Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
1 2 3 4 5 6

21 Oktober 2018

Pindah Domisili dan Buat E-KTP Tak Perlu Pengantar RT/RW dan Desa


JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa untuk mengurus pindah domisili, masyarakat tidak perlu surat pengantar RT/RW, desa ataupun kecamatan. Masyarakat hanya perlu membawa fotocopy kartu keluarga (KK).
BorborNews -
Sebagaimana pasal 15 ayat 2 Undang-Undang (UU) No. 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk), mengamanatkan bahwa penduduk yang sudah berdomisili di alamat baru lebih dari satu tahun ataupun yang kurang, maka penduduk tersebut harus mengurus kepindahannya.
“Kita menegaskan kembali bahwa itu tidak perlu. Kita tegaskan dengan surat edaran kepada disdukcapil di daerah.  Saya turun ke daerah ada kabupaten yang mengharuskan dengan pengantar RT/RW. Jadi saya tegaskan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri  Zudan Arif Fakrulloh, Jumat (12/10/2018).

Dia meminta agar dalam melayani masyarakat mengurus kepindahan, para aparat di disdukcapil berpedoman pada surat bernomor  471.12/18749/Dukcapil tanggal 10 Oktober 2018. Di dalam surat tersebut terdapat mekanisme layanan surat pindah penduduk. Zudan berharap hal ini dapat membuat layanan lebih cepat dan mudah.

“Penduduk yang datanya telah tercantum dalam database kependudukan dan akan mengurus kepindahannya, cukup datang ke disdukcapil sesuai alamat e-KTP atau KK dengan membawa fotocopy KK,” tegasnya.

Setelah menerima usulan kepindahan, disdukcapil daerah asal akan menerbitkan surat keterangan pindah warga negara Indonesia (SKPWNI). Sementara untuk disdukcapil daerah tujuan akan menerbitkan KK dan e-KTP baru sesuai dengan domisili baru.

“KK dan e-KTP baru diserahkan kepada penduduk sekaligus menarik e-KTP yang lama. Terhadap penduduk yang mencantumkan alamat baru pada SKPWNI tapi bukan merupakan rumah pribadi maka perlu melampirkan surat pernyataan tidak keberatan penggunaan alamat dalam dokumen kependudukan dari pemilik rumah,” jelasnya.

Zudan menambahkan, dalam pengajuan SKPWNI dapat dibantu dengan cara komunikasi melalui e-mail atau media elektronik lainnya antar disdukcapil asal dan tujuan. Dia juga meminta disdukcapil menyampaikan rekap perpindahan penduduk sebagaimana kepada kecamatan, desa/kelurahan secara reguler.

“Rekap data disampaikan sekurang-kurangnya dua kali dalam satu bulan,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Robert Endi Jaweng menilai kebijakan tersebut tepat. Pasalnya dia menilai pengantar RT/RW ataupun kelurahan tidak terlalu penting.
"Malah sebenarnya menciptakan praktik perburuan pungli di tingkatan itu. Ini seperti urus perizinan seringkali rekomendasi RT/RW dijadikan lahan untuk mendapatkan uang," ungkapnya.

Dia mengatakan, dalam hal perpindahan penduduk dan dokumen catatan sipil harus dimaknai sebagai hak dasar. Menurutnya, dengan hanya mensyaratkan fotocopy KK sudah cukup. Pasalnya pengurusan KK sebelumnya pun pasti melalui proses yang sama.

"Ini kuncinya database. Dimana data kependudukan yang terintergrasi. Dengan mekanisme ini maka tidak mengulang-ulang proses yang sudah dilalui. Jadi KK itu sudah menunjukan dimana kita berdomisili. Ini membendung di hulu praktik penyimpangan," paparnya.

Endi berharap pemerintah melakukan kontrol secara maksimal. Dengan begitu kebijakan ini dapat terimplementasi sampai pada tataran bawah. "Ini harus dibangun sistem kontrol yang intesnif. Jangan sampai sistem sudah dibangun tapi masih ada praktik-praktik menyimpang," ujar dia.
(pur).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: sindonews.com / Redaksi




19 Oktober 2018

Latar Belakang Hotma Roland Pasaribu Caleg PSI Dapil Jawa Barat 6 Depok - Bekasi No Urut 3


Hotma Roland Pasaribu adalah seorang praktisi Teknologi Informasi yang tergerak untuk memasuki dunia politik karena melihat kondisi bangsa ini yang terkoyak dengan sangat maraknya kasus-kasus korupsi dan banyaknya aksi-aksi inteloransi, radikalisme bahkan terorisme di setiap tempat di Indonesia. 

Lahir di Jambi, 47 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 23 Mei 1971. Hotma Roland Pasaribu adalah anak kedua dari empat bersaudara. Abangnya laki-laki bernama Saudur Febrianto Pasaribu, dan dua adiknya perempuan yaitu Rosmei dan Yunaisi. Kedua orangtuanya yaitu Antonius Pasaribu dan Risma Simanungkalit berprofesi sebagai Guru dan mengabdikan hidup mereka dalam dunia Pendidikan. Orang tuanya merantau dari Tarutung Sumatra Utara ke Jambi sebelum Hotma dan saudara-saudaranya lahir.

Semasa kecil, Hotma bersekolah di Xaverius Jambi, dia bersekolah disana dari SD hingga tamat SMA. Walaupun kedua orang tuanya adalah PNS, namun mereka menyekolahkan Hotma di sekolah swasta tersebut karena disiplinnya yang kuat. Sejak SMP dia selalu aktif di OSIS, Hotma juga sangat suka dengan kegiatan Pramuka dan hobby bermain musik dan berolah raga. Setamat SMA, dia kuliah di Bandung yaitu di PATI Institut Teknologi Bandung. 

Hotma Roland Pasaribu adalah seorang yang pemberani, jujur dan berintegritas, dia juga seorang pekerja keras. Dia memiliki Leadership yang kuat, dan daya analisa yang tajam, serta mampu bekerja sama dan memiliki skill komunikasi yang baik. Hotma Roland Pasaribu juga memiliki rasa solidaritas yang sangat tinggi, hal ini berdasarkan pengakuan teman-temannya sejak SD hingga teman kantor, yang di uploadnya di YouTube. 

Hotma Roland Pasaribu sudah bekerja lebih dari 24 tahun di dunia IT (Information Technology) di beberapa perusahaan swasta Nasional dan Multi-Nasional seperti Pertamina, Indosat, Danamon, Micros-Fidelio, dll. Dia memiliki sertifikasi dari perusahanan IT dunia seperti Microsoft, Oracle, Citrix, CompTIA, dlsb, dengan berbagai sertifikasi Internasional yaitu: MCT, OCP, MCSE, CCA, CompTIA Security+, dlsb.

Hotma juga adalah seorang praktisi di dunia Project Management dengan menyandang gelar PMP (Project Management Professional), profesi ini sudah di geluti lebih dari 11 tahun terakhir. Saat ini Hotma Roland Pasaribu tergabung dalam komunitas professional yaitu Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter (https://www.pmi.org dan https://www.pmi-indonesia.org ) sebagai VP Board Program. 

Ini adalah organisasi atau komunitas professional nirlaba, dimana Hotma Roland Pasaribu dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada banyak orang melalui roadshow ke perusahaan, dan Goes to Campuss, serta Study Group guna mengembangkan dunia Project Management di Indonesia.

Saat ini Hotma dan istrinya Rinta Kusumaningdyah, memiliki lima orang anak, dimana dua anak mereka yang paling besar yaitu Christian dan Sintong sedang kuliah masing-masing di jurusan Informatika dan Teknik Industri. Sedangkan yang kembar yaitu Bulan (satu-satunya anak perempuan) dan Bintang masih SMP kelas 3. Dan yang bungsu bernama Jupiter masih kelas dua SMP di Depok.

Lahir dan besar dalam keluarga Kristen Tapanuli, Hotma tidak lupa dengan adat-istiadat dan falsafah yang diajarkan oleh kedua orangtuanya. Namun semuanya falsafah Batak itu belum lengkap bila belum berguna bagi orang banyak, untuk itulah Hotma Roland Pasaribu aktif di dunia sosial dan keagamaan (kerohanian) agar dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, selain keluarga, saudara, teman-teman, tetangga, dll. 

Hotma saat ini melayani di Gereja GKI Cinere, sebagai pemusik (gitar dan piano) dan aktif di Komisi KesPel (Kesaksian dan Pelayanan) dengan banyak kegiatan seperti Donor Darah, Sembako Murah pada saat bulan puasa menjelang Lebaran, juga kegiatan Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama di Depok dan sekitarnya. 

Jadi menurut Hotma Roland Pasaribu, seseorang itu sudah mencapai prestasi atau pencapaian dan penghargaan tertinggi adalah ketika sudah berguna bagi orang lain, jadi bukan karena Plakat atau Sertifikat apalagi Pangkat.

Kini Hotma Roland Pasaribu bertekad untuk dapat melayani masyarakat Indonesia melalui dunia politik dengan menjadi Calon Anggota Legislatif dari PSI dari Dapil JAWA BARAT 6 (yaitu Kota Depok dan Kota Bekasi) dengan Nomor Urut 3.

Mari dukung Hotma Roland Pasaribu bersama-sama membangun bangsa untuk Indonesia yang lebih baik. 

Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




18 Oktober 2018

Hotma Roland Pasaribu: Segera Revisi PP 60/90 Agar Sejalan Isi PMK 113/2012


Jakarta, BorborNews - Hotma Roland Pasaribu salah satu caleg dari PSI Dapil 6 wilayah kota bekasi dan depok mengomentari siaran pers Dewan Pimpinan Partai Solidaritas Indonesia yang bertema " DPR Stop Hamburkan Uang Rakyat" di Jakarta, 5 Agustus 2018.

Hotma mengungkapkan kekecewaannya agar segera merevisi PP 61/90 karena di duga kuat terjadinya pemborosan dan penghamburan uang rakyat karena tidak sejalan dengan isi PMK 113/2012 yaitu pertanggungjawaban biaya perjalanan harus berdasarkan biaya riil (at cost). 

Hal tersebut seperti yang tertuang pada pers rilis yang dikeluarkan DPP PSI pada saat acara diskusi publik bertajuk ‘DPR, Stop Hamburkan Uang Rakyat!’. Pada acara itu, dihadiri Ade Indira Sugondo (Mantan Anggota DPR RI 1999/2004), dan Emerson Yuntho (Peneliti Indonesian Corruption Watch) serta Tsamara Amany.

Hotma mengungkapkan bahwa selama ini telah terjadi pemborosan dan praktik-praktik yang merugikan rakyat tersebut. Pemerintah dalam hal ini, Presiden Jokowi harus segera mengambil sikap untuk memyelematkan penggunaan uang rakyat selama ini.

"Berdasarkan penelurusan para caleg PSI, praktik-praktik penggerogotan uang rakyat itu terjadi dalam beragam cara yang mencengangkan. 

Praktik-praktik itu sebenarnya bisa dicegah namun selama ini dibiarkan terus karena ketiadaan komitmen politik mereka yang berada di DPR,” ujar Tsamara Amany, salah seorang Ketua PSI, di Jakarta, 5 Agustus 2018. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Wakapolda Sumut Dan Kapolrestabes Medan Temu Ramah Dengan Masyarakat Medan Denai


BorborNews, Medan - Warung Cakap yang berlokasi  Jalan AM. Joni Raya tepatnya samping indomaret, di padatti anggota Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area, Rabu (17/10/2018).

Pasalnya, Wakapolda Sumut Brigjend Pol.Mardiaz Khusin Dwihananto dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr.Dadang Hartanto temu ramah dengan masyarakat Kecamatan Denai.


Hadir dalam acara , Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Ramlan Rauf, Kasat Intelkam, Anggota DPRD Medan Sabar Samsurya Sitepu, muspika  Medan Denai, Camat Medan Denai Hendra Hasbilan, Kapolsek Medan Area , Kompol K.Sianturi,  sejumalah masyarakat Medan Denai, Ormas, Bhabinsa dan sejumlah jurnalis.


Kapolsek Medan Area, Kompol K.Sianturi dalam kata sambutanya mengatakan" Mohon maaf,  bapak Wakapolda Sumut Brigjend Pol.Mardiaz Khusin Dwihananto dan bapak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr.Dadang Hartanto, tidak bisa hadir karena di panggil bapak Kapolda Sumut. Kedatangan,  bapak Wakapolda Sumut dan bapak Kapolrestabes Medan,  di wakili Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Ramlan Rauf.


Wakapolda Sumut Brigjend Pol.Mardiaz Khusin Dwihananto melalui Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Ramlan Rauf mengungkapkan, masyarakat tidak perlu lagi rumit buat pengaduan masalah hukum, ke kantor Polisi. Cukup mengadu melalui aplikasi Polisi Kita. Apabila tidak ada aplikasi Polisi Kita, ibu - ibu dan bapak - bapak bisa mendownload aplikasi Polisi Kita. Di aplikasi Polisi Kita, bisa membuat pengaduan berupa apun.


Kalau untuk membuat SCK, cukup daftar di aplikasi Polisi Kita. Masyarakat yang sudah daftar, cukup datang ke Polrestabes Medan hanya untuk sidik jari dan Fhoto. Jadi,  sekarang masyarakat tidak perlu lagi rumit berurusan di kantor Polisi. Intinya, Polisi Polda Sumut dan jajaranya melakukan yang terbaik untuk masyarakat" Ujarnya.


Sementara Camat Medan Denai,  Hendra Hasbilan menjawab pertanyaan masyarakat.


" Untuk masalah,  ijin panti pijat yang ada di Kecamatan Medan Denai, tetap kita pantau. Kalau masalah,  penertiban pedagang di pasar Sukaramai. Bukan karena adanya MTQ yang terlaksana di Gedung Serbaguna Jalan Pancing beberapa hari yang lalu. Buktinya, pos - pos Polisi yang ada di kota Medan turut di bersihkan juga.


Selain itu, warung yang ada di atas Drainase atau parit sudah kita bersihkan juga. Apa yang di lakukan Pemerintah, untuk kenyamanan masyarakat. Intinya, tempat yang di pergunakan para pedagang, di kembalikan pungsinya lagi. Untuk para pedagang yang belum di bongkar tempat daganganya, segera bongkar sendiri.


Apabila,  tidak di hiraukan teguran kami. Kami yang akan membongkar nantinya" Kata Hendra Hasbilan di hadapan seluruh yang hadir dalam temu ramah, Wakapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




17 Oktober 2018

Hotma Roland Pasaribu Mengaku Bangga Atas Kinerja DPP PSI


BorborNews, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berupaya mendapatkan suara 20 persen perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pesta pemilu legislatif tahun depan. "Minimal dua digit-lah", kata Grace Natalie ketum PSI, disaat mendaftarkan calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Jln Imam Bonjol no 32 Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

PSI berani menyatakan bahwa 100% Caleg PSI adalah bukan Eks Napi Korupsi . Hal ini ditegaskan oleh ketum Grace Natalie

PSI mendaftarkan Calegnya berjumlah 575 yang tersebar di 80 Daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Pendaftaran hari ini pukul 08.10 wib. Dihadiri ketum PSI dan Ketua Bapilu sekaligus ketua DPP, Bro Sumardy Ma, Tegas Hotma Roland Pasaribu.

Hotma Roland Pasaribu, mengaku sangat bangga dengan kerja keras dari pengurus PSI terutama DPP yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan semua kelengkapan pendaftaran tersebut hari ini.

Perlu diingat keterwakilan minimal perempuan adalah 30%, namun PSI melebihi hingga 45% Luar biasa, kata Hotma. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Hotma Roland Pasaribu Bersama Gus Yahya Dalam Acara Solidarity Lecture & Halal Bihalal


BorborNews, Jakarta - Acara yang bertajuk: Solidarity Lecture & Halal Bihalal dengan tema "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" yang berlangsung di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada pukul 18:30wib, kamis 12 Juli 2018 dihadiri ratusan undangan dari berbagai pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama serta media cetak, online.

Dalam acara tersebut, Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Hotma Roland Pasaribu, warga Depok yang juga salah satu bagian dari Partai Solidaritas Indonesia, Kagum dengan pandangan Gus Yahya yang berpegang pada Pacasila dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pemersatu dan dasar negara.

Hotma, menambahkan "Indonesia merdeka merupakan perjuangan seluruh masyarakat, terutama pahlawan yang telah berjuang dan mendahului kita. Kita wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman kelompok kelompok Radikal maupu Terorisme. Mereka itu musuh kita, wajib kita lawan, "tutur hotma".

Hotma yang selalu kritis terhadap, ketidakadilan oleh oknum oknum yang mengkebiri hak hak warga dan Koruptor yang menyengsarakan warga dan menghambat kemajuan negara, itupun harus kita lawan bersama, "Ucap Hotma", saat diwawancarai tim Borbor News. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi


11 Oktober 2018

Keluarga Korban Mengucapkan Terima Kasih Sama Kapolsek Kutalimbaru


Medan - Borbor News - Akhirnya, keluarga korban Mislan (59) yang di ketaui warga Jalan Persamaan, Gang Aman, Kelurahan Sitirejo II ,Kecamatan Medan Amplas. Yang meninggal , di sungai Belawan saat melintas Pantai Aloina, Senin (8/10/2018) dapat di jemput pihak keluarga korban.

Informasi yang beredar, saat jenazah korban di temui. Personel Polsek Kutalimbaru, menemui fhoto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) di saku celana korban.Dengan bermodal  alamat di KTP korban, personel Polsek Kutalimbaru berupaya mencari keluarga korban. Tapi warga di alamat KTP korban, tidak ada yang mengenal.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH, dalam pesan Whatsapnya, Rabu (10/10/2018) mengungkapkan,  korban di temukan keluarganya. Dari kemajuan tehnologi ITE media sosial" Saya upload vidio,  dan berita korban di media sosial. Lalu rekan kuliah saya, yang berprofesi pengacara,  bernama Juhrawardi,S.H.,M.H menghubung saya. Dari pengakuan rekan saya, korban ialah saudara sepupunya. Lalu saya arahkan, melihat jenazah di kamar mayat RS.Bhayangkara Polda Sumut"  Ujarnya.

Martualesi Sitepu menyebutkan. Rabu (10/10/2018) pukul 14:00 Wib, seorang wanita bernama Wasnita (52) warga Jalan Bajak V, datang melihat jenazah korban di kamar mayat RS.Bhayangkara Polda Sumut. Ternyata,  korban bener abang sepupu rekan saya dan Wasnita yang melihat jenazah Korban. Dari pengakuan Wasnita, bahwa korban sudah 3 tahun ngontrak rumah di Pasar IX, Gang Sewu, Delitua. Korban hanya tinggal seorang diri, dari semenjak istrinya meninggal 11 tahun yang lalu. Hasil perkawinan korban, mempunyai seorang anak laki - laki bernama Bastian (30). Kini anak korban yang, beprofesi Nelayan tinggal di Lhok Sukun Aceh. Anak korban, sudah 5 tahun tidak pernah pulang" Ungkapnya.

Orang nomor 1 di Polsek Kutalimbaru menjelaskan. Sebulan yang lalu, korban berkunjung kerumah sepupunya ibu Wasnita. Jenazah korban pun,  saya serahkan melalui penyidik pembantu Brigadir Martua Situmorang ke pihak keluarga. Jenazah rencananya di kebumikan hari ini, di Tempat Pemakam Umum (TPU)  Pasar XII, Gang Famili, Patumbak" Kata Martualesi Sitepu yang menyandang balok 3 emas di pundaknya.

Sementara, dari pihak keluarga yang di wakili Iwan sepupu Almarhum. Mengucapkan,  terima kasih dan apresiasi sama Kapolsek Kutalimbaru juga jajaranya. Yang telah,  mencari kerabat Almarhum hingga bertemu. (Afd).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2013. Borbor News.
  • Redaksi: Bor2News