Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi (Borbor News)
Undang-Undang tentang Pers nomor 40 Tahun 1999 pasal 18 ayat 1“ Setiap orang yang secara melawan hukum dengan melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi tugas wartawan Sesuai ketentuan pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah)
Berita Online Republika Bidikan Orde Reformasi | Email Redaksi: redborbornews@gmail.com | Email Iklan: iklanbn@gmail.com
1 2 3 4 5 6

18 Juli 2018

Hotma Roland Pasaribu Mengaku Bangga Atas Kinerja DPP PSI


BorborNews, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berupaya mendapatkan suara 20 persen perwakilannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pesta pemilu legislatif tahun depan. "Minimal dua digit-lah", kata Grace Natalie ketum PSI, disaat mendaftarkan calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Jln Imam Bonjol no 32 Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

PSI berani menyatakan bahwa 100% Caleg PSI adalah bukan Eks Napi Korupsi . Hal ini ditegaskan oleh ketum Grace Natalie

PSI mendaftarkan Calegnya berjumlah 575 yang tersebar di 80 Daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Pendaftaran hari ini pukul 08.10 wib. Dihadiri ketum PSI dan Ketua Bapilu sekaligus ketua DPP, Bro Sumardy Ma, Tegas Hotma Roland Pasaribu.

Hotma Roland Pasaribu, mengaku sangat bangga dengan kerja keras dari pengurus PSI terutama DPP yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan semua kelengkapan pendaftaran tersebut hari ini.

Perlu diingat keterwakilan minimal perempuan adalah 30%, namun PSI melebihi hingga 45% Luar biasa, kata Hotma. (Godi).
Ingin MENDAPAT INFO KAMI
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




14 Juli 2018

Hotma Roland Pasaribu Bersama Gus Yahya Dalam Acara Solidarity Lecture & Halal Bihalal


BorborNews, Jakarta - Acara yang bertajuk: Solidarity Lecture & Halal Bihalal dengan tema "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" yang berlangsung di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada pukul 18:30wib, kamis 12 Juli 2018 dihadiri ratusan undangan dari berbagai pejabat negara, tokoh masyarakat, tokoh agama serta media cetak, online.

Dalam acara tersebut, Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Hotma Roland Pasaribu, warga Depok yang juga salah satu bagian dari Partai Solidaritas Indonesia, Kagum dengan pandangan Gus Yahya yang berpegang pada Pacasila dan Bhineka Tunggal Ika, sebagai pemersatu dan dasar negara.

Hotma, menambahkan "Indonesia merdeka merupakan perjuangan seluruh masyarakat, terutama pahlawan yang telah berjuang dan mendahului kita. Kita wajib menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman kelompok kelompok Radikal maupu Terorisme. Mereka itu musuh kita, wajib kita lawan, "tutur hotma".

Hotma yang selalu kritis terhadap, ketidakadilan oleh oknum oknum yang mengkebiri hak hak warga dan Koruptor yang menyengsarakan warga dan menghambat kemajuan negara, itupun harus kita lawan bersama, "Ucap Hotma", saat diwawancarai tim Borbor News. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi


Solidarity Lecture & Halal Bihalal: Gus Yahya "Konsep Rahmah utk Perdamaian Dunia"


BorborNews, Jakarta - Isu Intoleransi sara, Radikalisme dan Terorisme menjadi menu hangat ditahun Pilkada, Pileg dan Pilpres. Hal tersebut semakin kuat, digaungkan kelompok kelompok tertentu yang menginginkan ketidakstabilan ekonomi dan perpecahaan di tengah masyarakat.

Berbagai cara dilakukan pemerintah, aktivis bahkan tokoh tokoh agama untuk menjaga keutuhan NKRI. Seperti yang dilakukan oleh salah satu tokoh Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf melalui acara "Solidarity Lecture & Halal Bihalal" yang berlangsung Kamis, 12 Juli 2018 bertempat di Aula KH Wahid Hasyim, DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan KH Wahid Hasyim No 194, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Acara yang bertajuk: "Konsep Rahmah bagi Perdamaian Dunia" dihadiri pejabat negara dan Ketum PSI Grace Natali. 

Kyai Yahya Staquf, bercerita panjang lebar mengenai sejarah peradaban manusia  sampai Konflik krn masalah agama. Sampai dengan fenomena akhir2 ini yaitu: mengkafirkan antar pemeluk agama, krn perbedaan.

Hal ini tidak akan ada habisnya, kecuali kembali melihat inti dari ajaran agama tsb yg utama: Keesaan Tuhan (Tauhid) dan Rahmah atau kasih sayang memberi dlm keadaan marah, sakit hati dll. Contoh: orang tua ke anak yg nakal namun tetap disayang atau Guru ke murid yg malas, namun tetap diperhatikan.

Jadi solusinya adalah: menghentikan permusuhan dan rasa benci, dalam bahasa jawa : Sing wes yo wes, Ucap "Gus Yahya" saat menyampaikan pandangan.

Pada kesempatan tsb, Ketua PSI Grace Natali menambahkan bahwa bila di Islam ada Rahmah, di Kristen juga ada Kasih dimana mencakup Mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Dia yakin di agama lain juga memiliki konsep yg mirip seperti itu, Ucap Grace.

Jadi intinya adalah, dengan menghadirkan Rahmah maka niscaya Perdamaian Dunia dapat diwujudkan, "Kata Grace". (Godi).

Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




13 Juli 2018

Lepas Kangen Relawan Ahokers Di Mako Brimob


BorborNews, Depok - Kecintaan warga Jakarta kepada mantan Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama, sepertinya tidak padam seiring waktu.

Kunjungan relawan Ahoker 10 Juli 2018, menambah deretan warga yang memgapreasikan kepada Ahok yang menerima putusan 2tahun tanpa naik banding.

Seperti informasi yang kami dapat, beberapa relawan Ahokers yang mengunjungi Ahok, seperti:
1. Jo Lina
2. Hanifah
3. Saiful Amri
4. Sarita Rahma Yulita
5. Siti Mulyana
6. Frans J Senewe
7. R. Arasyurrahman Adipratama
8. Suhartinah
9. J Karaben TOS
10. Reynske Patricia Metekhoy
11. Netty Manurung
12. Siti Umroh
13. Sri ratih
14. Diana Soegiharto
15. Brigita eka sugiarti
16. Wibowo

Dari salah satu relawan yang kami konfirmasikan, mengatakan "kami rindu BTP atas kinerjanya yang nyata, tegas dan tidak takut kepada koruptor", Kata Netty Manurung.

Netty menambahkan, BTP sering dibawakan makanan dari warga Jakarta yang mengunjungi beliau. Hingga beliau pun, tidak sanggup memakan makanan tersebut. BTP pun menegaskan bahwa, "Banyak berita HOAK yang menyatakan dirinya bisa keluar masuk penjara. BTP membantah hal tersebut", Kata Nety.

Selama berada di tahanan, BTP banyak belajar bersabar dan menahan emosi dan meyakinkan atas statusnya sebagai penista agama itu, tidak benar "ungkap beliau", seperti yang di ucapkan netty kepada wartawan Borbor News.

Pertemuan bersama BTP yang tidak kurang 30 menit, membuat suasana haru dan meneteskan air mata. Kamipun yang hadir membawa buku dan foto foto selama ini untuk ditandatanganni Ahok. Kami salut, atas kinerja Bpk Ahok dalam perubahaan kota Jakarta dan merindukan sosok pemimpin yang amanah, tegas dan tidak bermental korupsi, Ucap Netty. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Warga Resah, Taman Perumahaan Cinere Jadi Tempat Pacaran Anak Anak Tanggung



BorborNews, Depok - Bermula dari informasi warga perumahaan cinere yang mulai resah kehadiran anak anak tanggung yang diduga masih beratatus sekolah, menyalagunakan tempat fasilitas umum untuk berpacaran pada saat malam hari.

Keberadaan mereka yang hampir setiap malam datang berpasangan, membuat gerah dan resah warga sekitar, seperti yang dituturkan Hotma Roland Pasaribu salah satu warga Rt02/08 kel krukut, perumahan tersebut.

"Masyarakat sekitar perumahan Graha Cinere Depok resah karena taman yg harusnya tempat bermain anak anak dan olahraga dijadikan tempat pacaran oleh anak anak remaja dan pemuda kampung sekitar (jadi bukan warga situ). 

Hal ini cukup menjadi concern buat warga dan sudah diusulkan ke Pak RT dan RW untuk dapat menindak mereka. Karena mereka melakukan aktifitas tersebut pada malam hari dengan ngumpul di sekitar daerah yg gelap dan tidak terkena sinar lampu jalan, sehingga menimbulkan kecurigaan bagi Satuan pengamanan (satpam) komplek perumahan tersebut", 

Namun dia juga berpendapat, perlunya anak2 remaja tersebut diberikan semacam wadah berkumpul dan melakukan aktifitas positif dengan diarahkan pada suatu kegiatan yang produktif, kata Roland melalui ponselnya.

Senada pendapat Bpk Epeng, mantan sekretaris RW, menuturkan "yang terpenting adalah mencegah dan mengarahkan anak anak remaja sehingga hasilnya positif., dapat mengerti arti nilai nilai hidup. Kalau dilihat dari segi agama dan budaya, terlihat kemunduran kita sebagai orang tua, seperti kurang kepedulian", tambah Epeng melalui WA saat dikonfirmasi wartawan Borbor News. (Godi)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




10 Juli 2018

Catat..! Anggota Dewan Pers Ini Resmi Dilaporkan ke Ombudsman



BorborNews, Jakarta - Ketua Umum PWRI, Suriyanto, SH, MH, M.Kn didampingi Sekjend PWRI, Zulfikar Tahir, resmi melaporkan salah satu oknum komisioner Dewan Pers, Sinyo Harry Sarundajang, ke Ombudsman Republik Indonesia, di Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018. Sarundajang dilaporkan karena yang bersangkutan diduga melakukan tindakan melanggar hukum terkait kedudukannya yang rangkap jabatan seperti diatur dalam UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Sebagaimana diketahui bahwa mantan gubernur Sulawesi Utara itu sejak Februari 2018 menjabat sebagai duta besar RI di Filipina, Kepulauan Marshall dan Republik Palau. Namun, hingga kini Sarundajang masih menjabat sebagai komisioner Dewan Pers.

Fakta tersebut menurut para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) merupakan pelanggaran terhadap UU No. 25 tahun 2009. Untuk meluruskan ketidakbenaran tindakan oknum pengurus Dewan Pers, Sarundajang tersebut, PWRI melaporkan yang bersangkutan ke lembaga Ombudsman seraya meminta lembaga ini melakukan review, pemeriksaan dan langkah-langkah tindak-lanjut yang diperlukan sesuai perundangan yang berlaku.

"Kami menilai bahwa Saudara Sinyo Harry Sarundajang telah melakukan tindakan yang salah, melanggar hukum, khususnya UU No. 25 tahun 2009. Jadi, kita laporkan ke sini (red - Ombudsman) untuk dilakukan tindakan yang diperlukan sesuai peraturan yang berlaku," jelas Suriyanto.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang turut mendampingi koleganya Ketum PWRI menyampaikan laporan ke Ombudsman, mengatakan bahwa pembenahan pers di republik ini hanya mungkin dapat dilakukan jika lembaga pengampu pers seperti lembaga Dewan Pers dibersihkan dari oknum-oknum pengurus yang bermasalah. "Kita mendukung kawan-kawan PWRI melaporkan komisioner Dewan Pers ke Ombudsman. Hal ini sangat mendasar, karena bagaimana mungkin kita mampu membenahi kehidupan pers di republik ini jika orang-orang yang diberi amanah mengelola dan mengembangkan kemerdekaan pers sesuai UU No. 40 tahun 1999 merupakan oknum-oknum bermasalah," ujar alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Wilson juga mengingatkan bahwa kehidupan pers di dalam negeri saat ini sudah amat memprihatinkan. Dunia jurnalistik kita telah dibajak oleh para politikus, penguasa, dan pengusaha.

"Persoalan pers kita sudah pada level darurat. Pengelolaan informasi telah dikuasai oleh para perampok sumber daya informasi di negeri ini. Konglomerasi media yang dikelola para politikus, oknum penguasa, dan pengusaha telah melahirkan segelintir media besar yang menguasai 90 persen ruang informasi dan publikasi kita. Sementara, negara terlihat tidak berdaya membendung masifnya penistaan terhadap ratusan ribu wartawan dan pekerja media di tataran bawah. Mereka seakan tidak dianggap sebagai warga bangsa dan negara ini. Ada yang tewas di lapas, dikriminalisasi dan didiskriminasi di mana-mana, negara diam saja. Dewan Pers yang menjadi harapan satu-satunya, malah menjadi biang kerok terbunuhnya wartawan," pungkas Wilson Lalengke yang saat ini sedang menggugat Perbuatan Melawan Hukum (PMH) Dewan Pers di PN Jakarta Pusat bersama Heinjte Mandagi dari SPRI. (HWL/Red)
Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




9 Juli 2018

Jeni, Aktivis Forum Nitizen Indonesia Kota Bandung: Dukung Kegiatan Rembuk Nasional Aktivis 98



BorborNews, Jakarta - Kekhawatiran perpecahan antar anak bangsa semakin merongrong di benak beberapa aktivis dari berbagai daerah yang hadir dan mendukung acara rembuk nasional aktivis 98, Sabtu 7 Juli 2018 di Jakarta Internasional expo.

Acara yang berlangsung tertib dan di hadiri dari berbagai pejabat negara serta Presiden RI Bpk Ir Joko Widodo serta sedikitnya 50ribu peserta dari berbagai penjuru daerah menambah semangat melawan perpecahaan yang makin terasa di masyarakat.

Hadir perwakilan dari kota Bandung yang juga seorang aktivis Forum Nitizen Indonesia (FNI) kota bandung, Jeni dengan beserta rekan daerahnya mengatakan "Kami ingin serius melawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme", Ucapnya kepada tim Borbor News.

Jeni menambahkan, Semenjak tahun 2014 di Indonesia sudah mulai terlihat adanya gerakan intoleransi dan radikalisme di Sosial Media. Dengan menggunakan kedok agama mereka menggaungkan negara khilafah di Indonesia.

Sudah sejogjanya kita sebagai warga negara yg Baik ikut mendukung gerakan rembuk Nasional 98 ini sebagai pernyataan bahwa kita harus selalu setia kepada negara kita NKRI, menjaga keragaman dan dengan tegas menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme, "tegas Jeni". (Godi)


Ingin MENDAPAT INFO LOKER
Masukan Email anda dibawah kotak Lalu tekan "Subscribe" Setelah itu cek kotak Email lalu KONFIRMASI

Delivered by BorborNews
Sumber: / Redaksi




Total Tayangan Halaman

 
Copyright © 2013. Borbor News.
  • Redaksi: Bor2News