang berisikan narkotika jenis ganja.

Mendapat informasi tersebut, sekitar pukul 23.05 Wit, anggota Opsnal Reskrim Polsek Abepura melakukan penyelidikan. 

Kemudian pada pukul 01.30 Wit, Anggota Opsnal Polsek Abepura menghubungi Piket Penjagaan Polsek Abepura melakukan penangkapan di dalam Rumah Kos yang ditinggali pelaku IFery Yape (32) bersama wanitanya bernama Natalia Banundi (20) Jalan Pipa Air Belakang SMAN 1 Abepura. Pelaku diamankan di Polsek Abepura guna proses hukum lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan yaitu 15 (Lima Belas) Bungkus Paket Ganja Plastik Besar, 21 (Dua Puluh Satu) Bungkus Paket Ganja Plastik Sedang, 3 (Tiga) Bungkus Paket Ganja Plastik Kecil. Selanjutnya kasus tersebut dalam penanganan Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura Kota.

Pemerhati penyakit masyarakat (Pekat), angkat bicara "Salut dengan kesigapan anggota Polri, khususnya Reskrim Polsek Abepura dalam penanganan memberantas Narkoba", Tegas Hotma Roland Pasaribu. (Tim/Godi/Erizal).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Kepergok Masuk Rumah Warga, Mantan Napi Ancam Pemilik Rumah Pakai Pisau



BorborNews, Nias Selatan- Seorang narapidana kembali harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Pasalnya, seorang mantan napi kasus pembunuhan ini kembali melakukan pengancaman pembunuhan dengan sebilah pisau kepada warga, karena dipergoki masuk ke dalam salah satu rumah warga. 

Kronologis kejadian bermula pada Kamis (26/07) malam lalu di Desa Sifaorasi Huruna Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan. Saat itu korban yang bernama Rini Purnawati Zalukhu alias Ina Tasya sedang tidur di dalam kamar bersama anak-anak nya. 

Tiba-tiba tetangga nya yang bernama Satoli Gulo menghubungi telepon genggam nya dan mengatakan bahwa ada seseorang yang telah masuk ke rumah nya melalui kamar mandi bagian belakang. Korban yang merasa takut kemudian meminta Satoli agar segera datang ke rumah nya untuk memberikan pertolongan. 

Beberapa saat kemudian, Satoli bersama beberapa orang warga datang ke rumah korban dan langsung melakukan pemeriksaan di bagian kamar mandi belakang rumah. Di dalam kamar mandi tersebut korban bersama beberapa orang warga melihat pelaku yang diketahui bernama Fosimema Gulo alias Ama Wima, warga Desa Sisobahili Kecamatan Hilisalawa'ahe Kabupaten Nias Selatan. 

Merasa dirinya dipergoki oleh warga, pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau yang dibawa nya, dan mengancam akan membunuh korban beserta warga. 
Korban bersama warga yang ketakutan akhirnya tidak berani melakukan penangkapan sehingga pelaku berhasil melarikan diri. 

Merasa keluarga nya terancam, Rini Zalukhu yang ditemani oleh warga, membawa anak-anak nya pergi ke rumah mertuanya yang jarak nya tidak jauh dari rumah nya. Korba  yang merasa tidak tenang akibat ancaman pelaku akhirnya membuat laporan ke kantor Polsek Lolowau pada Jumat pagi. 

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Lolowau Iptu A. Yunus Siregar ketika di konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. "Benar ada seorang perempuan membuat laporan atas kasus pengancaman yang di alami nya. 

Setelah menerima pengaduan korban, kita langsung mengejar pelaku dan berhasil kita amankan," ujar Yunus.

"Pelaku yang bernama Fosimema Gulo alias Ama Wiman, kita tangkap di rumah nya di Desa Sisobahili Kecamatan Hilisalawa'ahe Kabupaten Nias Selatan. Saat di geledah, kita temukan sebilah pisau yang berada di badan mantan narapidana kasus pembunuhan ini. Pelaku kemudian kita boyong ke Polsek untuk proses pemeriksaan," jelas Yunus.

Saat ini pelaku masih menjalani proses pemeriksaan secara intensif di Polsek Lolowau, untuk mengetahui motif dan tujuan yang sebenarnya. "Pelaku saat ini masih diperiksa di polsek, sembari kita lengkapi laporan korban dengan mengambil keterangan saksi-saksi," pungkas Yunus.

Pemerhati penyakit masyarakat (Pekat), Hotma Holand Pasaribu menanggapi kejadian tersebut, Mengatakan "Hal itu seharusnya tidak perlu terjadi, jika saat di lembaga pemasyarakatan pelaku benar benar dibina dengan baik secara religius mental dan di berikan pelatihan untuk dapat kembali bersosialisasi di masyarakat.

Namun Hotman tidak menampik, satu dibanding seribu sulitnya membentuk kembali mental spritual mantan napi, Tegasnya. (tim).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




24 Juli 2018

Amal Lubis Menerima Penghargaan Pemerhati Anak dari Ketua Komnas Perlindungan Anak


Deli Serdang, Borbor News - Tanggal 23 Juli Indonesia merayakan Hari Anak Nasional. Dalam peringatan Hari Anak Nasional, Ketua Komisi Perlindungan Anak  Aris Merdeka Sirait hadir ke Sumatera Utara bertempat di SDN PTPN 2 Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang dalam acara Pemberian Anugrah Penghargaan kepada pemerhati anak di Daerah Kabupaten Deli serdang.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan kriteria dari pengawas Komnas Perlindungan Anak, ada 10 Tokoh pemerhati anak yang mendapatkan Anugrah Penghargaan dari Komnas Perlindungan anak sesuai kriteria. Turut hadir para tokoh dalam acara Anugrah ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Jajaran pejabat Pemkab Deli Serdang, Komite-komite sekolah dan tokoh masyarakat Deli Serdang. 

Dari 10 orang Tokoh yang mendapatkan penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak, ada 1 orang Tokoh Pemerhati anak yang sangat dikagumi dari Ketua Komnas Perlindungan Anak Aris Merdeka Sirait yaitu kepada Bapak Amal Lubis, S. Pd. I.

Beliau sebagai tokoh pendidikan yang inspiratif, peduli dengan pendidikan anak hampir 20th berkiprah mengapdikan dirinya di dunia pendidikan anak baik formal maupun informal dengan merintis dan menjalankan sekolah gratis berkarakter RA Nurul Ilmi dan Sekolah Bintang Peduli Ummat, Dompet Dhuafa Waspada di daerah terpencil Kecamatan STM Hulu Deli Serdang, Sumut,  Jelas Aris Merdeka Sirait. 

Lebih lanjut,  Air Merdeka Sirait mengatakan, Di hari Anak Nasional Tahun 2018 ini Sangat berharap semakin banyak orang yang peduli dengan pendidikan anak Indonesia. 

Tempat berbeda,  Amal Lubis, S. Pd. I juga menjelaskan kepada wartawan SPB saat diwawancari, Saya sangat bangga bisa mendapatkan penghargaan ini. Walaupun bukan dari pemerintah. Tapi masih ada lembaga yang peduli seperti Komnas Perlindungan Anak yang menghargai usaha-usaha yang kita buat dalam menyelamatkan anak indonesia. 

Harapan saya kedepan pemerintahlah yang sebenarnya bisa lebih peduli dengan penyelamatan anak Indonesia. Tidak hanya pada acara-acara ceremonial saja. 

Hari ini banyak anak anak kita yang masih belum mendapatkan hak-haknya dalam bidang pendidikan, kesehatan dll. Ditambah lagi ancaman Narkoba, internet yang tak mendidik, Semoga anak anak Indonesia menjadi anak anak yang terbaik di masa yang akan datang, Jelasnya. (Nanggat Ginting)
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2013. Borbor News.
  • Redaksi: Bor2News